Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

6 Cara Alami Mengatasi Beruntusan akibat Skincare

    6 Cara Alami Mengatasi Beruntusan akibat Skincare

    Tidak cocok memakai produk kecantikan bisa menyebabkan beruntusan di wajah. Anda perlu tahu cara mengatasi wajah beruntusan akibat skincare untuk mencegah kondisi yang semakin parah.

    Tak perlu khawatir, Anda bisa mencoba tips mengatasi wajah beruntusan yang mudah dilakukan di rumah berikut ini.

    Cara mengatasi wajah beruntusan akibat skincare

    Beruntusan di wajah karena skincare merupakan masalah kulit yang sering terjadi akibat tidak cocok pada bahan tertentu dalam produk perawatan kulit.

    Kesalahan urutan pemakaian skincare juga bisa mengakibatkan beruntusan di wajah.

    Untuk mengatasi wajah beruntusan akibat skincare, Anda sebaiknya tidak mencoba sembarang cara.

    Pasalnya, perawatan kulit yang tidak tepat justru bisa memperparah kondisi beruntusan di jidat, pipi, maupun bagian wajah lainnya.

    Lantas, seperti apa cara tepat mengatasi beruntusan akibat skincare? Berikut ini langkah-langkahnya.

    1. Hentikan pemakaian skincare

    cara mengatasi wajah beruntusan akibat skincare

    Menurut American Academy of Dermatology, mencoba beberapa produk skincare berbeda dalam waktu berdekatan dapat menyebabkan beruntusan.

    Hal ini dikarenakan produk skincare membutuhkan waktu sekitar 6 – 8 minggu untuk menunjukkan perubahan atau hasilnya di kulit.

    Untuk itu, hentikan pemakaian semua produk skincare Anda untuk sementara waktu demi mengatasi beruntusan.

    Bila ingin mulai memakai produk skincare kembali, pastikan pilih yang tidak mengandung bahan berbahaya.

    Gunakan secara konsisten selama 1 – 2 bulan untuk melihat hasilnya.

    2. Lakukan perawatan dasar

    Selain menghentikan pemakaian produk, cara mengatasi beruntusan di wajah akibat skincare selanjutnya adalah kembali ke perawatan kulit mendasar.

    Anda tentu tetap perlu mencuci wajah dengan rutin dan menerapkan double cleansing dengan benar, terutama setelah menggunakan make up.

    Sisa riasan atau kotoran yang menempel lama di kulit dan tak kunjung dibersihkan akan menyumbat pori-pori kulit dan memicu munculnya jerawat.

    Jika Anda memiliki kulit berminyak atau produksi sebum berlebih, beruntusan lebih susah hilang dan berisiko semakin parah.

    3. Hindari menyentuh atau memencet beruntusan

    penyebab beruntusan susah hilang, cara menghilangkan beruntusan yang susah hilang

    Cara yang tak kalah penting dilakukan adalah tidak menyentuh dan memencet beruntusan.

    Beruntusan di wajah Anda berisiko semakin parah bila Anda sering memegang atau mengoreknya.

    Hal ini bisa menyebabkan luka dan mengarah pada timbulnya infeksi maupun radang, terlebih bila Anda menyentuh beruntusan dengan tangan yang kotor.

    Menurut situs Cleveland Clinic, peradangan ini akan mengakibatkan pori-pori membengkak dan meninggalkan jaringan parut (bekas luka) jenis atrofik setelah sembuh.

    Tak hanya pada kondisi beruntusan akibat produk kecantikan kulit, jenis jerawat lainnya juga dapat mengalami peradangan akibat dipencet.

    Tips mencegah memencet jerawat

    • Hindari terlalu sering menatap cermin.
    • Lakukan hal lain yang membuat tangan sibuk.
    • Kompres jerawat dengan air hangat.
    • Oleskan krim jerawat.

    4. Gunakan sunscreen

    Menggunakan tabir surya atau sunscreen adalah hal yang wajib dilakukan sekalipun Anda beraktivitas di dalam ruangan.

    Ini juga merupakan salah satu cara mengatasi wajah beruntusan karena skincare karena sunscreen membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

    Paparan sinar matahari terlalu lama dapat merusak lapisan pelindung kulit dan memperparah kondisi beruntusan.

    Anda bisa memilih tabir surya yang tidak mengandung minyak dan dengan label noncomedogenic yang tidak menyumbat pori-pori.

    5. Oleskan pelembap secara rutin

    Mengalami beruntusan di wajah bukan berarti menghentikan penggunaan pelembap untuk kulit wajah, terutama bila menggunakan skincare untuk jerawat.

    Pasalnya, produk perawatan kulit berjerawat mengandung bahan aktif seperti benzoil peroksida dan salicylic acid yang cenderung membuat kulit kering.

    Saat kulit wajah yang beruntusan menjadi kering, kulit justru akan memproduksi lebih banyak minyak di wajah.

    Kondisi ini akan menyumbat pori-pori dan yang memperparah beruntusan di wajah Anda.

    Menurut situs American Academy of Dermatology, menggunakan pelembap setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan dan mencegah iritasi kulit.

    Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit kepercayaan Anda bila beruntusan yang muncul tak segera membaik atau semakin parah.

    Dokter akan merekomendasikan cara mengatasi wajah beruntusan akibat skincare yang lebih tepat sesuai dengan kondisi kulit Anda.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    10 skin care habits that can worsen acne. (2022). Retrieved 12 September 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/habits-stop

    Moisturizer: Why you may need it if you have acne. (2022). Retrieved 12 September 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/moisturizer

    Acne – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 12 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047

    Acne: Treatment, Types, Causes & Prevention. (2022). Retrieved 12 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12233-acne

    Songsantiphap, C., & Asawanonda, P. (2019). The Correlations between Follicular Fluorescence and Casual Sebum Levels in Subjects with Normal Skin. The Journal Of Clinical And Aesthetic Dermatology, 12(8), 24. Retrieved 12 September 2022 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6715127/

    Clogged Pores: What They Are, Causes, Treatment & Prevention. (2022). Retrieved 12 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22773-clogged-pores

    Fonacier, L., Bernstein, D., Pacheco, K., Holness, D., Blessing-Moore, J., & Khan, D. et al. (2015). Contact Dermatitis: A Practice Parameter–Update 2015. The Journal Of Allergy And Clinical Immunology: In Practice, 3(3), S1-S39. doi: 10.1016/j.jaip.2015.02.009

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 2 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: