4 Cara Jitu Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Anda pasti sering mendengar pepatah yang berbunyi, “Berani berbuat berani bertanggung jawab,” bukan? Walaupun makna dari pepatah ini cukup mudah dimengerti, sebagian besar orang dewasa masih saja ada yang lalai. Nah, itulah sebabnya rasa tanggung jawab harus ditanamkan dan dilatih sejak dini. Namun, bagaimana mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Cara melatih rasa tanggung jawab pada anak

Dilansir dari Parents, Kate Roberts, Ph.D., seorang psikolog asal Boston, Amerika Serikat berpendapat anak-anak sering kali berbuat salah karena sebagian besar dari mereka belum mampu mengendalikan diri ― tidak berpikir lebih dahulu apa risikonya sebelum bertindak. Namun, mereka sendiri tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Jadi, wajar saja bila Anda sering melihat anak-anak yang menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan jika dirinya melakukan kesalahan.

Selain tidak menyadari kesalahannya, melimpahkan kesalahan pada orang lain adalah cara polos anak-anak untuk menghindari hukuman atau konsekuensinya. Nah, untuk mengubah pola pikir anak dalam kasus seperti ini, Anda harus mengajarinya rasa tanggung jawab. Berikut kiat cerdas orangtua untuk melatih rasa tanggung jawab pada anak atas tindakannya.

1. Beri pemahaman apa itu tanggung jawab

anak berbohong

Jika anak mulai berulah tapi bersikeras tidak mengakui kesalahan, jangan langsung dimarahi atau dibentak. Bila Anda marah, anak semakin tidak akan mau mendengarkan perkataan Anda. Mereka mungkin akan membalas perkataan Anda atau malah menangis. Tentu ini akan semakin sulit untuk dihadapi.

Jadi, langkah yang sebaiknya Anda lakukan adalah hadapi anak dengan tenang. Jelaskan apa kesalahannya dan tanyakan padanya siapa yang harus bertanggung jawab. Penjelasan sebab-akibat ini membantu anak untuk memahami apa itu tanggung jawab.

Bila anak masih belum memahami, buatlah penjelasan yang lebih sederhana. Lalu, tegaskan apa yang harus dilakukan untuk bertanggung jawab serta ingatkan anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu, termasuk untuk tidak lagi menyalahkan orang lain.

2. Ajari anak untuk memecahkan masalah

pelecehan seksual anak

Ketika anak mencoba melimpahkan kesalahannya pada orang lain, ajari anak untuk membedakan apa itu alasan dan penjelasan. Alasan adalah cara seseorang untuk tidak mengakui kesalahan. Ini berbeda dengan penjelasan, yang dimaksudkan untuk membantu orang lain memahami situasi yang sedang dihadapinya. Biasanya anak-anak mengalami kesulitan untuk membedakannya dan butuh waktu untuk memahaminya.

Saat anak terus beralasan, yang harus Anda lakukan menyuruhnya untuk berhenti dan fokus kembali dengan “kesalahan”. Tanyakan kembali adakah hal yang bisa anak lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jika anak mengalami kesalahan, maka beri anak beberapa pilihan. Cara ini merangsang anak untuk membuat beberapa pilihan jika dihadapkan dalam sebuah masalah, memikirkan apa risiko yang akan dihadapi, dan akhirnya bisa mengambil keputusan yang paling tepat.

3. Kenalkan anak dengan berbagai peraturan

anak korban bully

Waktu luang antara Anda dan anak adalah kesempatan yang baik untuk memberi penjelasan mengenai berbagai peraturan. Entah itu peraturan yang ada di rumah, di sekolah, atau di tempat umum. Jika aturan tersebut itu dilanggar, maka jelaskan juga konsekuensi yang harus anak dapatkan. Dengan begitu, anak akan mengikuti aturan sebaik mungkin dan lebih berhati-hati dalam berbicara atau bertindak.

4. Beri tahu anak bahwa melakukan kesalahan itu tidak selalu buruk

kenapa anak perlu pendidikan seks

Anak-anak kadang merasa takut dan cemas saat melakukan kesalahan. Mereka takut untuk dihukum atau dimarahi sehingga cenderung untuk menyalahkan orang lain. Untuk mengatasi ini, tunjukkan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan hal ini wajar saja, asal tidak mengulang-ulang kesalahan yang sama.

Walaupun akan ada konsekuensinya, anak bisa belajar dari kesalahan ini supaya tidak mengulanginya lagi. Berikan pujian jika Anda sudah berani mengakui dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

    Rasisme bukanlah topik yang sederhana. Namun, penting bagi orangtua untuk menjelaskan rasisme kepada anak sejak dini untuk mencegahnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Parenting, Tips Parenting 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

    Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    Konten Bersponsor
    menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

    5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit