4 Jenis Mainan Anak Perempuan yang Seru dan Bermanfaat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, Anda tentunya tidak mau membatasi pilihan mainan atau permainan anak perempuan hanya dengan boneka atau mainan masak-masakan. Termasuk pada anak perempuan di usia sekolah, bukan berati tidak membutuhkan mainan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Namun, apa saja kira-kira mainan yang cocok untuk anak perempuan dan dapat mendukung tumbuh kembangnya?

Berbagai jenis mainan anak perempuan

Tidak ada salahnya memberikan putri Anda boneka untuk teman bermain. Boneka dapat melatih kecakapan anak dalam berbahasa dan berkomunikasi di awal masa tumbuh kembangnya. Bermain boneka juga dapat mengembangkan rasa empati dan imajinasinya. Contohnya, anak bisa berimajinasi bahwa dirinya adalah dokter dan sang boneka adalah pasiennya.

Namun, sayang rasanya jika harus membatasi mainan anak dengan yang itu-itu saja. Padahal ada banyak lagi jenis mainan untuk anak perempuan yang tidak cuma melulu boneka. Misalnya:

1. Bongkar pasang

Memasuki usia sekolah, anak perempuan Anda mungkin semakin aktif bermain. Anda bisa lho, memberikan dukungan kepada anak dengan membelikan mainan yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, misalnya bongkar pasang seperti lego.

Bongkar pasang seperti lego bukan mainan yang hanya bisa dimainkan oleh anak laki-laki, melainkan juga anak perempuan. Permainan ini dapat membantu mengasah kreativitas anak dalam menyusunnya hingga menjadi suatu bentuk.

Selain itu, permainan ini juga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengembangkan imajinasi anak. Dari balok-balok yang terpisah, anak bisa memasang kembali balok-balok tersebut sesuai dengan  yang ia bayangkan dalam kepalanya.

Sementara anak membangun kreasinya, ia juga akan belajar arti kerja keras dan kegigihan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain, mainan ini juga ikut membantu anak perempuan mengembangkan insting dalam memecahkan masalah danmeningkatkan rasa percaya diri.

2. Puzzle

Permainan anak perempuan satu ini membantu melatih kemampuan kognitif dan pemecahan masalah. Anda bisa membeli puzzle yang banyak dijual di pasaran atau membuatnya sendiri di rumah.

Jika anak sudah bisa menggambar sendiri, mintalah untuk menggambar di selembar karton tebal atau papan. Kemudian, gunakan pensil untuk membentuk sketsa potongan puzzle pada gambar tersebut. Setelah itu, potonglah kertas karton atau papan tadi sesuai dengan pola puzzle yang dibuat. Voila! Puzzle buatan sendiri siap dimainkan.

3. Permainan olahraga

Siapa bilang permainan olahraga hanya untuk anak laki-laki? Tentu saja tidak. Anak perempuan juga perlu melakukan permainan atau aktivitas fisik seperti olahraga. Bahkan, sama halnya dengan anak laki-laki, anak perempuan membutuhkan setidaknya satu jam untuk tetap aktif bergerak setiap harinya.

Anda bisa membelikan perlengkapan olahraga yang bisa digunakan untuk bermain seperti bola sepak, bola basket, atau sepeda.

4. Plastisin lilin

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan mainan anak satu ini. Plastisin lilin atau yang juga dikenal dengan sebutan play dough dapat membantu mengasah kemampuan berpikir dan imajinasi anak. Mainan ini juga melatih keterampilan motorik anak, baik perempuan maupun laki-laki, untuk menggenggam, memilin, atau menekan benda.

Anak bisa membentuk plastisin tepung atau tanah liat menjadi berbagai bentuk, misalnya bintang, bulan, mobil, bunga dan lain-lain. Ketimbang harus membeli, Anda bisa lho membuat plastisin sendiri di rumah. Selain lebih hemat, plastisin yang dibuat sendiri juga lebih terjamin keamanannya karena menggunakan bahan-bahan alami.

Anda bisa membuat plastisin dari tanah liat atau tepung terigu. Walaupun terbuat dari bahan-bahan alami, plastisin ini sama awetnya seperti plastisin mainan yang banyak dijual di pasaran.

Manfaat mainan anak perempuan untuk tumbuh kembang

Meski sudah memasuki usia sekolah, bukan berarti anak perempuan tidak butuh bermain lagi. Justru, untuk membantu tumbuh kembangnya, anak harus tetap bermain, tapi mainan yang Anda pilihkan untuk anak perempuan harus tepat agar bisa memberikan manfaat. Akan tetapi, apa saja manfaat mainan anak untuk tumbuh kembangnya?

1. Membantu perkembangan fisik

Jika Anda ingin kegiatan bermain anak memberikan manfaat untuknya, coba berikan variasi permainan. Sebagai contoh, anak bisa diajak untuk pergi ke luar rumah seperti bermain di taman atau berolahraga bersama.

Pada usia sekolah, anak memang diharapkan untuk aktif bergerak setidaknya selama satu jam dalam sehari. Maka itu, sediakan mainan untuk anak perempuan yang bisa digunakan di luar rumah. Sepatu roda, sepeda, atau hola hoop dan lompat tali bisa menjadi pilihan.

Bermain di luar juga bisa meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak di usia sekolah.  Bahkan, melansir Children’s Medical Group aktivitas fisik seperti melakukan permainan olahraga dapat membantu mengurangi risiko obesitas, risiko penyakit kronis, dan meningkatkan rasa percaya diri untuk anak perempuan.

2. Membantu perkembangan emosional

Ada pula mainan yang bisa Anda belikan untuk anak perempuan demi mendorong perkembangan emosi anak. Sediakan mainan yang bisa meningkatkan rasa percaya diri anak, membantu anak merasakan berbagai emosi seperti senang atau bahkan rasa sedih.

3. Membantu perkembangan sosial

Mainan seperti monopoli, ular tangga, atau halma adalah jenis permainan yang bisa dilakukan bersama dengan orang lain. Selama menggunakan mainan tersebut, anak perempuan Anda bisa berinteraksi dengan orang lain, misalnya saudara atau teman.

Hal ini tentu membantu anak dalam meningkatkan kemampuannya bersosialisasi. Saat berinteraksi dengan orang lain, anak bisa belajar untuk mandiri dari orangtua dan belajar menjalin hubungan pertemanan atau persaudaraan yang baik dengan orang lain.

4. Membantu perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif anak perempuan juga bisa didukung dengan mainan yang tepat. Untuk itu, Anda harus bisa memilihkan jenis mainan yang baik untuk perkembangan otak dan kecerdasan anak perempuan.

Bahkan, Anda juga bisa memilihkan jenis permainan yang berkaitan dengan hal yang dipelajari anak di sekolah. Dengan begitu, anak perempuan Anda bisa tetap asyik bermain sembari mempelajari kembali hal yang didapatkannya di sekolah.

Perhatikan hal ini sebelum membeli mainan anak perempuan

Agar dapat digunakan secara optimal, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli mainan anak:

1. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak

Membelikan mainan untuk anak perempuan tidak boleh asal karena setiap anak punya kemampuan dan batasan berbeda ketika melakukan sesuatu, termasuk bermain.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum membelikan mainan anak perempuan adalah usia dan kemampuan fisik buah hati. Artinya, belikan mainan untuk anak sesuai usianya. Usia anak akan menentukan kemampuannya dalam menggunakan permainan yang Anda belikan.

Jadi, mainan untuk anak usia 6 tahun tentu tidak sama dengan mainan anak usia 10 tahun.

2. Beli mainan anak perempuan secukupnya

Meski ingin membahagiakan anak perempuan, beberapa orangtua membelikan mainan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Padahal, langsung membelikan mainan dalam jumlah yang banyak justru membuat anak cepat bosan.

Ya, ketika anak ditawarkan banyak ragam mainan, anak cenderung akan cepat merasa bosan dengan satu mainan dan kemudian beralih ke mainan yang lainnya. Jika setelah itu anak masih merasa bosan, ia akan segera meminta dibelikan mainan baru lagi. Begitu terus siklusnya.

Nah, hal inilah yang dikhawatirkan tidak akan memberikan rasa intim atau perasaan terhubung antara anak dan mainan yang dibelikan Anda.

Tak hanya itu, memberikan mainan dalam jumlah banyak sekaligus justru dapat membuat anak merasa tidak peduli terhadap mainannya sendiri. Hal ini karena ia merasa memiliki banyak mainan, sehingga kehilangan satu atau beberapa mainan saja tidak masalah untuk putri Anda.

Akibatnya, ketika dewasa nanti anak Anda akan sulit memahami arti betapa berharganya satu barang yang ia punya.

3. Jangan terbuai dengan label “mainan cerdas”

Saat ini sudah banyak berbagai macam produk mainan yang diklaim sebagai mainan edukasi dan semacamnya. Sebagai orangtua, mendengar ada mainan dengan embel-embel “mainan cerdas” tentu sangat menggoda. Namun, Anda jangan mudah terbuai dengan klaim kalimat tersebut.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yang terpenting dalam memilih mainan untuk anak perempuan atau anak laki-laki adalah tepat guna. Artinya, belilah mainan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Sekalipun Anda membeli mainan edukasi, jika tidak sesuai dengan usia anak Anda, percuma saja karena belum tentu efek edukasi dari permainan itu bermanfaat untuk anak Anda.

Di samping itu, mainan yang diklaim sebagai “mainan cerdas” sering kali menggunakan gadget dengan teknologi yang dapat mematikan kreativitas anak. Ketimbang termakan embel-embel “mainan cerdas”, orangtua sebaiknya memberikan permainan untuk anak perempuan dengan interaksi fisik dan warna yang beraneka ragam. Tujuannya tentu untuk membangun rangsangan dan kreativitas anak ke depannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi tidak hanya tugas orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Cara Dekat dengan Anak Pasangan Tanpa Rasa Canggung

Bila Anda sedang menjalin hubungan dengan seorang single parent, tentu harus mendekatkan diri dengan anaknya. Berikut cara dekat dengan anak pasangan.

Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18/03/2020 . Waktu baca 3 menit

Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 22/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit