Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Sebagian orangtua mungkin berpendapat saat anak memasuki usia sekolah atau sekolah dasar (SD), tandanya anak sudah tidak perlu lagi diajari menulis. Kemampuan ini dianggap sudah otomatis mampu dilakukan anak saat belajar di sekolah. Padahal, meski sudah di bangku SD, tidak jarang anak tetap perlu diajari menulis dengan baik. Tidak hanya cara menulis, tetapi juga membantu anak memahami isi tulisan. Lalu, bagaimana sih cara mengajari anak di usia sekolah untuk menulis?

Kendala yang dapat menghalangi anak menulis dengan baik

Meski sudah bisa menulis, bukan berarti anak di bangku SD Anda tidak butuh belajar menulis. Pasalnya, masih saja ada kendala-kendala tertentu yang mungkin masih dialami oleh anak Anda. Hal ini biasanya membuat tulisan anak menjadi tidak bisa dibaca. Jika dibiarkan, mungkin ini juga dapat mengganggu aktivitas belajarnya saat di sekolah.

Sebagai orang tua, tentu Anda harus peka terhadap kendala yang mungkin dialami oleh anak dalam menulis, misalnya:

  • Masih suka berganti tangan antara tangan kanan dan kiri saat sedang menulis.
  • Menulis dengan sangat amat pelan, sehingga memakan banyak waktu.
  • Kesulitan saat menuliskan huruf-huruf tertentu dengan benar.
  • Cara anak memegang alat tulis saat sedang menulis terlihat berbeda dan tak lazim.
  • Tidak memiliki ketertarikan, bahkan menghindari aktivitas yang mengharuskannya untuk menulis.
  • Tulisan tangan yang buruk sehingga tulisannya tidak bisa dibaca.
  • Tidak bisa mengikuti perintah yang diberikan oleh guru saat sedang menulis.

Gejala yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa meski telah menjadi siswa SD, Anda masih harus mengajari anak menulis dengan cara yang tepat

Cara mengajari anak menulis dengan baik dan rapi

Melansir Raising Children, beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu anda mengajari anak membuat tulisan tangan yang baik dan rapi.

1. Sediakan tempat yang nyaman untuk anak latihan menulis

Salah satu cara untuk mengajari anak agar bisa menulis tulisan tangan yang baik adalah menyediakan tempat yang nyaman. Pastikan bahwa anak bisa latihan menulis di kursi yang stabil dengan dataran meja yang sejajar dengan pusar anak.

Hindari menggunakan meja atau tempat menulis yang terlalu tinggi karena posisi anak saat belajar menulis bisa memepengaruhi tulisannya.

2. Minta bantuan guru di sekolah

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak menulis adalah meminta bantuan guru. Pasalnya, saat anak sekolah, Anda tidak bisa mendampinginya. Oleh karena itu, Anda tentu butuh bantuan guru di sekolah untuk mengawasi anak Anda dalam menulis.

Sebagai contoh, minta guru di sekolah untuk memberikan kertas latihan menulis, sehingga anak juga semakin bersemangat untuk latihan menulis di rumah.

3. Tulis tiap huruf terlebih dahulu

Cara berikutnya yang mungkin juga efektif untuk mengajari anak menulis adalah Anda menulis tiap-tiap huruf terlebih dahulu. Tunjukkan pada anak dari sisi mana seharusnya sebuah huruf dimulai. Jika perlu, buat pola menggunaan titik-titik yang membentuk masing-masing huruf, agar anak bisa menulis mengikuti pola tersebut.

Selain itu, Anda dapat membantu anak untuk mengenali huruf-huruf dengan cara yang menarik, misalnya sambil bernyanyi atau bermain. 

Dengan melakukan cara ini, diharapkan, anak bisa terbiasa menulis menggunakan pola yang telah Anda  buat, sehingga tulisan tangannya menjadi lebih rapi dan enak dibaca.

4. Manfaatkan waktu dengan baik

Banyak latihan membuat anak menjadi lebih terbiasa. Oleh sebab itu, memanfaatkan waktu yang ada dengan baik termasuk cara untuk mengajari anak menulis yang cukup efektif. Lagipula, menulis dengan tangan juga memiliki manfaat. Semakin sering anak berlatih menulis, semakin terbiasa anak akan menulis dengan baik.

Ada banyak ide menarik yang bisa Anda berikan sebagai cara mengajari anak menulis. Sebagai contoh, minta anak untuk menulis surat kepada kakek dan nenek, menulis surat ucapan ulang tahun kepada teman, dan sebagainya.

Melatih kemampuan anak memahami isi tulisan dengan menulis

Tidak hanya bentuk tulisan anak yang harus terus dilatih agar bisa dibaca, isi dari tulisan anak pun juga harus terus diasah. Ya, kemampuan literasi anak juga bisa dilatih dengan membiasakannya menulis.

Namun, saat mengajari anak menulis di rumah, Anda tentu tidak ingin melakukan cara yang membosankan atau membuat anak merasa seperti sedang di sekolah. Lalu, bagaimana cara membiasakan anak menulis saat di rumah?

1. Buat suasana yang menyenangkan untuk menulis

Anda tentu tidak ingin membuat anak merasa “terpaksa” saat sedang belajar menulis. Pasalnya, isi tulisan anak adalah sebuah karya kreatif. Kreativitas tentu tidak bisa dipaksakan, karena hasilnya mungkin tidak maksimal. Maka itu, buat suasana yang menyenangkan bagi anak sebagai cara mengajari anak menulis.

Sebagai contoh, buat anak berpikir bahwa ini adalah kegiatan bermain. Jika anak Anda selama ini terlihat enggan belajar menulis, jangan katakan bahwa ini permainan menulis.

Selanjutnya, upayakan topik yang akan dibahas dalam tulisan nanti adalah sesuatu yang disukai oleh anak Anda. Jika anak suka berolahraga, jadikan olahraga sebagai topik menulis, begitu pula dengan topik lain yang menarik untuknya.

Lalu, bicarakan berbagai ide seputar topik yang sedang dibicarakan. Berikan pertanyaan untuk menstimulasi pikiran anak, dengan harapan anak bisa mendapatkan ide dari proses tersebut. Selain itu, dengarkan apa pun yang diucapkan atau ditanyakan oleh anak, sehingga Anda bisa memberikan jawaban yang jelas.

Imbangi dengan menggambar, atau membuat mind map dari ide yang telah dikumpulkan bersama. Tentu hal ini memudahkan anak untuk selalu ingat dengan ide-idenya. Tak lupa berikan pujian di saat yang tepat dan tidak berlebihan. Jika perlu, pujilah anak saat ia memang menghasilkan tulisan yang baik.

Jika sudah, letakkan hasil karya anak di tempat-tempat yang mudah terlihat, sehingga anggota keluarga lain bisa ikut menikmati tulisan anak. Biasanya, anak akan bersemangat saat hasil tulisannya bisa dibaca oleh orang lain.

Namun, pastikan bahwa metode ini memang tepat untuk Anda dan anak Anda. Jika ternyata anak tidak menikmati proses belajar dengan cara yang Anda gunakan untuk mengajari ia menulis, ganti dengan metode lainnya.

2. Bebaskan anak berimajinasi

Cara yang juga jitu dalam mengajari anak meningkatkan kualitasnya dalam menulis adalah membebaskan anak berimajinasi dalam tulisannya. Sebagai orangtua, Anda cukup mengawasi anak selama proses menulis. Cara ini tergolong cocok untuk mengajari anak yang sudah memiliki ketertarikan dalam dunia tulis menulis.

Biarkan anak menulis dari awal hingga akhir, karena dari proses ini anak bisa mendapatkan berbagai pengetahuan literasi. Anda bisa bertanya kepada anak mengenai tulisan yang dibuatnya sebagai bentuk menghargai karya yang telah dibuatnya.

Di samping itu, dengan berbagai pertanyaan yang Anda berikan, Anda juga membantu menstimulasi otaknya untuk berpikir lebih kompleks. Bisa saja, pertanyaan Anda menimbulkan ide-ide baru yang sebelumnya tak terpikirkan oleh anak Anda.

3. Ikut menulis bersama anak

Cara lain yang juga efektif untuk mengajari anak menulis adalah ikut menulis bersama anak. Sebagai contoh, Anda bisa menentukan topik yang ingin ditulis. Lalu, Anda dan anak bersama-sama menulis satu hal dari topik yang sama. Setelah selesai menulis, Anda bisa saling menukar tulisan dengan anak.

Selain itu, Anda bisa menyusun ide untuk tulisan anak. Baru setelahnya, serahkan kerangka tulisan sepenuhnya kepadanya. Cobalah untuk membuat ide yang menarik sekaligus berbeda dari biasa agar pikiran anak semakin meluas dan terus berkembang.

Mengajari anak di usia sekolah untuk menulis memang bukan perkara gampang. Tentu tantangannya lebih berat dibanding mengajari anak balita menulis. Meski begitu, mengingat kemampuan bahasa anak di usia sekolah masih terus berkembang, Anda pun harus semakin kreatif dalam mendukung proses perkembangan anak yang satu ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya. Bagaimana caranya? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi Satu Tahun Pertama, Tips Parenting 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Rasisme bukanlah topik yang sederhana. Namun, penting bagi orangtua untuk menjelaskan rasisme kepada anak sejak dini untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting 12 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat Menulis Jurnal untuk Kesehatan Mental dan Cara Memulainya

Selain menambah fungsi daya ingat, ternyata menulis terutama jurnal atau buku harian memiliki manfaat istimewa bagi kesehatan mental Anda. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 7 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan emosi anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit
perkembangan sosial anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 7 menit