Ini Akibatnya Jika Kuku Anak Tidak Rutin Digunting

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak biasanya suka menggigit kukunya, terlebih jika kukunya sedang panjang. Padahal, bisa saja di dalam kukunya ada kuman-kuman bersembunyi. Ini memungkinkan kuman-kuman di tangan dan kuku anak masuk ke dalam tubuh. Tentu, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada anak. Untuk itu, disarankan agar anak selalu menjaga kebersihan kuku.

Apa akibatnya jika kebersihan kuku anak tidak dijaga?

Anak kecil biasanya lebih banyak memegang benda-benda yang ada di sekitarnya. Kemudian, suka memasukkan tangannya yang kotor itu ke mulut, menggigit kukunya yang sudah hitam-hitam, sampai-sampai mungkin kukunya tertelan. Ini tentu dapat menjadi sumber masalah kesehatan pada anak.

Kuku merupakan lingkungan yang disukai kuman untuk berkembang biak dan hidup, terlebih lagi jika kuku anak panjang. Sehingga, menggigit atau mengemut kuku memungkinkan kuman pada kuku masuk ke dalam tubuh anak. Hal ini dapat menyebabkan anak mengalami penyakit infeksi.

Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyerang anak karena kurang menjaga kebersihan tangan dan kukunya adalah:

1. Diare

Kotoran pada kuku anak yang masuk ke dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan anak mengalami diare. Anak lebih rentan mengalami diare karena kekebalan tubuh anak pun belum sekuat orang dewasa. Diare yang parah kemudian dapat membuat anak mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Selain itu, diare juga dapat membuat anak mengalami kekurangan nutrisi. Jadi, jangan anggap sepele diare pada anak.

2. Infeksi cacing kremi

Kebersihan tangan dan kuku yang tidak dijaga juga dapat menyebabkan infeksi cacing kremi. Cacing kremi dapat menempel di kuku saat anak menggaruk daerah anaknya, setelah anak dari kamar mandi, atau setelah anak mengganti popok. Kemudian, cacing kremi dapat masuk ke dalam saluran pencernaan anak saat ia memegang makanan, menggigit kukunya, atau mengemut jarinya. Cacing kremi ini kemudian dapat tinggal di dalam usus besar dan rektum anak.

3. Infeksi kuku

Infeksi kuku bisa terjadi jika kuku anak tidak dirawat dengan baik. Ini bisa terjadi baik pada kuku tangan maupun kuku kaki. Infeksi kuku biasanya ditandai dengan pembengkakkan kulit di sekitar kuku, nyeri di sekitar kuku, atau penebalan pada kuku. Pada beberapa kasus, infeksi kuku ini bisa serius sehingga perlu penanganan dokter.

Bagaimana menjaga kebersihan kuku anak?

Penting bagi orangtua untuk memerhatikan kebersihan kuku ini. Ini merupakan salah satu upaya agar anak tidak terserang penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, atau virus. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan kuku anak adalah:

  • Menjaga kuku anak selalu pendek. Memotong kuku anak secara rutin penting dilakukan agar kuku anak tidak dibiarkan panjang dan menjadi sarang kuman penyakit. Para ahli menyarankan agar orangtua membantu anak memotong kukunya sampai anak bisa memotong kuku sendiri, kira-kira sampai berumur 9-10 tahun. Potong kuku anak setelah anak mandi, ini akan memudahkan karena kuku akan lebih lembut pada saat ini.
  • Biasakan anak cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat bagian bawah kuku anak dengan sabun dan air setiap kali anak cuci tangan.
  • Sebelum memotong kuku anak, jangan lupa untuk membersihkan gunting kuku sebelum digunakan. Hal ini terutama dilakukan bila gunting kuku dipakai oleh banyak orang.
  • Jangan biarkan anak menggigit atau mengemut kukunya.
  • Jangan biarkan anak menggaruk kulit di sekitar daerah anal.
  • Jangan memotong kutikula kuku anak, yaitu kulit keras yang ada di pinggiran kuku. Kutikula kuku merupakan penghalang kuman atau bakteri untuk masuk ke kuku. Ini berfungsi agar Anda terhindar dari infeksi.
  • Jangan biarkan anak merobek atau menggigit bintil kuku, ini akan menyakiti anak. Bintil kuku adalah kulit kecil yang terkelupas di pinggiran kuku, kulit ini terpisah dari kutikula atau kuku. Jika bintil kuku muncul, sebaiknya dipotong menggunakan gunting kuku.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ya, antibodi bayi yang baru lahir didapatkan dari sang ibu yang diberikan sejak bayi ada dalam kandungan. Lalu, kapan bayi mulai punya sistem imun sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Suhu badan yang tinggi merupakan reaksi umum ketika si Kecil menerima imunisasi. Yuk, simak ragam cara meredakan demam setelah imunisasi sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
meredakan demam setelah imunisasi
Kesehatan Anak, Parenting 1 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Menurut survei tersebut, perempuan lebih disiplin menjalankan kebiasaan mencuci tangan ketimbang laki-laki dan anak muda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit