3 Cara Mengatasi Rasa Takut dan Trauma Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menjadi seorang ibu merupakan tugas yang mulia dan luar biasa. Meski begitu, ibu juga tidak otomatis terlepas dari berbagai masalah setelah melahirkan. Tidak sedikit ibu baru yang mengalami trauma melahirkan atau dikenal juga dengan pospartum PTSD. Kondisi ini bukan cuma dapat mengganggu peran ibu untuk merawat dan menjaga bayinya sepenuh hati, tapi juga ikut menggerogoti kesehatan fisik dan mentalnya. Lantas, bagaimana caranya mengatasi trauma melahirkan? Simak ulasannya berikut ini.

Beragam cara mengatasi trauma melahirkan

Trauma melahirkan bisanya terjadi dalam waktu satu bulan atau satu tahun setelah proses persalinan. Trauma membuat ibu sering mengalami kilas balik atau mimpi buruk parah mengenai proses melahirkan.

Hal ini menyebabkannya jadi selalu tertekan karena diselimuti oleh ketakutan serta kecemasan, yang membuatnya sulit tidur, mudah marah, dan sulit konsentrasi. Efek trauma juga sering membuat seseptang selalu dirundung rasa putus asa dan nelangsa. Bahkan bukan tidak mungkin trauma melahirkan akan menciptakan jarak antara dirinya dengan sang buah hati.

Jika dibiarkan, kondisi ini akan semakin memburuk. Bukan hanya kesehatan sang ibu yang terganggu, kesejahteraan hidup anak pun akan memburuk. Untungnya, kondisi ini dapat disembuhkan dengan beberapa cara, antara lain:

1. Terapi

Terapi untuk postpartum PTSD meliputi terapi perilaku kognitif (CBT), psikoterapi, atau terapi kelompok. Dengan cara ini ibu akan mengetahui penyebab di balik reaksi negatif yang dialaminya setelah melahirkan. Kemudian, belajar untuk mengendalikan diri dalam menghadapi pengalaman yang sama dengan cara yang lebih baik.

2. Terapi EMDR

EMDR adalah singkatan dari Eye Movement Desensitization and Reprocessing Therapy. Terapi ini bertujuan untuk mengganti emosi negatif yang melekat pada trauma dengan pikiran dan perasaan positif.

Caranya, terapis akan meminta pasien mengingat kembali peristiwa penyebab trauma sambil mengalihkan konsentrasi dengan melakukan suatu gerakan. Biasanya dengan meminta pasien menggerakkan mata ke kanan dan kiri mengikuti gerak telunjuk si terapis, atau meminta pasien mengetuk-ngetukkan tangan di meja sesuai ritme.

Teorinya, gerakan ini lambat laun dapat mengurangi kekuatan ingatan dan emosi negatif yang berakar dari peristiwa traumatis masa lalu. Secara bertahap, dengan cara yang sama terapis akan memandu Anda untuk mengubah pikiran ke yang lebih menyenangkan.

3. Minum obat resep dokter

Ibu dengan postpartum PTSD biasanya diberikan obat antiansietas (antikecemasan) dan obat antidepresan untuk jangka pendek. Ini dilakukan untuk mengurangi keparahan dan intensitas gejala. Namun pemberian obat tidak boleh dilakukan secara sembarangan, misalnya penggunaan obat antidepresan. Obat ini hanya diberikan pada pasien yang:

  • Sudah menjalani psikoterapi tapi tidak membawa hasil yang baik
  • Mengalami gejala depresi yang cukup berat
  • Mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Membayangkan rasa sakit saat persalinan, sering kali membuat calon ibu merasa khawatir. Sebenarnya, apakah mungkin melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
aborsi

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pandemi membuat risiko stillbirth meningkat

Infeksi Postpartum

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit