Memasuki Usia 1 Tahun, Ini Jenis dan Porsi Makanan yang Dibutuhkan Si Kecil

Author: Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Anak-anak yang sudah menginjak satu tahun biasanya mulai pilih-pilih makanan dan gemar mengemut makanan di dalam mulut. Perubahan kebiasaan makan pada bayi 1 tahun atau 12 bulan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh pergantian menu makanan hariannya. Untuk mengatasi tingkah polahnya saat waktu makan, sebaiknya sesuaikan pilihan makanan untuk bayi 1 tahun atau 12 bulan agar tetap mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya.

Perkembangan keterampilan makan bayi 1 tahun

gizi balita

Agak berbeda dengan usia sebelumnya, menginjak usianya di tahun pertama ini si kecil biasanya sudah cukup mahir untuk makan dengan tangan.

Meski belum bisa menggunakan sendok atau peralatan makan lainnya dengan benar, tapi kemampuan koordinasi kedua tangannya saat makan bisa dibilang telah andal.

Ketika mengambil, menggenggam, bahkan memasukkan makanan ke dalam mulut pun bisa dilakukan bayi 1 tahun atau 12 bulan dengan luwesnya.

Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa dengan bebas melepas si kecil saat makan. Sesekali, sebaiknya tetap perhatikan kegiatan yang dilakukan anak saat makan.

Pasalnya, masih ada kemungkinan bayi 12 bulan untuk tersedak ketika makan beberapa jenis makanan tertentu.

Jika ukuran makanan agak besar atau memiliki tekstur yang keras seperti popcorn, bisa saja tersangkut di tenggorokan si kecil.

Namun selebihnya, di usianya yang memasuki 12 bulan ini bayi cenderung semakin aktif untuk belajar dan bereksplorasi lebih banyak soal makanan.

Pembelajaran bayi 1 tahun atau 12 bulan soal makanan dimulai dari tata cara makan, sampai bisa mudah mencoba beragam jenis makanan.

Meski terlihat lebih mudah untuk beradaptasi dengan aneka bentuk makanan yang diberikan, bayi 12 bulan biasanya masih belum dapat mengunyah dengan sempurna.

Barulah setelah usianya lebih dari 1 tahun atau 12 bulan, anak biasanya akan mulai mahir untuk menggunakan peralatan makan dengan sendirinya.

Sebagai orangtua, tugas Anda adalah mendampingi dan mendukung setiap langkah perkembangannya.

Ingatkan dengan lembut ketika anak salah dan beri kesempatan baginya untuk melatih keterampilan dirinya agar bisa makan dengan tata cara yang baik dan benar.

Apa makanan yang baik untuk bayi 1 tahun atau 12 bulan?

anak makan pakai sendok

Di usia 1 tahun atau 12 bulan ini, bayi sudah lebih mahir untuk mengunyah berbagai macam makanan padat.

Makanan padat untuk bayi 1 tahun atau atau 12 bulan bisa diolah dari nasi, daging, telur, ayam, brokoli, labu siam, mie, roti, apel, melon, semangka, dan lainnya.

Ini karena jumlah gigi anak yang tumbuh biasanya sudah jauh lebih banyak sehingga memudahkannya saat mengunyah.

Itulah mengapa di usia 1 tahun atau 12 bulan ini, tekstur makanan bayi biasanya sudah jauh lebih padat dan berat mirip dengan menu makan keluarga.

Bahkan umumnya, anak juga sudah bisa makan sendiri tanpa perlu banyak bantuan dari Anda atau orang lain seperti usia sebelumnya.

Anak usia satu sampai dua tahun membutuhkan sebanyak 1000-1400 kalori per hari. Selain dari ASI, jumlah kalori tersebut bisa didapat dari sayuran, buah-buahan, sumber karbohidrat, sumber protein hewani dan nabati, serta susu.

Bayi usia 1 tahun masih membutuhkan ASI

Memang, jumlah pemberian ASI untuk bayi usia 1 tahun tidak sebanyak seperti ketika usianya masih kurang dari 6 bulan (ASI eksklusif). Namun, bukan berarti bayi bisa lepas begitu saja dari ASI.

Sebab pada dasarnya, ASI sebaiknya tetap diberikan sampai anak genap berusia dua tahun. Ini karena kandungan di dalam ASI masih menyumbang sejumlah kalori dan zat gizi yang dibutuhkan oleh anak dalam sehari.

Jika ternyata tidak memungkinkan, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait pemberian susu formula untuk anak.

Jenis makanan untuk bayi usia 1 tahun atau 12 bulan

Sementara menurut UNICEF, berikut berbagai variasi sumber makanan yang sebaiknya diberikan pada bayi 1 tahun atau 12 bulan:

  • Nasi, umbi, gandum, dan biji-bijian sebagai sumber karbohidrat
  • Daging merah, daging ayam, ikan, dan hati sapi sebagai sumber protein hewani
  • Kacang-kacangan, tahu, dan tempe sebagai sumber protein nabati
  • Sayur dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat
  • Telur sebagai sumber protein, lemak, vitamin, serta mineral
  • Produk turunan susu seperti susu, keju, yoghurt, dan lain sebagainya

Anda perlu mengusahakan untuk menawari bayi 12 bulan agar mau makan makanan sehat. Ingat, pemilihan makanan anak adalah Anda yang menentukan.

Pilihlah makanan sehat untuk diberikan ke anak. Ukuran perut anak masih kecil, jadi penuhi perut anak dengan makanan yang sehat, bukan hanya makanan yang hanya memenuhi perut tanpa bisa memenuhi kebutuhan gizi anak.

Batasi makanan manis dan makanan dengan kalori kosong untuk diberikan ke anak. Selain karena kurang bergizi, sering memberikan makanan manis juga dapat merusak kebiasaan makan anak yang sehat.

Dikhawatirkan, anak akan lebih suka makan makanan manis dan tidak ingin makan jika diberi makanan dengan rasa yang kurang kuat atau hambar. Berbagai contoh makanan ini seperti sayuran dan buah-buahan.

Berapa porsi makanan sehari untuk bayi 1 tahun?

mengajari anak makan sehat

Jika di awal mengenal makanan bayi diberikan tekstur yang halus, bahkan dengan porsi dan frekuensi makan yang tidak terlalu banyak, kini tidak lagi.

Sebelum memasuki usia 1 tahun atau 12 bulan, bayi sudah belajar untuk mengenal tekstur dan jenis makanan secara bertahap.

Alhasil, sekarang setelah tepat menginjak usia 1 tahun atau 12 bulan, bayi telah cukup beradaptasi dan terbiasa dengan aneka tekstur dan jenis makanan.

Maka itu, porsi dan frekuensi makan bayi 12 bulan pun akan jauh lebih banyak ketimbang di usia sebelumnya.

Terlebih lagi karena bayi usia 1 tahun atau 12 bulan ini membutuhkan sekitar 1000-1400 kalori per hari. Selain memberikan makanan utama, bisa dilengkapi dengan menyajikan makanan selingan atau camilan agar kebutuhan kalori tersebut terpenuhi.

Anda bisa memberikan anak makan sebanyak 3-4 kali sehari dengan frekuensi pemberian makanan selingan sekitar 1-2 kali sehari.

Sementara untuk jumlah atau porsi makanan bayi 1 tahun atau 12 bulan, Anda bisa meningkatkan jumlah pemberian makanan secara perlahan menjadi ¾ mangkuk berukuran 250 mililiter (ml). 

Porsi dan frekuensi makanan tersebut telah disesuaikan agar kebutuhan anak dalam sehari bisa tercukupi dengan baik.

Tips memberikan makan untuk bayi 1 tahun

anak belajar makan

Jadi, sebenarnya tidak ada perbedaan lagi antara makanan yang Anda konsumsi dengan makanan untuk bayi 1 tahun atau 12 bulan. Hanya saja, porsi makanan dan cara pemberiannya masih harus disesuaikan dengan kemampuan anak.

Supaya tidak bingung, berikut beberapa tips pemberian makanan untuk bayi 1 tahun atau 12 bulan:

1. Perhatikan sajian makanan bayi 1 tahun

UNICEF merekomendasikan agar pemberian makanan untuk bayi usia 12 bulan sebaiknya yang telah dipotong-potong, diiris, atau dipegang dengan mudah.

2. Sajikan berbagai makanan bayi 1 tahun dengan tekstur berbeda

Pada saat ini, penting bagi Anda untuk mendorong bayi mencoba berbagai macam rasa dan tekstur makanan meski masih di usia 1 tahun atau 12 bulan.

Dengan begitu, lidah anak tidak asing dengan makanan tertentu. Hal ini juga dapat mencegah anak dari kebiasaan pilih-pilih makanan.

3. Bebaskan anak untuk belajar makan sendiri

Pertama-tama, biarkan anak memilih dan menggenggam sendiri makanannya sembari sesekali membiarkannya menggunakan sendok dan garpu khusus.

Biasanya pada usia sekitar 15-18 bulan, kemampuan anak untuk menggunakan peralatan sudah cukup terlatih karena biasa memegangnya.

Di samping dapat melatih kemandiriannya, belajar makan sendiri juga akan melatih koordinasi antara mata, tangan, dan mulut anak.

4. Bersikap aktif saat memberikan makan anak

Bagi para orangtua, sebaiknya senantiasa aktif dan responsif saat memberikan makan bayi 1 tahun atau 12 bulan, seperti:

  • Bersabar dan teruslah memberikan dorongan kepada anak agar mau makan.
  • Jangan terlalu memaksa anak untuk makan.
  • Gunakan piring khusus untuk memastikan apakah anak memakan semua porsi makannya sampai habis atau seberapa banyak yang disisakannya bila tidak habis.

5. Terapkan jadwal makan teratur

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan agar Anda membuat jadwal makan teratur setiap harinya.

Hal ini bertujuan supaya anak terbiasa makan di jam yang teratur setiap harinya sehingga akan terbawa hingga ia dewasa kelak.

6. Jaga kebersihan peralatan masak dan makan

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan selama proses pengolahan dan pemberian makanan berlangsung. Begini aturan yang sebaiknya dipatuhi saat memberikan makanan bayi 1 tahun atau 12 bulan:

  • Jaga kebersihan peralatan yang digunakan untuk memasak dan memberikan makan bayi.
  • Cuci tangan ibu dan bayi sebelum dan setelah makan dengan sabun dan air mengalir.
  • Cuci tangan ibu dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah makanan bayi maupun setelah dari toilet dan membersihkan kotoran bayi.
  • Simpan makanan yang akan diberikan untuk bayi di tempat yang bersih dan aman.
  • Pisahkan talenan dan pisau yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan matang.

7. Hindari anak makan sambil melakukan kegiatan lain

Sebisa mungkin usahakan agar anak duduk tenang di meja dan kursi selama makan. Hindari makan sambil menonton TV, menggunakan gadget, atau sekadar bermain dengan mainan favoritnya.

Pasalnya, hal tersebut justru mengacaukan pikirannya sehingga membuat anak tidak fokus saat makan.

8. Tidak masalah untuk menambahkan sedikit gula dan garam

Terakhir, Anda tidak perlu ragu untuk menambahkan sedikit gula dan garam sebagai perasa pada makanan anak usia 1 tahun.

Jika pemberian gula dan garam justru semakin membuat anak semangat untuk menghabiskan makanan yang Anda sajikan, tentu sah-sah saja.

Hal tersebut tentu jauh lebih baik ketimbang anak tidak menghabiskan makanannya, atau bahkan menolak untuk makan sama sekali karena rasanya yang hambar.

Akan tetapi, perhatikan seberapa banyak jumlah gula dan garam yang Anda campurkan dalam semangkuk makanan bayi 1 tahun atau 12 bulan.

Sebab Anda hanya dibatasi untuk memberikan sedikit atau sejumput saja di bagian ujung sendok.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 11, 2018 | Terakhir Diedit: April 1, 2020

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru