Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Menghilangkan Kutil Pakai Pasta Gigi, Apakah Aman?

Menghilangkan Kutil Pakai Pasta Gigi, Apakah Aman?

Kutil mungkin tidak terlalu berbahaya, tetapi bisa menimbulkan nyeri dan mengganggu penampilan. Sebagian orang percaya bahwa salah satu cara menghilangkan kutil yaitu dengan pasta gigi atau odol. Namun, apakah hal ini benar? Ketahui fakta selengkapnya berikut ini.

Apakah pasta gigi bisa menghilangkan kutil?

Kutil umumnya adalah benjolan kulit yang tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, kutil bisa menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang.

Untuk menghilangkan kutil, beberapa orang meyakini dapat menggunakan pasta gigi.

Kandungan dari pasta gigi seperti triclosan, mentol, baking soda, hidrogen peroksida, sodium lauryl sulfate, dan alkohol dipercaya dapat mengempiskan kutil.

Akan tetapi, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi bisa menjadi cara efektif untuk menghilangkan kutil.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa pasta gigi aman untuk mengatasi penyakit kulit yang mengganggu.

Bahaya cara menghilangkan kutil dengan pasta gigi

odol untuk luka bakar

Menurut buku Skin Tags (2021) yang diterbitkan oleh StatPearls, sekitar 50 – 60% orang dewasa mengembangkan kutil, setelah usia 40 tahun.

Obesitas, diabetes, sindrom metabolisme, dan human papilloma virus (HPV) merupakan faktor risiko penyebab munculnya kutil.

Sebagian orang menggunakan pasta gigi untuk segala macam tujuan yang berhubungan dengan kesehatan, dari mengecilkan jerawat hingga mengobati gigitan serangga.

Beberapa orang mengoleskan pasta gigi sebagai cara menghilangkan kutil yang mengganggu.

Namun, cara ini sebenarnya lebih berisiko menimbulkan efek samping daripada memberikan manfaat. Salah satu efek samping tersebut adalah iritasi kulit.

Kandungan sodium lauryl sulphate (SLS) adalah senyawa jenis deterjen dan surfaktan pada pasta gigi. Senyawa ini yang membentuk busa dan mungkin memiliki sifat antimikroba.

Namun, studi dalam jurnal Environmental health insights (2015) menjelaskan bahwa SLS dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan, terutama pada kulit.

Selain itu, kandungan pasta gigi lainnya seperti triclosan dan mentol berpotensi menyebabkan kulit mengalami eksim, iritasi, kulit terbakar, dan dermatitis kontak iritan.

Alih-alih menggunakan pasta gigi, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menghilangkan kutil.

Konsultasi dengan dokter juga dapat memastikan bahwa kutil tersebut bukanlah jaringan berbahaya atau gejala kanker kulit.

Kapan perlu periksa ke dokter?

  • Kutil terasa sakit atau gatal.
  • Kutil berubah ukuran, warna, atau bentuknya.
  • Kutil tidak juga hilang dalam waktu lama dan timbul nyeri yang mengganggu.

Cara ampuh menghilangkan kutil dengan bahan alami

Alih-alih menggunakan pasta gigi, ada sejumlah cara alami yang lebih membantu untuk menghilangkan daging tumbuh pada kulit.

1. Tea tree oil

Minyak pohon teh atau tea tree oil adalah minyak esensial atau atsiri yang dapat membantu mengobati beberapa kondisi kulit.

Menurut sebuah ulasan lama di dalam jurnal Clinical microbiology reviews, tea tree oil memiliki potensi sebagai antimikroba dan antiradang.

Oleskan beberapa tetes tea tree oil ke bola kapas, lalu tempelkan ke kutil selama 10 menit, sebanyak tiga kali sehari.

Namun, Anda harus berhati-hati, karena minyak pohon teh dapat mengiritasi kulit sensitif.

2. Cuka sari apel

manfaat cuka apel

Salah satu riset lama dalam Infection control and hospital epidemiology pernah menunjukkan potensi cuka sari apel untuk menghilangkan kutil.

Untuk menghilangkan kutil, orang-orang biasanya menggunakan kapas yang direndam pada cuka apel, lalu membalutnya selama 10 menit.

Cara ini biasanya dilakukan 2 – 3 kali sehari, sampai kutil terlepas.

Namun, waspadai terjadinya iritasi kulit dan hentikan penggunaannya jika ada tanda-tanda reaksi.

Cuka sari apel sangat asam dan dapat menyebabkan luka bakar. Jangan gunakan di dekat mata.

3. Aloe vera

Gel lidah buaya atau aloe vera biasanya digunakan untuk mengatasi luka bakar dan masalah kulit akibat psoriasis.

Gel lidah buaya juga bisa membantu memulihkan luka herpes yang menyebabkan beruntusan dan gatal pada kulit. Jika kutil Anda gatal atau nyeri, gel lidah buaya bisa membantu meredakannya.

Untuk menggunakan lidah buaya, ambil daun dari tanaman lidah buaya dan potong. Oleskan gel pada kutil, ulangi cara ini setiap hari sampai kutil mengempis.

Tidak ada bukti yang menunjukkan penggunaan pasta gigi merupakan cara yang aman dan efektif untuk menghilangkan kutil.

Namun, mengoleskan tea tree oil, cuka sari apel, atau aloe vera secara rutin dapat membantu menghilangkan kutil.

Anda tetap perlu berkonsultasi kepada dokter jika ukuran kutil semakin membesar dan gatalnya semakin tidak tertahankan.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bondi, C. A., Marks, J. L., Wroblewski, L. B., Raatikainen, H. S., Lenox, S. R., & Gebhardt, K. E. (2015). Human and Environmental Toxicity of Sodium Lauryl Sulfate (SLS): Evidence for Safe Use in Household Cleaning Products. Environmental health insights, 9, 27–32. https://doi.org/10.4137/EHI.S31765

Rezazadeh, F., Moshaverinia, M., Motamedifar, M., & Alyaseri, M. (2016). Assessment of Anti HSV-1 Activity of Aloe Vera Gel Extract: an In Vitro Study. Journal of dentistry (Shiraz, Iran), 17(1), 49–54.

Carson, C. F., Hammer, K. A., & Riley, T. V. (2006). Melaleuca alternifolia (Tea Tree) oil: a review of antimicrobial and other medicinal properties. Clinical microbiology reviews, 19(1), 50–62. https://doi.org/10.1128/CMR.19.1.50-62.2006

Gupta, S., Aggarwal, R., Gupta, S., & Arora, S. K. (2008). Human papillomavirus and skin tags: is there any association?. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 74(3), 222–225. https://doi.org/10.4103/0378-6323.39585

Rutala, W. A., Barbee, S. L., Aguiar, N. C., Sobsey, M. D., & Weber, D. J. (2000). Antimicrobial activity of home disinfectants and natural products against potential human pathogens. Infection control and hospital epidemiology, 21(1), 33–38. https://doi.org/10.1086/501694

5 REASONS TO SEE A DERMATOLOGIST FOR MOLE, SKIN TAG REMOVAL. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved June 30, 2022 from, https://www.aad.org/public/diseases/a-z/mole-skin-tag-removal

Can Menthol Have Harmful Effects?. (n.d.). National Capital Poison Center. Retrieved June 30, 2022 from, https://www.poison.org/articles/what-happens-with-swallowing-or-inhaling-too-much-menthol–174

Dyall-Smith, D., (2010). Contact reactions to toothpaste and other oral hygiene products. DermNet NZ. Retrieved June 30, 2022 from, https://dermnetnz.org/topics/contact-reactions-to-toothpaste-and-other-oral-hygiene-products

Pandey, A., Sonthalia, S. (2021). Skin Tags. StatPearls [Internet]. Retrieved June 30, 2022 from, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547724/#__NBK547724_dtls__

Triclosan: Health Effects. (n.d.). Beyond Pesticides. Retrieved June 30, 2022 from, https://www.beyondpesticides.org/resources/antibacterials/triclosan/health-effects#:~:text=Recent%20studies%20have%20also%20found,developing%20allergies%2C%20asthma%20and%20eczema.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan