Kenapa Anak Harus Dibiarkan Bermain di Luar Rumah?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 20, 2020
Bagikan sekarang

Semakin maju zaman tampaknya semakin terbatas permainan untuk anak-anak. Anak-anak semakin jarang bermain di luar rumah bersama dengan teman-temannya dan mengeksplor dirinya. Pemandangan yang mungkin sering Anda lihat sekarang adalah anak-anak bermain di dalam rumah bersama gadget-nya. Padahal, membolehkan anak bermain di luar rumah mempunyai manfaat penting tersendiri untuk perkembangan anak. Apa saja?

Alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah

Banyak alasan yang melatarbelakangi orangtua melarang anaknya bermain di luar rumah. Di antaranya adalah karena takut anak tertular penyakit dan banyak bahaya yang mengancam anak jika bermain di luar. Padahal, sebenarnya dengan membolehkan anak bermain di luar, orangtua juga membuat anak lebih kebal terhadap penyakit.

Bermain di luar rumah, membiarkan anak bermain kotor-kotoran, terpapar dengan bakteri dan segala jenis kuman, justru dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak berkembang. Tubuh anak bisa lebih mengenal segala jenis zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh sehingga bisa membentuk faktor pertahanan yang lebih hebat.

Selain itu, faktor bahaya yang banyak mengancam anak di luar rumah sebenarnya bisa diatasi dengan cara orangtua mengawasi anak saat bermain di luar rumah. Dengan adanya pengawasan dari orangtua, anak juga merasa lebih aman sehingga lebih merasa bebas untuk bermain dan mengeksplor dirinya.

Manfaat membolehkan anak bermain di luar rumah

Banyak manfaat yang bisa diterima anak saat dirinya bermain di luar rumah, termasuk untuk pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik dan mental. Beberapa manfaat dari bermain di luar rumah adalah:

1. Mendukung pertumbuhan tulang anak

Bermain di luar rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk menerima sinar matahari. Di mana, sinar matahari membantu meningkatkan vitamin D pada tubuh yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Ini merupakan manfaat yang tidak bisa anak terima jika hanya bermain di dalam rumah. Membiarkan anak bermain di luar rumah dan terpapar sinar matahari selama 10-15 menit saja sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D untuk pertumbuhan tulangnya.

2. Mendorong anak untuk berolahraga

Banyak aktivitas yang bisa anak lakukan di luar rumah. Ruang yang luas tidak membatasi anak untuk melakukan apa saja, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan lainnya. Secara tak sadar, ini juga merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan untuk anak. Hal ini tentu dapat membuat anak lebih aktif bergerak dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

3. Merangsang kreativitas dan imajinasi

Alam dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak lebih luas, dibanding anak hanya melihat layar hp, komputer, atau televisi. Anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, mencium, dan mendengar, sehingga lebih banyak mengaktifkan indera mereka. Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas, sehingga bisa menciptakan kreativitas dan imajinasi yang juga lebih luas.

4. Melatih cara berpikir anak untuk menyelesaikan masalah

Bermain di luar (apalagi dengan teman) dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak. Anak menghadapi masalah yang nyata dibandingkan hanya memecahkan masalah di video game. Hal ini kemudian dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan menjadi lebih mandiri.

5. Melatih kepercayaan diri

Berinteraksi dengan dunia luar -dengan alam dan dengan teman bermainnya- dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan. Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang baru, mengenal lingkungan baru. Sehingga, bermain di luar bersama teman juga dapat melatih kepercayaan diri anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting April 27, 2020

4 Cara Alami Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

Tubuh lemas saat puasa? Tidak perlu khawatir, coba tips ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda, agar tetap kuat dan sehat saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan April 26, 2020

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting April 26, 2020

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting April 22, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang Mei 14, 2020
Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 10, 2020
Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang Mei 1, 2020
Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang April 30, 2020