backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

10 Penyebab Jerawat di Pipi yang Jarang Disadari

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 12/08/2022

10 Penyebab Jerawat di Pipi yang Jarang Disadari

Memiliki jerawat di wajah tak jarang membuat kepercayaan diri menurun, apalagi bila munculnya di bagian pipi. Lantas, sebenarnya apa penyebab jerawat di pipi?

Penyebab jerawat di pipi

Pada dasarnya, penyebab jerawat di pipi kanan dan kiri hampir sama dengan penyebab jerawat di area wajah lainnya.

Meski begitu, kulit pada pipi biasanya lebih rentan muncul jerawat karena merupakan area yang paling mudah terkena paparan kotoran dan bakteri.

Berikut ini beberapa penyebab jerawat di pipi yang jarang disadari.

1. Polusi udara

penyebab jerawat di pipi

Polusi terdiri atas campuran bahan kimia dan partikel debu bersifat berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit.

Zat kimia berbahaya bisa mengoksidasi lapisan dalam kulit dan meningkatkan produksi minyak di kulit.

Bila jumlah zat minyak tidak seimbang menyebabkan kulit berminyak, bahan kimia, dan patogen berbahaya pada polusi makin mudah menempel di kulit.

Akibatnya, kotoran yang menempel di pipi ini akan menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat.

2. Mengonsumsi susu sapi

Ternyata, alergi susu sapi tidak hanya dialami oleh bayi. Mengonsumsi susu sapi dapat menjadi salah satu penyebab penyakit kulit seperti jerawat.

American Academy of Dermatology Association menyebutkan bahwa semua jenis susu sapi (utuh, rendah lemak, dan skim) berpotensi meningkatkan timbulnya jerawat.

Alergi susu sapi biasanya disebabkan oleh intoleransi laktosa pada susu sapi. 

Sementara itu, jerawat yang timbul di pipi diduga diakibatkan oleh reaksi hormon tubuh terhadap kandungan susu. Reaksi ini menyebabkan peradangan pada pori-pori kulit.

3. Seprai yang kotor

Tidak mengganti seprai kasur dan bantal secara rutin dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat di pipi.

Tanpa kita sadari, seprai yang kita gunakan juga bisa terpapar kotoran yang jatuh dari langit-langit kamar, debu, hingga bakteri yang mungkin terbawa oleh Anda dari luar rumah. 

Jika kotoran ini menempel di pipi dan menghalangi pori-pori kulit, Anda akan berisiko mengalami jenis jerawat di pipi.

4. Salah menggunakan produk skincare

penyebab jerawat di pipi

Memakai produk kecantikan yang tidak cocok di kulit dapat menjadi penyebab jerawat di pipi.

Anda perlu menyesuaikan produk skincare yang akan dibeli dengan tipe kulit Anda.

Pasalnya, kandungan skincare tersebut akan memberikan reaksi yang tak sama pada tipe kulit yang berbeda.

Untuk mengetahui apakah produk kecantikan yang Anda pilih cocok atau tidak, oleskan sedikit di sekitar leher dan tunggu reaksi yang muncul setidaknya satu hari.

Tak hanya itu, cara pakai skincare yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas kandungan skincare, memicu jerawat, bahkan iritasi.

5. Faktor genetik

Menurut situs Cleveland Clinic, faktor genetik ikut berperan sebagai penyebab jerawat di pipi.

Faktor genetik ini memengaruhi seberapa sering kulit Anda memproduksi sebum (zat minyak) secara berlebihan yang dapat menyumbat pori-pori.

Bila memiliki orang tua atau keluarga dekat yang mengalami masalah jerawat, Anda juga mungkin berisiko terkena masalah kulit yang sama.

6. Masalah hormon

Kelebihan hormon androgen dapat meningkatkan produksi sebum di kulit yang menjadi penyebab jerawat di pipi.

Peningkatan kadar hormon ini biasanya disebabkan oleh kehamilan, penggunaan pil KB, menstruasi, hingga terapi testosteron.

Di sisi lain, kadar hormon estrogen yang rendah bisa menyebabkan timbulnya jerawat di pipi, misalnya selama masa perimenopause pada perempuan.

7. Pola makan tidak sehat

Tidak menjaga pola makan sehat juga dapat menjadi penyebab jerawat di pipi.

Mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan insulin yang mengganggu kerja hormon di dalam tubuh seperti estrogen dan androgen.

Akibatnya, fluktuasi hormon ini memicu produksi minyak berlebih pada kulit pipi dan menimbulkan jerawat.

8. Kebiasaan sehari-hari

penyebab jerawat di pipi

Anda mungkin tidak menyadari bahwa ponsel yang selalu Anda bawa ke mana-mana sangat rentan terpapar kotoran dan bakteri di permukaannya.

Setiap kali Anda memegang ponsel dan menempelkannya ke wajah untuk menelepon, saat itulah patogen di permukaan ponsel dapat menempel ke pipi Anda.

Tak hanya itu, jarang mencuci wajah terutama setelah tiba dari luar ruangan.

Hal ini dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat karena kuman dan kotoran yang menempel di wajah.

9. Stres

Menurut sebuah penelitian di Saudi Arabia yang dimuat dalam jurnal Clinical, Cosmetics, and Investigational Dermatology (2017), stres berkaitan erat dengan masalah jerawat.

Beberapa pasien yang terlibat dalam penelitian tersebut mengalami peningkatan hormon kortisol saat stres. Hormon ini dapat memperparah masalah jerawat yang Anda alami.

Saat stres, biasanya seseorang juga cenderung mengalami masalah nafsu makan. Hal dapat mengarah pada pola makan tak sehat yang menjadi salah satu penyebab jerawat di pipi.

10. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan yang mengandung kortikosteroid, litium, dan obat untuk epilepsi dapat berkaitan dengan masalah jerawat.

Obat-obatan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon tertentu yang berpotensi memicu munculnya jerawat di wajah.

Jika memiliki faktor risiko lain, seperti yang disebutkan di atas, konsumsi obat-obatan ini bisa membuat jerawat jadi terus-menerus muncul meski sudah melakukan perawatan.

Cara mengatasi jerawat di pipi

Saat masalah kulit seperti jerawat semakin mengganggu penampilan, Anda bisa mencoba perawatan alami maupun medis untuk mengatasinya.

Berikut ini cara mengatasi jerawat di pipi yang bisa Anda lakukan di rumah.

  • Rajin membersihkan wajah terutama sebelum tidur.
  • Menggunakan produk skincare sesuai jenis kulit.
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih.
  • Gunakan skincare dengan tepat atau rutin melakukan perawatan kulit.
  • Gunakan masker atau penutup wajah untuk melindungi wajah dari polusi.

Jika kondisi jerawat tidak juga membaik, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 12/08/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan