Kenali Gejala Penyakit Kelima (Fifth Disease) Pada Anak, Infeksi Virus Mirip Campak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tak banyak masyarakat awam yang tahu tentang eksistensi penyakit kelima yang sering menjangkiti anak-anak. Apa penyebabnya dan apa saja gejalanya?

Apa itu penyakit kelima?

Penyakit kelima (Eritema infectiosum) adalah infeksi virus ringan yang paling sering menyerang anak-anak. Disebut penyakit kelima karena merupakan penyakit urutan kelima dalam daftar klasifikasi historis penyakit radang kulit umum pada anak-anak (empat lainnya adalah campakrubelacacar air, dan roseola).

Penyakit kelima disebabkan oleh Parvovirus B19. Virus ini cenderung menyebar lewat udara melalui cipratan air liur dan dahak saat anak bersin atau batuk. Gejala yang ditimbulkan termasuk ruam kemerahan pada pipi, lengan dan kaki. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak antara usia 5 sampai 14 tahun. Penyakit kelima bisa bermukim dalam tubuh dalam waktu 4 sampai 14 hari setelah tubuh terinfeksi dengan parvovirus B19. Penyakit ini menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak.

Meski umumnya menyerang anak-anak, penyakit ini kadang juga menghampiri orang dewasa dan bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Tanda dan gejala penyakit kelima

Berikut adalah gejala yang paling umum dari penyakit kelima:

  • Sekitar 2 sampai 3 minggu setelah terpapar virus, ruam dapat muncul pada wajah. Kemerahan ini membuat pipi tampak seperti habis ditampar, dan area di sekitar mulut tampak pucat. Tanda-tanda ini biasanya hanya terlihat pada anak-anak.
  • Bintik-bintik kemerahan seakan membentuk garis dapat muncul di lengan dan dapat menyebar ke dada, punggung dan paha. Kemerahan dapat memudar tetapi dapat memburuk jika orang tersebut terkena uap panas, seperti saat mandi air panas atau berjemur. Kemerahan ini dapat bertahan selama beberapa minggu. Untuk sebagian orang, ruam merah bisa tidak muncul.
  • Orang dewasa mungkin hanya mengalami nyeri sendi. Biasanya di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lutut.

Penyakit kelima tidaklah parah bagi kebanyakan anak. Namun, gejalanya bisa terlihat seperti ruam serius. Oleh karena itu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis resminya. Beri tahu pula pada dokter obat apa saja yang sedang digunakan anak Anda, baik resep maupun nonresep.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit kelima?

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit kelima akut. Pengobatan yang ada hanya untuk mengurangi gejalanya. Misalnya, jika anak Anda mengalami demam atau nyeri, Anda dapat memberikan acetaminophen. Jika muncul gejala baru, anak bisa merasa lebih lelah, atau suhu tubuhnya meningkat. Hubungi dokter untuk penanganan lanjutan.

Anak yang menderita ruam akut sangatlah menular ketika ia mengalami gejala yang menyerupai pilek, biasanya sebelum hujan turun. Tetapi, ketika muncul ruam, anak tersebut tidak lagi menular. Namun, sebagai pedoman, jika anak Anda mengalami ruam atau demam, jauhkan ia dari anak lainnya sampai dokter menentukan penyakit apa yang ia alami. Sebagai tindakan pencegahan, tunggu sampai anak Anda terbebas dari demam dan kembali merasa baikan sebelum membiarkannya bermain dengan anak lain.

Menjauhkan anak yang sakit dari ibu hamil adalah tindakan pencegahan penting lainnya, terutama selama tiga bulan pertama kehamilan. Ini penting dilakukan karena virus dapat menyebabkan masalah serius atau bahkan kematian janin jika ibu hamil terinfeksi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit