Umur 5 Tahun Masih Ngompol, Wajar Atau Pertanda Masalah Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak suka mengompol, itu sudah menjadi masalah biasa. Anda pun sebagai orangtua pasti sudah punya cara untuk mengajarkan anak agar berhenti mengompol. Namun, bagaimana kalau anak masih ngompol meski sudah menginjak usia lima atau enam tahun? Apakah masih bisa dibilang normal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sampai usia berapa mengompol masih wajar?

Mengompol (enuresis) merupakan gangguan yang sering dijumpai pada anak-anak. Gangguan ini bukanlah hal yang sengaja dilakukan oleh anak maupun bentuk kemalasan pada anak. Kebiasaan mengompol sejatinya akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Sebelum usia lima tahun, kebiasaan mengompol pada anak masih dapat dianggap normal. Hal ini diawali secara bertahap, mulai usia di atas tiga tahun umumnya anak sudah tidak lagi mengompol pada siang hari. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dikatakan tidak normal untuk mengompol bila kebiasaan ini terjadi secara terus menerus atau menetap di atas usia lima tahun. Ini sebabnya anak yang masih ngompol harus mendapat penanganan yang benar karena dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, menyebabkan stres, dan kurang percaya diri pada anak.

Bagaimana jika anak usia lima tahun masih ngompol? 

Meskipun nantinya anak akan mampu mengendalikan kandung kemihnya sendiri, hal ini akan terjadi pada usia yang berbeda-beda. Dilansir dari National Sleep Foundation, kebiasaan mengompol pada anak usia lima tahun atau lebih perlu mendapatkan pengawasan dari dokter anak bila terjadi lebih dari 2-3 kali per bulan atau mengompol di siang dan malam hari secara rutin.

Kebiasaan mengompol bisa memengaruhi kehidupan sosial anak mulai usia enam atau tujuh tahun. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi malu dan kurang percaya diri saat berada di lingkungan sosialnya. Ambil contoh, mereka akan merasa malu karena diejek “tukang ngompol” oleh kakak atau adiknya. Bila harus menginap di rumah teman, mereka akan cemas karena takut tertangkap basah mengompol.

Sebenarnya, ada banyak penyebab ngompol pada anak, di antaranya yaitu:

  • Anak tidak bangun saat kandung kemihnya penuh 
  • Beberapa anak memproduksi urine berlebih saat tidur
  • Beberapa anak memiliki kandung kemih yang tidak dapat menampung urine yang lebih banyak daripada anak lainnya

Mulai dari usia tiga tahun, anak akan mulai belajar pergi ke kamar mandi pada siang dan malam hari begitu tubuh mereka mulai menghasilkan zat yang disebut hormon antidiuretik (ADH). Hormon inilah yang menghambat produksi urine. Semakin bertambahnya usia, anak-anak akan lebih peka untuk menahan urine sehingga lebih mudah untuk mencegah ngompol.

Bila setelah usia lima tahun anak masih ngompol, maka kemungkinan karena anak masih belum cukup memproduksi hormon ADH pada waktu yang tepat dan belum mampu menangkap sinyal dari otak bahwa kandung kemihnya telah penuh dengan urine. Akibatnya, anak tidak terbangun atau hanya bermimpi pergi ke kamar mandi sehingga akhirnya mengompol di tempat tidur.

penyebab ngompol pada orang dewasa

Apakah anak masih ngompol karena ada masalah kesehatan?

Sederhananya, mengompol merupakan tanda anak belum cukup matang untuk mengendalikan fungsi-fungsi tubuhnya. Pasalnya, menahan urine merupakan proses yang melibatkan koordinasi otot, saraf, sumsum tulang belakang, dan otak. Fungsi-fungsi ini akan semakin matang seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, ngompol juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan seperti penyumbatan saluran kemih, sembelit, diabetes, atau kurang minum air. Misalnya, ketika anak mengalami sembelit, usus besar akan penuh sehingga menekan kandung kemih. Nah, untuk mengetahui apakah anak mengalami sembelit, Anda bisa mengawasi intensitas buang air besar anak. Intensitas buang air besar yang normal berkisar antara tiga kali dalam sehari sampai empat kali dalam seminggu.

Lantas, bagaimana cara membedakan mengompol yang disebabkan oleh fungsi tubuh yang belum matang atau masalah kesehatan? Hal ini bisa dilihat dari seberapa sering anak mengompol. Bila terjadi setiap hari secara berturut-turut, maka kebiasaan ngompol ini disebabkan karena ketidakmatangan fungsi tubuh. Sedangkan mengompol yang dipicu masalah kesehatan biasanya lebih jarang, biasanya terjadi setelah anak sudah tidak mengompol selama enam bulan atau lebih.

Walaupun hanya sesekali, bila anak masih ngompol di usia lima sampai tujuh tahun, Anda perlu memeriksakan anak ke dokter. Jika memang disebabkan karena adanya masalah kesehatan, maka harus menjalani tes urine untuk melihat apakah ada masalah ginjal atau infeksi saluran kemih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit