4 Siasat Membujuk Anak Supaya Mau Minum Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minum obat merupakan hal yang dihindari anak-anak. Obat terkenal dengan rasa yang pahit dan tak enak di lidah bagi anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Sebagai orangtua, pasti Anda merasa khawatir jika si kecil jatuh sakit, apalagi saat ia tidak mau minum obat. Jangan khawatir, jika anak Anda susah minum obat, berikut tips membujuk anak minum obat yang bisa Anda coba.

Alasan anak-anak enggan minum obat

Hampir semua anak susah ketika disuruh minum obat. Anda pasti susah membujuk anak minum obat jika anak sudah mempunyai pandangan mengerikan sendiri terhadap obat. Sebelum memaksa minum obat, Anda harus tahu dulu alasan mengapa mereka enggan minum obat, padahal tubuhnya sedang sakit.

Seperti yang telah disinggung di atas, alasan umumnya terjadi karena rasa obat tidak enak. Obat juga punya aroma menusuk dan menyengat di penciuman anak-anak. Tak jarang juga, di kondisi anak yang sedang lemah, mood-nya jadi tidak baik. 

Karena itulah orangtua kadang mulai dengan membujuk anak minum obat, tapi lama-lama bisa berubah menjadi paksaan. Bahkan anak mungkin perlu “dicekoki”, hanya agar anak tersebut mau minum obat.

Lalu, adakah tips dan trik membujuk anak minum obat?

Jangan khawatir, anak Anda masih bisa tetap minum obat dengan tenang tanpa drama. Di bawah ini adalah beberapa tips membujuk anak minum obat yang bisa Anda praktikkan di rumah, terutama jika Anda memiliki anak balita.

1. Bujuk pelan-pelan

Kadang anak butuh dijelaskan, bukan dipaksa ketika ia tidak mau melakukan hal yang ia tidak mau lakukan. Ini merupakan cara paling dasar ketika Anda ingin memberikan pola asuh yang baik. Jika anak sekiranya sudah bisa diajak berbicara dan bernalar, Anda bisa memberi penjelasan pada anak soal pentingnya obat.

Coba Anda katakan dengan jelas dan lembut seperti, “Kalau nggak minum obat, nanti badanmu nggak sembuh-sembuh. Besok jadi nggak bisa main ke rumah temanmu, dong?”

Gunakan perumpamaan atau cantumkan kegiatan yang ia idam-idamkan dengan “minum obat agar  cepat sehat” sebagai ucapan di tengah-tengah bujukan Anda. Jangan lupa jelaskan juga bahwa obat berfungsi untuk melawan penyakit yang ada dalam tubuhnya.

2. Rayu dengan hadiah

Bila membujuk sambil menjelaskan pelan-pelan tidak bisa membuat anak Anda minum obat, Anda bisa mencoba cara lain dengan mengimingi hadiah tertentu. Cara ini tidak boleh terlalu sering dilakukan. Lakukan jika anak benar-benar tidak mau minum obat. 

Akan tetapi, jangan beri iming-iming atau sogokan yang tidak sehat seperti permen atau jajanan lainnya. Anda bisa menawarkan menu makanan kesukaannya misalnya sup ayam atau tempe goreng tepung.

3. Selipkan obat dalam makanan 

Alternatif lainnya untuk membuat anak minum obat, Anda bisa menyempilkan obat di antara makanannnya. Contoh, selipkan obat tablet (yang sudah digerus) ke dalam makanan seperti bubur atau di dalam roti isi. Anda juga bisa mencampurkan obat dengan madu bila rasanya tidak enak. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter dan apoteker, ya. 

4. Pancing anak dengan bermain peran atau cerita yang seru

Terakhir, Anda bisa membuat anak minum obat dengan berlakon seperti dokter dan pasien. Balita atau anak-anak biasanya suka dengan permainan peran seperti ini. Pancing dengan memainkan peran bergantian. Ajak anak main dokter-dokteran beberapa saat sebelum minum obat. Jangan lupa juga selipkan percakapan yang mengatakan bahwa setiap orang yang sedang sakit butuh minum obat agar cepat sembuh.

Anda bisa berperan sebagai dokter dan anak menjadi pasien, atau bisa menggunakan boneka kesayangannya sebagai pasien yang sakit. Anda juga bisa menciptakan kisah pahlawan yang sedang sakit dan butuh ramuan ajaib (yaitu obat si kecil) untuk menyembuhkannya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit