Kenapa Anak Harus Dibiarkan Bermain di Luar Rumah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semakin maju zaman tampaknya semakin terbatas permainan untuk anak-anak. Anak-anak semakin jarang bermain di luar rumah bersama dengan teman-temannya dan mengeksplor dirinya. Pemandangan yang mungkin sering Anda lihat sekarang adalah anak-anak bermain di dalam rumah bersama gadget-nya. Padahal, membolehkan anak bermain di luar rumah mempunyai manfaat penting tersendiri untuk perkembangan anak. Apa saja?

Alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah

Banyak alasan yang melatarbelakangi orangtua melarang anaknya bermain di luar rumah. Di antaranya adalah karena takut anak tertular penyakit dan banyak bahaya yang mengancam anak jika bermain di luar. Padahal, sebenarnya dengan membolehkan anak bermain di luar, orangtua juga membuat anak lebih kebal terhadap penyakit.

Bermain di luar rumah, membiarkan anak bermain kotor-kotoran, terpapar dengan bakteri dan segala jenis kuman, justru dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak berkembang. Tubuh anak bisa lebih mengenal segala jenis zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh sehingga bisa membentuk faktor pertahanan yang lebih hebat.

Selain itu, faktor bahaya yang banyak mengancam anak di luar rumah sebenarnya bisa diatasi dengan cara orangtua mengawasi anak saat bermain di luar rumah. Dengan adanya pengawasan dari orangtua, anak juga merasa lebih aman sehingga lebih merasa bebas untuk bermain dan mengeksplor dirinya.

Manfaat membolehkan anak bermain di luar rumah

Banyak manfaat yang bisa diterima anak saat dirinya bermain di luar rumah, termasuk untuk pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik dan mental. Beberapa manfaat dari bermain di luar rumah adalah:

1. Mendukung pertumbuhan tulang anak

Bermain di luar rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk menerima sinar matahari. Di mana, sinar matahari membantu meningkatkan vitamin D pada tubuh yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Ini merupakan manfaat yang tidak bisa anak terima jika hanya bermain di dalam rumah. Membiarkan anak bermain di luar rumah dan terpapar sinar matahari selama 10-15 menit saja sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D untuk pertumbuhan tulangnya.

2. Mendorong anak untuk berolahraga

Banyak aktivitas yang bisa anak lakukan di luar rumah. Ruang yang luas tidak membatasi anak untuk melakukan apa saja, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan lainnya. Secara tak sadar, ini juga merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan untuk anak. Hal ini tentu dapat membuat anak lebih aktif bergerak dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

3. Merangsang kreativitas dan imajinasi

Alam dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak lebih luas, dibanding anak hanya melihat layar hp, komputer, atau televisi. Anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, mencium, dan mendengar, sehingga lebih banyak mengaktifkan indera mereka. Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas, sehingga bisa menciptakan kreativitas dan imajinasi yang juga lebih luas.

4. Melatih cara berpikir anak untuk menyelesaikan masalah

Bermain di luar (apalagi dengan teman) dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak. Anak menghadapi masalah yang nyata dibandingkan hanya memecahkan masalah di video game. Hal ini kemudian dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan menjadi lebih mandiri.

5. Melatih kepercayaan diri

Berinteraksi dengan dunia luar -dengan alam dan dengan teman bermainnya- dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan. Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang baru, mengenal lingkungan baru. Sehingga, bermain di luar bersama teman juga dapat melatih kepercayaan diri anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips melatih anak belajar tengkurap

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit