Aturan Sehat Jika Anak Anda Terpaksa Makan Junk Food

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebagai orang tua, tentu Anda ingin anak Anda menjauhi makanan cepat saji atau junk food. Terlalu sering makan junk food dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan bisa berakibat mengganggu perkembangan otak anak.

Namun, jika Anda melarang anak makan junk food seperti burger, kentang goreng, mie instan, keripik kentang, atau permen, ini justru bisa membuat anak mencari-cari kesempatan untuk makan junk food tanpa sepengetahuan Anda. Lalu, bolehkah anak makan junk food? Apa yang seharusnya Anda lakukan supaya anak tidak terlalu ketagihan makan junk food?

Bolehkah anak makan junk food?

Sesekali, biarkan anak makan junk food. Menurut dr. Charlotte Markey, seorang pakar psikologi dan kesehatan anak dari Universitas Rutgers, Amerika Serikat, membiarkan anak makan junk food justru baik buat anak.

Pasalnya, junk food memang enak, sehingga semakin Anda melarang anak, ia pun jadi semakin ingin makan junk food. Namun, Anda pasti juga tidak mungkin bisa selalu memantau jajanan si kecil. Jadi, kalau anak tidak sedang bersama Anda, jajanan yang pertama kali muncul di benaknya adalah jajanan yang tidak sehat.

Kuncinya adalah menjaga porsi makan junk food dan makanan sehat. Ahli kesehatan menyarankan Anda untuk menerapkan pola 80%-20%. Maksudnya, 80% dari makanan anak haruslah makanan sehat, namun anak masih boleh makan junk food sebanyak 20%.

Aturan konsumsi junk food untuk anak

Membiarkan anak makan junk food bukan berarti anak boleh jajan sepuasnya. Supaya Anda bisa membatasi konsumsi junk food si kecil, perhatikan tiga tips jitu berikut ini.

1. Menetapkan hari khusus boleh makan junk food

Cobalah untuk menetapkan dua atau tiga hari khusus dalam setiap bulan di mana anak boleh makan junk food. Dengan begitu, anak pun jadi tidak bisa menawar-nawar lagi pada Anda supaya dibolehkan makan junk food saat ia sedang ingin makan junk food. Si kecil juga akan belajar bahwa ia akan baik-baik saja jika harus menunggu sampai harinya boleh makan junk food tiba.

2. Jangan memberikan junk food sebagai hadiah

Hindari menggunakan junk food sebagai iming-iming atau hadiah bagi anak kalau ia menyelesaikan tanggung jawabnya. Jangan memajukan hari makan junk food karena anak berhasil dapat nilai tertinggi di kelas. Pasalnya, anak jadi akan melihat junk food sebagai sesuatu yang sungguh spesial. Anak pun jadi terbiasa berpikir bahwa kalau ia habis melakukan sesuatu yang baik, ia berhak makan junk food.

3. Membiasakan makan makanan sehat

Selalu sajikan makanan sehat di rumah, dengan paling tidak satu menu yang disukai anak. Variasikan juga hidangan sehat yang Anda siapkan supaya anak tidak cepat bosan. Anak juga jadi punya kesempatan mencoba berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan makanan sehat. Semakin dibiasakan, anak akan memahami bahwa makan makanan sehat itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Dengan tips ini, Anda sudah tidak khawatir lagi jika anak makan junk food.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca