Bolehkah Menambahkan MSG (Micin) Pada Makanan Bayi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

MSG (monosodium glutamat) alias micin sering ditambahkan pada makanan agar citarasanya jadi lebih enak. Namun, penambahan micin ke dalam makanan masih menimbulkan pertanyaan, terutama jika dikonsumsi bayi dan anak-anak. Sebenarnya, bolehkah orangtua memberi tambahan micin pada makanan bayi? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Bolehkah memberi tambahan micin pada makanan bayi?

Makanan yang ditambahkan micin biasanya jauh lebih gurih, karena mecin sebenarnya terdiri dari garam.

Meski rasanya jadi lebih enak di lidah, penggunaan micin masih menimbulkan kekhawatiran karena katanya bisa menyebabkan otak jadi lemot (lambat berpikir). Setelah diselidiki lebih dalam, ternyata pemberitaan tersebut tidak menunjukkan bukti kuat. Namun, tetap saja masyarakat khawatir untuk menggunakan micin. Apalagi jika penyedap makanan ini ditambahkan pada makanan anak dan bayi. Lantas, apakah boleh?

Melansir laman Mayo Clinic, Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi. Dengan syarat, kadar MSG pada semua produk harus tertera di kemasan. Orangtua juga boleh memberi tambahan micin pada makanan pada untuk bayi, menurut laman Parenting.

Menambahkan micin pada makanan bisa meningkatkan nafsu makan anak agar ia mau terus makan. Selain itu, kandungan mineral pada micin juga diperlukan tubuh untuk mendukung kinerja organ dan jaringan tubuh, seperti ginjal, otot, otak, dan hati.

Aturan memberi micin pada makanan bayi

msg micin bikin lemot

Meskipun micin boleh ditambahkan pada makanan anak, orangtua tetap harus bijak dalam menggunakannya. Perlu diketahui bahwa penyedap ini juga mengandung natrium, seperti halnya garam.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, aman atau tidaknya penggunaan micin bergantung kebutuhan dan batas aman. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kadarnya di dalam tubuh akan tinggi dan bisa menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Selain natrium, micin yang juga mengandung glutamate, secara alami juga ada pada makanan. Beberapa makanan yang mengandung glutamate, antara lain susu, telur, daging, ikan, ayam, kentang, jagung, tomat, brokoli, jamur, anggur, kecap, dan keju.

Jadi, jika Anda ingin memberi tambahan micin pada makanan bayi, perlu tahu seberapa batas amannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa batas aman asupan micin adalah 120 mg/kg berat badan per hari.

Konsultasikan pada dokter anak atau ahli gizi untuk mengetahui batas aman penggunaan micin sesuai usia anak Anda.

Nah, selain batas aman, Anda juga perlu mewaspadai adanya alergi MSG pada bayi. Reaksi sensitif pada penyedap makanan ini menimbulkan berbagai gejala, seperti sakit kepala, gatal-gatal, hidung berair, pembengkakan pada wajah, atau gangguan pencernaan.

Selain gejala, Anda mungkin mendapati si kecil menjadi lelah dan rewel setelah makan makanan yang mengandung tambahan micin.

Tips untuk menghindari penggunaan micin berlebihan

bahan alternatif msg

Agar asupan micin anak tidak berlebihan, Anda bisa mengganti micin dengan bumbu alami lainnya, seperti bawang putih, bawang merah, merica, ketumbar, kunyit, jahe, atau lengkuas.

Jangan lupa untuk membaca kemasan produk makanan bayi dengan teliti. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak kandungan MSG pada makanan tersebut. Pilih makanan kemasan yang bebas MSG atau mengandung lebih rendah kadarnya.

Sumber foto: Kinder Care

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca