Pentingnya Kandungan Serat Tinggi pada Formula Soya

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu kelebihan dari susu formula berbasis soya adalah memiliki kandungan serat. Serat memiliki peran penting dalam tubuh sehingga terdapat jumlah anjuran yang perlu dipenuhi setiap hari. Memang apa sebenarnya fungsi serat dalam tubuh? Simak penjelasan berikut ini.

Mengapa si kecil perlu mengonsumsi serat setiap hari?

Beberapa manfaat dari mengonsumsi serat yang perlu Anda ketahui di antaranya adalah:

  • Membantu fungsi sistem saluran cerna
  • Mempersingkat waktu transit residu makanan (feses) sehingga lebih cepat dibuang
  • Memperbaiki kualitas feses
  • Menekan risiko diare

Susu formula soya tentu mengandung serat. Namun, Anda perlu tahu bahwa terdapat dua jenis serat, yaitu, serat yang larut dan tidak larut dalam air.

Serat yang larut dikenal bermanfaat untuk membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah. Sedangkan serat tak larut dapat membantu mencegah hingga mengatasi konstipasi.

Sebagian anak mengalami masalah atau gangguan pencernaan salah satunya seperti konstipasi. Untuk itu, serat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya gangguan pada pencernaan.

Sumber serat juga pada umumnya mengandung vitamin dan mineral, seperti buah dan sayur. Selain makanan, si kecil juga bisa mendapat serat dari susu formula soya.

Peran kandungan serat dalam susu formula soya

Pada umumnya, formula soya diberikan pada anak yang memiliki kondisi medis, seperti alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Sebagian Ibu juga memberikan susu formula soya apabila keluarganya menerapkan gaya hidup sehat.

Namun, di balik berbagai alasan tersebut, disadari atau tidak, kandungan serat dalam formula soya sangat dibutuhkan oleh si kecil. Setiap harinya, si kecil membutuhkan asupan serat dengan anjuran AKG 2019 berdasarkan usia, yaitu:

  • Usia 1-3 tahun; sebanyak 19 gram
  • Usia 4-6 tahun; sebanyak 20 gram 
  • Usia 7-9 tahun; sebanyak 23 gram 

Makanan saja terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih formula soya adalah kandungannya. Terdapat susu formula berbasis soya dengan kandungan serat yang tinggi sekaligus memiliki isolat protein soya.

Dikutip dari artikel ilmiah yang diterbitkan Universitas Indonesia, mengingat kandungan serat pada susu soya biasa tidak terlalu tinggi, disarankan untuk memilih formula dengan isolat protein soya.

Selain itu, artikel tersebut juga menyatakan bahwa susu formula soya merupakan pilihan aman sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan anak. Tumbuh kembang, kesehatan tulang, metabolisme, sistem imun dan fungsi saraf pada anak yang minum formula soya tidak jauh berbeda dengan anak yang minum formula berbasis susu sapi.

Serat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan, seperti prebiotik yang mampu menjaga pertumbuhan bakteri baik di dalam sistem pencernaan sehingga BAB lancar. Dengan asupan serat yang cukup, sistem imun anak juga dapat bekerja dengan optimal karena penyerapan beberapa jenis mineral dapat terbantu.

Lalu, karena telah melalui proses penambahan nutrisi, formula soya tinggi serat juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Susu soya juga dinyatakan sebagai satu-satunya sumber protein nabati yang memiliki asam amino yang lengkap (seperti omega-3 dan 6).

Susu formula soya yang tinggi serat merupakan solusi apabila si kecil sering mengalami masalah pencernaan. Dengan saluran cerna yang sehat, risiko terjadinya masalah pencernaan akan menurun sekaligus berdampak positif juga pada daya tahan tubuh dalam melawan berbagai penyakit lain.

Ibu sebaiknya teliti dalam memilih sumber makanan sehat dan seimbang termasuk ketika menentukan susu formula, agar kebutuhan nutrisi harian si kecil dapat terpenuhi.

Sumber serat lain untuk anak

Adapun takaran serat yang dianjurkan untuk anak-anak dari Permenkes No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan, yaitu sekitar 2-3 cangkir buah atau sayuran per hari.

Sebagai panduan, berikut beberapa jenis makanan sumber serat yang dapat diberikan pada si kecil

  • Buah-buahan seperti apel, jeruk, pisang, labu kuning, dan pir
  • Sayuran seperti wortel, brokoli, dan kentang
  • Kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang hijau, dan almond

Susu soya dengan isolat protein diperkaya dengan berbagai tambahan nutrisi yang dibutuhkan anak. Untuk itu, pilih susu formula yang tepat dan pastikan diperkaya dengan serat untuk menjaga sekaligus meningkatkan kesehatan saluran cerna anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein susu soya
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Susu soya dapat menjadi sumber nutrisi anak. Namun, tetap teliti sebelum memilih susu soya untuk anak dan lakukan tips berikut ini.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 03/06/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Sumber Serat Selain Buah dan Sayur untuk Anak

Pilih makanan berikut ini sebagai makanan alternatif sumber serat ketika anak menolak atau sulit untuk makan buah dan sayur.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
sumber serat
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips dan Trik Meningkatkan Asupan Serat si Kecil

Meningkatkan asupan serat pada anak bisa dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan. Agar anak lebih mudah makan serat, coba lakukan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
susu balita

Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengenalkan vegetarian pada anak

Seberapa Dini Anak Bisa Dikenalkan dengan Gaya Hidup Vegetarian?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 6 menit
protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit