4 Metode untuk Hilangkan Bekas Luka Pada Wajah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika sebuah luka sembuh, terdapat kemungkinan bahwa luka tersebut akan menimbulkan bekas. Mungkin tidak masalah jika bekas luka tersebut terletak pada daerah yang tertutup dan tidak terlihat banyak orang, namun tentu akan sangat menjengkelkan apabila luka tersebut terletak di daerah yang terekspos, seperti wajah misalnya. Bekas luka pada wajah dapat timbul karena berbagai sebab seperti cedera, jerawat, luka bakar, ataupun bekas operasi. Karena wajah Anda secara konstan terpapar dengan lingkungan luar, maka bekas luka pada daerah ini akan cenderung lebih sulit untuk hilang.

Anda mungkin dapat menutupi bagian lain dari tubuh Anda sementara luka sembuh, namun wajah merupakan daerah yang sangat sulit untuk ditutupi. Tidak mudah untuk melindungi luka di wajah selama masa penyembuhan, dan tentu saja sangat sulit untuk menjaga salep atau krim wajah untuk tetap melekat pada wajah. Akan tetapi, kabar baiknya adalah, terdapat berbagai alternatif yang dapat Anda pilih untuk menghilangkan bekas luka pada wajah. Anda dapat membaca keuntungan dan kerugian dari masing-masing metode dan mendiskusikannya dengan dokter kulit Anda.

BACA JUGA: 10 Cara Menghilangkan Lubang Bekas Jerawat

Pilihan perawatan untuk menghilangkan bekas luka pada wajah

1. Dermabrasi

Dermabrasi adalah salah satu dari banyak cara yang paling efektif dan popular untuk menghilangkan bekas luka pada wajah. Perawatan ini hanya dapat dilakukan khusus oleh dokter kulit atau dermatologis. Sebuah sikat besi atau roda besi akan digunakan untuk mengelupas lapisan teratas dari kulit Anda.

Melalui metode ini, sekitar 50% dari bekas luka Anda dapat berkurang. Akan tetapi, teknik ini dapat menjadi tidak nyaman bagi sebagian orang. Bagi Anda yang berkulit wajah sensitif atau memiliki kelainan autoimun, Anda mungkin sebaiknya memilih alternatif lain.

Beberapa komplikasi yang dapat muncul dari teknik ini adalah infeksi, kulit wajah yang lebih gelap, kemerahan, dan bengkak.

2. Peeling kimiawi

Peeling adalah teknik pengelupasan dengan bahan kimia menggunakan asam lemah yang dioleskan pada kulit wajah. Sebagai hasilnya, bagian atas dari kulit wajah yaitu lapisan epidermis akan mengelupas dan mengekspos lapisan kulit yang lebih baru.

Terdapat tiga jenis teknik:

  • Deep peel: Teknik ini menggunakan fenol dan merupakan jenis yang paling banyak digunakan karena dapat menembus hingga bagian kulit yang lebih dalam. Metode ini biasa membutuhkan hingga 3 minggu untuk sembuh. Kulit Anda akan diperban dan harus diganti beberapa kali dalam sehari.
  • Superficial peel: Teknik ini memberikan efek yang lebih ringan dan dapat memperbaiki kelainan warna kulit akibat luka kecil.
  • Medium peel: Teknik ini biasa menggunakan asam glikolat dan digunakan untuk perawatan anti-aging.

Peeling kimiawi merupakan perawatan kulit yang populer dan dapat dijumpai di mana-mana. Selain itu, metode ini juga dapat menghilangkan bercak penuaan dan keriput pada wajah. Hasilnya, kulit Anda akan terlihat lebih halus dan muda. Akan tetapi, teknik ini dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap matahari sehingga dapat menyebabkan luka bakar. Oleh karena itu, metode ini kurang cocok bagi Anda yang berkulit sensitif, terutama jika Anda memiliki riwayat eksim. Jika Anda memiliki penyakit psoriasis dan rosacea, Anda juga tidak dianjurkan menggunakan teknik ini karena dapat memperparah gejala penyakit Anda.

Peeling kimiawi juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui. Selain itu teknik ini kurang memberikan hasil yang memuaskan bagi Anda yang berkulit gelap.

BACA JUGA: Serba-serbi Suntik Putih: Apakah Aman dan Benar Efektif?

3. Laser

Teknik ini memiliki tujuan yang sama seperti peeling dan dermabrasi, yaitu membuang lapisan teratas kulit. Namun, berbeda dari kedua metode sebelumnya, metode ini menggunakan sinar laser untuk membuang lapisan kulit.

Terdapat dua jenis laser, yaitu erbium dan karbon dioksida. Erbium merupakan metode yang paling aman untuk wajah, namun karbon dioksida merupakan yang paling efektif untuk mengatasi bekas luka. Setelah Anda menjalani prosedur ini, wajah Anda akan diperban hingga benar-benar sembuh.

Kelebihan teknik ini adalah, waktu penyembuhannya yang relatif singkat dibandingkan teknik lain yaitu sekitar 3-10 hari. Sedangkan kerugiannya adalah teknik ini dapat menimbulkan infeksi, bekas luka baru, dan kelainan pigmentasi. Laser juga tidak dianjurkan bagi Anda yang sedang berjerawat dan  memiliki kulit gelap.

4. Operasi plastik

Metode ini merupakan yang paling invasif dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. Melalui operasi, jaringan parut atau bekas luka akan diangkat dengan pisau. Untuk menjalani prosedur ini, Anda perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter bedah plastik. Metode ini biasanya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan metode lain. Akan tetapi, biaya diperlukan juga sangat tinggi. Selain itu salah satu komplikasi yang dapat timbul adalah munculnya infeksi setelah operasi.

Bagaimana mencegah munculnya bekas luka pada wajah?

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Merawat luka dengan baik dapat meminimalisir terbentuknya bekas luka di kemudian hari. Jika Anda memiliki luka pada wajah, pastikan agar luka tersebut tetap bersih. Anda dapat mengoleskan minyak ter atau vaseline untuk menjaga agar luka Anda tetap lembab.

Menggunakan tabir surya juga dapat mencegah timbulnya bekas luka saat luka Anda sudah sembuh. Dengan mengoleskan tabir surya setiap hari, Anda mencegah luka Anda menjadi coklat atau merah akibat paparan sinar matahari. Pastikan juga tabir surya yang Anda gunakan memiliki SPF 30 atau lebih.

BACA JUGA: Apa Itu SPF, dan Apa Bedanya Sunscreen Dengan Sunblock?

Kesimpulan

Terdapat banyak pilihan untuk mengobati bekas luka, namun tentu saja pilihan berada di tangan Anda. Banyak hal yang dapat mempengaruhi, seperti biaya, risiko, dan jenis bekas luka. Anda sebaiknya berkonsultasi terhadap dokter kulit untuk membantu Anda memilih terapi yang tepat. Penting juga untuk diingat,  bahwa sebagian besar bekas luka bersifat permanen. Jadi, walaupun perawatan dapat mengurangi bekas luka, namun belum tentu perawatan tersebut dapat menghilangkan bekas luka Anda seluruhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit