Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Mulai Bersekolah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini, orangtua berbondong-bondong memasukkan anak mereka untuk sekolah dari usia yang masih sangat dini, bahkan ada yang dimulai dari usia 1 tahun. Entah alasan apa yang mendasari orangtua memasukkan anak usia dini ke sekolah. Apa itu untuk ego, kebanggaan, atau memang kebutuhan si anak.

Pada dasarnya, sekolah di Indonesia sendiri terbagi menjadi 4 tingkatan, yaitu tingkat bermain, wajib dasar, menengah dan tinggi. Namun, orangtua atau anak bisa bebas memilih mau dimulai dari tingkat bermain atau langsung tingkat dasar yang wajib. Kira-kira kapan, sih, usia tepat untuk anak mulai sekolah?

Usia anak mulai sekolah bisa ditentukan dari kesiapan dan kemauan anak

Waktu dan usia untuk memasukkan anak ke sekolah bisa didasari pada saat anak Anda sadar akan keinginannya bersekolah. Anak bisa mengatakan dan menunjukkan ketertarikannya sendiri kepada Anda ketika ia ingin pergi sekolah. Biasanya, anak yang berusia 3-4 tahun, akan mengungkapkan sendiri keinginan untuk bersekolah karena melihat keluarga atau teman-temannya bersekolah.

Nah, pada saat inilah orang tua harus peka untuk memberi dukungan dan tidak lupa menerapkan pada anak untuk memiliki tanggung jawab terhadap apa yang akan dilakukan di sekolahnya. Tapi kalau anak Anda tidak ada keinginan untuk bersekolah, Anda jangan memaksa dan langsung memasukkan anak ke sekolah. Dengan tidak memaksa anak untuk bersekolah bukan berarti Anda bersikap pasif dan menyerah untuk menunggu kapan anak timbul keinginan untuk sekolah.

Kalau orangtua hanya pasif, hal ini juga akan menimbulkan kerugian pada anak, lho. Anak akan mengalami usia telat pada tingkat pendidikannya dan bisa menimbulkan dampak tertentu. Di sinilah, Anda sebagai orangtua harus aktif dalam berbagai cara untuk menimbulkan rasa ingin sekolah pada si anak. Contohnya, yaitu dengan mengajak anak berjalan-jalan ke area sekolah dekat rumah atau Anda bisa mengajak anak menjemput kerabat yang bersekolah. Dengan begitu, diharapkan menimbulkan rasa keinginan bersekolah anak Anda.

Lalu bagaimana mengetahui kesiapan anak untuk mulai bersekolah?

Selain berupaya untuk menimbulkan rasa ingin bersekolah, Anda juga harus mempertimbangkan faktor kesiapan anak guna menentukan usia tepat masuk sekolah. Pertimbangkan kesiapan fisik, emosional, kemandiriannya, dan kemampuan berbicaranya. Semakin banyak pengalaman bermain dan bersosialisasi yang dimiliki anak-anak sebelum sekolah, kemungkinan mereka akan mengatasi sekolah dengan baik.

1. Kesiapan emosional

Pada faktor kesiapan ini, anak juga harus memiliki tingkat ketenangan dan kemampuan untuk mengatasi hal-hal tertentu, seperti dapat berbicara dengan jelas pada orang dewasa, dapat mengatakan kapan mereka membutuhkan pertolongan, tahu apa yang perlu dilakukan saat mereka ingin buang air, serta memahami pentingnya berbagi saat sedang bermain. 

Anda juag harus perhatikan apakah anak Anda merasa cemas saat Anda tinggal. Bila iya, maka sebaiknya tunda dahulu. Bila ia merasa stres selama Anda tinggal, sekolah hanya akan memberikan stres pada anak Anda. Anda dapat meminimalisir kecemasan ini dengan menjelaskan bahwa anak Anda perlu berpisah dengan Anda selama bersekolah. Jelaskan pula bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara. Setelah waktu sekolah selesai, anak Anda akan bertemu kembali dengan Anda.

2. Kesiapan fisik

Pertimbangan bukan hanya soal emosional dan sikap anak, fisik dan motorik anak menjadi salah satu alasan penting anak mulai sekolah. Pastikan seberapa baik perkembangan motorik anak, dapatkah ia memegang pensil, menggambar sederhana atau bahkan hanya sekedar berpakaian sendiri.

Pasalnya, ketidakmampuan untuk melakukan hal-hal tersebut dapat menyebabkan anak kehilangan kepercayaan diri dan mungkin akan dikucilkan oleh anak-anak lain, yang  mana merupakan awal yang tidak menyenangkan dan mungkin merusak arti sekolah untuk anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit