5 Jenis Permainan Anak Perempuan yang Seru dan Mengasyikkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika bosan atau tidak ingin membatasi pilihan mainan si kecil hanya dengan boneka dan permainan masak-masakan, Anda perlu putar otak lebih dalam lagi. Carilah permainan anak perempuan yang dapat menawarkan kesenangan sekaligus manfaat terbaik untuk tumbuh kembang si buah hati.

Berbagai jenis permainan anak perempuan

Tidak ada salahnya memberikan anak perempuan boneka untuk teman bermain. Boneka dapat melatih kecakapan anak dalam berbahasa dan berkomunikasi di awal masa tumbuh kembangnya. Bermain boneka juga dapat mengembangkan rasa empati dan imajinasinya. Contohnya, anak bisa berimajinasi bahwa dirinya adalah dokter dan sang boneka adalah pasiennya.

Namun, sayang rasanya jika harus membatasi mainan anak dengan yang itu-itu saja. Padahal ada banyak lagi jenis permainan untuk anak perempuan yang tidak cuma melulu boneka. Misalnya:

1. Susun bangun

Permainan susun bangun menggunakan balok warna-warni bukan cuma boleh dimainkan anak laki-laki. Perempuan juga boleh!

Permainan ini membantu mengasah kemampuan motorik halus anak untuk mengambil, mengangkat, dan memindahkan balok dengan tangannya. Lambat laun, bermain susun balok akan membantu membangun kekuatan otot-otot kecil di tangannya yang akan membantu si kecil melakukan keterampilan lain, seperti belajar menulis.

Selain itu, permainan susun balok juga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengembangkan imajinasi anak. Dari balok-balok yang terpisah, anak bisa membangun satu cerita yang ia bayangkan dalam kepalanya. Misalnya istana di tengah hutan atau pesawat ulang-alik yang terbang di luar angkasa.

Sementara anak membangun kreasinya, ia juga akan belajar arti kerja keras dan kegigihan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain, permainan ini juga ikut membantu mereka mengembangkan insting memecahkan masalah dan rasa percaya diri.

2. Puzzle

Permainan anak perempuan satu ini membantu melatih kemampuan kognitif dan pemecahan masalah si kecil. Anda bisa membeli puzzle yang banyak dijual di pasaran atau membuatnya sendiri di rumah.

Jika si kecil sudah bisa menggambar sendiri, mintalah si kecil untuk menggambar di selembar karton tebal atau papan. Kemudian gunakan pensil untuk membentuk sketsa potongan puzzle pada gambar tersebut. Setelah itu, potonglah kertas karton atau papan tadi sesuai dengan pola puzzle yang dibuat. Voila! Puzzle buatan sendiri siap dimainkan.

3. Joget patung

Pilihlah beberapa lagu favorit anak-anak Anda dan kencangkan volumenya. Mintahlah anak perempuan Anda untuk menari-nari sesuka hatinya sampai musik berhenti. Ketika musik berhenti, mereka harus diam mematung di posisi apa pun yang sedang mereka lakukan, bahkan jika mereka harus berdiri dengan satu kaki.

Nah, untuk membuat permainan ini lebih menantang, mintalah anak-anak untuk diam mematung dengan meminta pose tertentu, misalnya menjadi hewan, bentuk huruf, atau bahkan postur yoga.

Kebanyakan balita menyukai permainan satu ini.

4. Plastisin lilin

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan mainan anak satu ini. Plastisin lilin atau yang juga dikenal dengan sebutan play dough dapat membantu mengasah kemampuan berpikir dan imajinasi anak, permainan ini juga melatih keterampilan motorik anak untuk menggenggam, memilin, atau menekan benda. Si kecil bisa membentuk plastisin tepung atau tanah liat menjadi berbagai bentuk, misalnya bintang, bulan, mobil, bunga dan lain-lain.

Ketimbang harus membeli, Anda bisa lho membuat plastisin sendiri di rumah. Selain lebih hemat, plastisin yang dibuat sendiri juga lebih terjamin keamanannya karena menggunakan bahan-bahan alami. Anda bisa membuat plastisin dari tanah liat atau tepung terigu. Walaupun terbuat dari bahan-bahan alami, plastisin ini sama awetnya seperti plastisin mainan yang banyak dijual di pasaran.

Permainan sederhana ini sekaligus membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

5. Lempar tangkap bola

Siapa bilang bola tidak bisa dijadikan permainan anak perempuan? Bermain lempar tangkap bola bersama putri kesayangan di taman rumah atau lapangan kompleks sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan motorik kasarnya.

Selain untuk melatih koordinasi gerak tubuhnya, permainan lempar tangkap bola juga dapat menjadi cara yang baik untuk anak berolahraga ringan.

Perhatikan ini dulu sebelum membelikan mainan anak

Agar dapat digunakan secara optimal, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli mainan anak:

1. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak

Membelikan permainan anak perempuan tidak boleh asal karena setiap anak punya kemampuan dan batasan berbeda ketika melakukan sesuatu, termasuk bermain.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum membelikan mainan anak adalah usia dan kemampuan fisik buah hati. Usia anak akan menentukan kemampuannya dalam menggunakan permainan yang Anda belikan.   

Jadi, mainan untuk anak usia 6 bulan tentu tidak sama dengan mainan anak usia 3 tahun.  

2. Belilah secukupnya

Saking inginnya membahagiakan buah hati, beberapa orangtua membelikan permainan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Padahal, langsung membelikan mainan dalam jumlah yang banyak justru membuat anak cepat bosan.

Ya, ketika anak ditawarkan banyak ragam mainan, anak cenderung akan cepat merasa bosan dengan satu mainan dan kemudian beralih ke mainan yang lainnya. Jika setelah itu anak masih merasa bosan, ia akan segera meminta dibelikan mainan baru lagi. Begitu terus siklusnya.

Nah, hal inilah yang dikhawatirkan tidak akan memberikan rasa intim atau perasaan terhubung antara anak dan mainan yang dibelikan Anda.

Tak hanya itu, memberikan memberikan mainan dalam jumlah banyak sekaligus justru dapat membuat anak merasa tidak peduli terhadap mainannya sendiri. Hal ini karena ia merasa memiliki banyak mainan, sehingga kehilangan satu atau beberapa mainan saja tidak akan membuat mainannya habis. Akibatnya, ketika dewasa nanti anak Anda akan sulit memahami arti betapa berharganya satu barang yang ia punya.

2. Jangan terbuai dengan label “mainan cerdas”

Saat ini sudah banyak berbagai macam produk mainan yang diklaim sebagai mainan edukasi dan semacamnya. Sebagai orangtua, mendengar ada mainan dengan embel-embel “mainan cerdas” tentu sangat menggoda. Namun, Anda jangan mudah terbuai dengan klaim kalimat tersebut.

Sebuah laporan tahun 2005 dari Kaiser Foundation menemukan bahwa banyak dari klaim tersebut yang bohong. Mainan yang diklaim sebagai “mainan cerdas” sering kali menggunakan gadget dengan teknologi yang dapat mematikan kreativitas anak.

Ketimbang termakan embel-embel “mainan cerdas”, orangtua sebaiknya memberikan mainan dengan interaksi fisik dan warna yang beraneka ragam. Tujuannya tentu untuk membangun rangsangan dan kreativitas anak ke depannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca