Kiat Menyajikan Tahu (Tofu) Sebagai Makanan Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahu atau tofu adalah kedelai fermentasi dan telah menjadi salah satu sumber makanan pokok di banyak negara dari waktu ke waktu. Tahu kaya akan zat besi, protein, dan kalsium. Namun ternyata, tahu dan beberapa produk olahan kedelai lainnya sering dikelilingi oleh kontroversi. Beberapa studi membuktikan bahwa tahu yang dikenal baik untuk kesehatan ternyata berpotensi bahaya bagi tubuh. Karena tahu merupakan produk kacang-kacangan, Anda sebaiknya tidak memasukkan tahu dalam menu makanan harian si kecil jika ia memiliki alergi terhadap kacang kedelai. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki alergi kacang atau jika tahu aman untuk dikonsumsi anak Anda.

Tahu adalah bahan makanan serbaguna dan dapat dimakan secara mentah, dipanggang, ditumis, dan dapat dimasak sebagai isian sup, soto, dan nasi. Tahu dapat dijadikan camilan ‘finger food’ untuk bayi Anda. Selain itu, tahu juga dapat disajikan sebagai pengganti daging. Tahu (juga bahan makanan lain yang mengandung protein seperti daging) akan sulit dicerna oleh anak berusia 8 bulan. Sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda seputar makanan apa saja yang akan Anda berikan kepada bayi Anda, terutama jika anak Anda menunjukkan gejala alergi.

Ada 3 tipe tahu yang paling umum, yaitu tahu sutera (tofu), tahu lembut (tahu air, tahu susu) , dan tahu padat (tahu kuning, tahu putih, tahu kulit).

Kapan bayi saya dapat mengonsumsi tahu?

Tahu adalah makanan berprotein yang sulit untuk dicerna bagi perut bayi. Dokter anak menganjurkan untuk memberikan tahu, daging, dan kuning telur saat usia bayi menginjak 8 bulan ke atas. Karena tahu merupakan produk kacang kedelai, Anda sebaiknya tidak memberikan tahu kepada bayi yang alergi terhadap kacang kedelai.

Tips membuat menu dari tahu:

  • Potong tahu lembut atau padat menjadi dadu kecil siap makan dan berikan taburan remahan sereal, gandum atau kerupuk di atasnya
  • Campur dengan pisang dan gandum. Anda juga dapat mencampur tahu dengan buah seperti apel, stroberi, blueberry, atau pir. Sajikan sebagai bubur padat menggunakan sendok. Menu ini cocok untuk bayi yang sedang belajar makan sendiri menggunakan peralatan makan
  • Potong tahu menjadi dadu dan masukkan ke dalam sup atau kaldu dan sajikan sup tahu untuk si kecil. Anda juga bisa menambahkan daging dan sayuran lain ke dalam sup tersebut dan sajikan versi sup yang lebih komplit ini untuk anggota keluarga lainnya
  • Anda dapat memotong tahu seukuran dadu dan menggorengnya dengan minyak zaitun. Tambahkan bumbu sesuai selera. Menu ini dapat dikonsumsi baik oleh orang dewasa maupun anak kecil
  • Lumatkan tahu dengan cottage cheese, alpukat, atau hummus. Tambahkan bumbu untuk membuat olesan roti sebagai camilan sehat si kecil.
  • Anda dapat membuat burger tahu dengan mencampur potongan tahu, remahan roti (atau sereal bayi untuk bayi), bawang merah cincang (atau bubur sayur untuk bayi) dan bumbu sesuai selera
  • Gunakan tahu sutra dan tambahkan buah, yogurt, dan sari buah untuk membuat smoothie buah untuk bayi Anda.

Atau Anda dapat menyajikan tahu dengan alternatif lezat berikut ini:

  • Campurkan tahu, saus apel dan labu untuk bubur bayi
  • Campurkan tahu dan alpukat
  • Campurkan tahu, blueberries, dan pisang sebagai bubur buah
  • Campurkan tahu, ubi, dan wortel
  • Campurkan tahu dengan brokoli dan lobak

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

    Baik karena Anda memiliki penyakit Celiac, atau hanya ingin mencoba diet baru, berikut ini 10 resep gluten free yang sehat dan mengenyangkan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Nutrisi, Hidup Sehat 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Parenting, Tips Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    berapa kali hamil

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit