6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kepala Terbakar Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Siapa bilang hanya kulit tubuh saja yang bisa terbakar matahari? Faktanya, kulit kepala juga bisa. Kondisi ini terutama berisiko terjadi pada orang berambut tipis dan sehari-harinya berkegiatan di bawah terik matahari. Jika kulit kepala Anda baru saja terbakar matahari, yuk intip berbagai perawatan yang sebaiknya dilakukan.

Cara mengatasi kulit kepala terbakar matahari

Saat kulit kepala terbakar sinar matahari, rasanya pasti tak nyaman. Kemerahan, rasa perih, gatal, hingga muncul lepuhan berair menjadi tanda-tanda yang menandai masalah ini. Agar kondisinya segera membaik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah, yaitu:

1. Mandi air dingin

Mandi air dingin (bukan air es) membantu meredakan rasa sakit dan panas yang Anda alami akibat kulit kepala terbakar matahari. Cara ini termasuk yang murah dan mudah dipraktikkan di rumah. Jika malas untuk bolak-balik mandi, cukup kompres atau siramkan air dingin ke kepala setiap kali terasa panas atau nyeri.

2. Jangan dulu pakai produk perawatan rambut

Untuk sementara, hindari dulu pakai berbagai produk perawatan rambut setelah kulit kepala terbakar matahari. Semakin banyak bahan kimia yang digunakan di rambut, risiko iritasi akan semakin meningkat.

Oleh karena itu, sementara ini gunakan produk yang penting-penting saja seperti sampo. Itu pun dengan kandungan yang ringan.

3. Gunakan sampo berbahan ringan

Saat kulit kepala sedang menyebuhkan diri, sebaiknya gunakan sampo berbahan ringan agar tidak mengiritasinya lebih lanjut.

Gunakan sampo yang tidak mengandung alkohol dan sulfat agar iritasnya tidak semakin parah dan mengeringkan kulit kepala. Selain itu, hindari juga kondisioner dengan bahan dimetikon. Kandungan dimetikon di dalam kondisioner bisa menyumbat pori dan menjebak panas. Akibatnya, kulit kepala bukannya sembuh malah bisa semakin parah.

4. Mengeringkan rambut secara alami

Jika Anda terbiasa mengeringkan rambut dengan menggunakan hair dryer, hentikan dulu kebiasaan ini. Udara panas dari pengering rambut bisa membuat penyembuhan kulit kepala yang terbakar matahari ini menjadi semakin lama. Sebaiknya, gunakan kipas angin atau biarkan rambut mengering dengan sendirinya.

5. Melembapkan kulit kepala

Mengoleskan minyak kelapa dan gel lidah buaya membantu mempercepat penyembuhan kulit kepala Anda. Agar rambut tak terlihat berminyak saat berkegiatan, gunakan pelembap alami ini di malam hari sebelum tidur.

Gunakan handuk untuk mengalasi kepala Anda agar tak langsung mengenai bantal. Keesokan paginya, barulah keramas seperti biasa.

Kapan harus pergi ke dokter?

penyebab sirosis hati

Jika berbagai perawatan rumahan ini tak mempan untuk meringankan gejala yang muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pasalnya, tidak semua kasus kulit kepala yang terbakar matahari ringan dan bisa diobati dirumah. Kunjungi dokter jika A

  • Rasa nyeri berlebih
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Mual
  • Kulit kepala membengkak
  • Kulit kepala berair karena lepuhan berair yang muncul di kulit kepala pecah
  • Munculnya garis-garis merah di lepuhan kepala

Biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin (Bayer, Excedrin), ibuprofen (Advil, Motrin), acetaminophen (Tylenol), atau naproxen (Aleve). Dokter juga akan meminta Anda untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan supaya kulit kepala yang terbakar matahari tetap lembap sehingga lebih cepat sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Resah dengan Jerawat di Kulit Kepala? Begini Cara Mengatasinya

Selain serba salah saat menyisir, jerawat di kulit kepala yang meradang juga terasa nyeri. Berikut cara mengobati dan mencegahnya agar tak datang kembali.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Radiasi UV dari sinar matahari berbahaya bagi kulit. Jadi, jangan remehkan sunblock. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja sunblock dalam melindungi kulit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Calon jemaah haji akan menghabiskan sebagian besar waktu di luar ruangan sehingga perlu melakukan tindakan untuk mencegah kulit terbakar matahari.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mencegah kulit terbakar matahari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 23 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

apa itu sunburn kulit terbakar matahari

Sunburn (Kulit Terbakar Matahari)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
rambut rontok

Telogen Effluvium (Rambut Rontok Mendadak)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit dan masalah pada kulit kepala

Ragam Penyakit Kulit Kepala yang Umum dan Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit