Benarkah Sering Mencukur Bikin Bulu Tumbuh Lebih Lebat dan Hitam?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti pernah dengar bahwa sering mencukur bulu atau rambut halus di sekujur tubuh malah bikin bulu tumbuh lebih lebat. Entah itu mencukur jenggot, bulu ketiak, bulu kaki, atau di bagian tubuh lainnya. Banyak juga orang yang percaya kalau terlalu sering mencukur bagian tubuh tertentu akan membuat kulit jadi menghitam. Namun benarkah demikian? Atau jangan-jangan selama ini informasi tersebut cuma mitos tanpa bukti ilmiah? Yuk, langsung simak jawaban dari para ahli berikut ini.

Sering mencukur tidak bikin bulu tumbuh lebih lebat

Mitos bahwa sering mencukur bikin bulu jadi lebih lebat itu tidak benar. Seperti dijelaskan oleh spesialis dermatologi dari University of Southern California Medical School, dr. Jennifer Wu, rambut halus yang tumbuh dari permukaan kulit Anda sebenarnya adalah kumpulan sel yang sudah mati. Rambut dan bulu bisa tumbuh terus karena bagian yang masih hidup terletak di bawah kulit, namanya folikel.

Menurut dr. Jennifer Wu, mencukur bulu hanya akan memengaruhi bagian rambut yang sudah mati. Jadi setelah dicukur, rambut halus akan tetap tumbuh lagi dari folikel yang sama. Mencukur tak akan membuat folikel bertambah banyak karena pada dasarnya folikel memang tak tersentuh cukuran sama sekali. Jadi mustahil kalau bulu Anda jadi lebih lebat hanya karena Anda sering mencukur.

Tapi mengapa sehabis dicukur bulu atau rambut halus di tubuh jadi terasa lebih lebat? Seorang pakar dermatologi dr. Lawrence E. Gibson punya jawabannya. Ujung rambut yang baru saja dicukur akan jadi lebih tajam daripada rambut yang tumbuh alami. Jadi ketika Anda mengusap permukaan kulit yang baru dicukur, teksturnya seolah lebih kasar dan lebat. Padahal bulu Anda tumbuh sama banyaknya dengan yang sudah dicukur.

Bagaimana dengan kulit yang menghitam?

Selain mitos kalau sering mencukur bikin bulu tambah lebat, ada juga yang percaya sering mencukur bisa membuat ketiak atau bagian tubuh tertentu jadi lebih gelap. Lagi-lagi, hal ini hanya mitos belaka. Yang membuat ketiak menghitam bukanlah cukuran, melainkan penumpukan sel kulit mati atau bahan kimia tertentu dari deodoran yang Anda pakai.

Sehabis mencukur, Anda mungkin melihat warna kulit jadi gelap. Ini sebenarnya disebabkan oleh folikel yang masih ada di bawah permukaan kulit Anda. Karena tidak ikut dicukur atau dicabut, folikel yang “tersembunyi” ini membuat kulit seolah lebih gelap. Pasalnya, warna kulit Anda sendiri tak bisa menutupi folikel dengan sempurna.

Dampak sering mencukur bulu di sekujur tubuh

Setelah mengetahui bahwa sering bercukur tak akan membuat bulu tumbuh lebih lebat atau kulit jadi gelap, bukan berarti Anda bisa sembarangan mencukur. Masih ada beberapa dampak yang harus diperhatikan kalau Anda sering mencukur. Perhatikan baik-baik beragam dampak di bawah ini.

Bercukur setiap hari berisiko membuat kulit jadi sangat sensitif. Pasalnya, kulit akan terus-terusan digesek dengan pisau tajam. Hal ini berisiko menyebabkan kulit iritasi, kering, dan lebih rentan terhadap partikel asing yang menembus masuk ke dalam permukaan kulit. Kulit yang mudah iritasi, kering, atau terinfeksi tentu akan lebih cepat mengalami tanda-tanda penuaan dini misalnya 4 Deretan Bahan Alami yang Ampuh Menghilangkan Kerutan di Wajah.

Akan tetapi kalau Anda pakai pisau cukur yang tajam dan berkualitas, teknik mencukur Anda tepat, dan Anda tidak sembarangan pakai krim untuk bercukur, seharusnya sering mencukur tak jadi masalah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Masker wajah dinilai menjanjikan untuk membuat kulit terasa lebih halus dan bersih. Namun, apa manfaatnya akan sama jika pakai masker wajah setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit