Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengenal Kebiasaan Mengompol: Penyebab sampai Penanganan

    Mengenal Kebiasaan Mengompol: Penyebab sampai Penanganan

    Dalam bahasa medis, kondisi tidak bisa menahan buang air kecil adalah enuresis yang dapat membuat seseorang mengompol. Hal ini umumnya dialami oleh anak-anak.

    Anak mengompol memang kondisi biasa, tetapi kalau berlangsung lama, ini bisa jadi adalah sebuah penyakit. Berikut penjelasan lengkap seputar kondisi medis dari mengompol

    Apa itu mengompol?

    anak ngompol gejala diabetes

    Mengompol atau nocturnal enuresis adalah keluhan dari keluarnya urine dengan sendirinya yang terjadi saat tidur.

    Dengan kata lain, mengompol adalah buang air kecil saat tidur di malam hari dan tanpa Anda sadari.

    Nocturnal enuresis berbeda dari nocturia, yakni kondisi seseorang dengan sadar bangun untuk buang air dan kemudian tidur kembali.

    Nocturnal enuresis juga berbeda dengan inkontinensia urgensi, yaitu kondisi terjadi saat malam hari setelah terbangun untuk buang air tapi tidak memiliki waktu yang cukup untuk ke kamar mandi.

    Mengutip dari Kids Health, mengompol adalah kondisi yang sangat umum pada anak-anak kecil. Setidaknya, 1-2 dari 100 anak sering mengompol pada usia 7 tahun.

    Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan dan dapat memengaruhi pasien dengan usia berapapun.

    Nocturnal enuresis juga dapat terjadi di kemudian hari dan merupakan gejala penting akibat gangguan traumatis, terutama pada pria.

    Pasalnya, kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa pria tersebut memiliki retensi urine kronis bertekanan tinggi.

    Kondisi ini biasanya terkait dengan dilatasi saluran atas dan risiko gagal ginjal. Meski begitu, kebanyakan anak akan berhenti mengompol dengan sendirinya.

    Apa tanda dan gejala mengompol?

    Mengutip dari Mayo Clinic, anak-anak biasanya mulai toilet training saat usia 5 tahun dan tidak ada target untuk mengontrol kandung kemih.

    Gejala umum dari kondisi ini adalah kehilangan kendali urinasi dengan sendirinya saat tidur.

    Dokter dapat melihat apakah kondisi mengompol anak disebabkan oleh masalah medis dengan gejala-gejala berikut:

    • merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya,
    • lebih haus dari biasanya,
    • memiliki perasaan terbakar saat buang air kecil,
    • mengalami pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, dan
    • mulai kembali setelah sudah berhenti selama beberapa minggu atau bulan.

    Jika memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan ke dokter.

    Apa penyebab mengompol?

    Umumnya, anak mengompol karena beberapa kondisi, seperti:

    • otot kandung kemih anak bertumbuh lebih lambat dari biasanya,
    • kemih anak menampung lebih sedikit jumlah urin dari jumlah yang normal, dan
    • tubuh anak menghasilkan banyak urin

    Seringkali, mengompol tidak terjadi oleh masalah medis atau emosional, namun juga dapat terjadi pada beberapa kasus.

    Enuresis juga merupakan gejala pada banyak gangguan, beberapa diantaranya bahkan kasus yang fatal, seperti:

    Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak yang terdiagnosis dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

    Namun, peneliti belum mengerti dengan jelas hubungan antara buang air kecil dan ADHD.

    Apa faktor yang meningkatkan risiko seseorang sering mengompol?

    Ada banyak faktor risiko untuk mengompol, pada anak dan orang dewasa.

    Anak-anak

    • terlalu banyak minum sebelum tidur
    • sangat aktif saat pagi hari,
    • riwayat keluarga pernah mengalami nocturnal enuresis.

    Orang dewasa

    • cedera traumatis pada panggul, berpotensi menyebabkan UI
    • stress, takut atau tidak percaya diri
    • diabetes
    • pembesaran kelenjar prostat
    • sleep apnea (jeda abnormal pada pernapasan saat tidur)
    • konstipasi.

    Adakah pengobatan untuk mengompol?

    cara agar anak tidak ngompol

    Enuresis pada anak-anak tidak memerlukan perawatan apapun. Orangtua bisa membantu mengatasi kebiasaan mengompol dengan mengurangi faktor risiko.

    Agar rencana berhasil, orangtua dan anak harus memiliki keinginan yang sama untuk menghentikan kebiasaan mengompol.

    Namun, berhenti buang air terkadang tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama.

    Bila berobat, dokter mungkin memberikan obat untuk mengurangi kebiasaan buang air sembarangan.

    Obat biasanya dokter berikan pada anak-anak di atas 7 tahun yang telah mencoba berbagai cara untuk berhenti mengompol.

    Pada orang dewasa, nocturnal enuresis tanpa urine residual mungkin terkait dengan OAB (overactive bladder).

    Kondisi ini dapat dokter tangani dengan anti-muscarinics dan dengan desmopressin dalam formulasi yang dicairkan.

    Pasien dengan retensi urinaria bertekanan tinggi yang menyebabkan nocturnal enuresis akan mendapat obat dengan kateterisasi awal untuk meringankan tekanan.

    Cara ini bersamaan pemantauan dengan menggunakan operasi endoskopik untuk mengecilkan prostat atau pengangkatan prostat terbuka.

    Perawatan rumahan untuk mengobati mengompol

    Anak mengompol memang meresahkan, terutama saat ia sudah besar.

    Ayah dan ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mengobati dan mengurangi intensitasnya.

    • Biasakan buang air kecil sebelum tidur. Ingatkan anak untuk bangun dan menggunakan toilet saat terasa akan buang air.
    • Nyalakan lampu agar anak dapat pergi ke kamar mandi dengan mudah.
    • Hentikan penggunaan popok atau celana training di rumah, terutama jika anak berusia di atas 8 tahun.
    • Minta anak membantu membersihkan kasur pada pagi hari. Sebagai contoh, mengangkat sprei yang basah dari tempat tidur atau membantu dengan cucian.
    • Catat perkembangan anak dan berikan pujian saat anak berhenti . Orangtua dan anak harus sudah menyetujui pujian atau hadiah sebelumnya.
    • Hindari banyak minum air putih sebelum tidur.
    • Ajarkan anak untuk menahan kemih agar menampung lebih banyak urine.
    • Gunakan alarm yang sesuai untuk anak berusia 7 tahun keatas.
    • Pakai sprei anti air untuk melindungi matras dan bau pesing.
    • Letakkan handuk kering pada bagian tempat tidur yang basah.
    • Pasang seprai berlapis-lapis, dengan alas anti air.
    • Bereskan tempat tidur kembali saat tempat tidur kembali basah.

    Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah anak mengompol.

    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Bed-wetting – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 11 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-wetting/symptoms-causes/syc-20366685

    Bed-wetting – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 11 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-wetting/diagnosis-treatment/drc-20366711

    Bedwetting in children . (2017). Retrieved 11 January 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/bedwetting/

    Bedwetting in Childhood | Continence Foundation of Australia. (2022). Retrieved 11 January 2022, from https://www.continence.org.au/information-incontinence-english/bedwetting-in-childhood

    How to Help Your Child Stop Wetting the Bed. (2019). Retrieved 11 January 2022, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-help-your-child-stop-wetting-the-bed-2/

    Bedwetting (Nocturnal Enuresis): Diagnosis, Tests, Management and Treatment. (2022). Retrieved 11 January 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15075-bedwetting

    Bedwetting (Nocturnal Enuresis) (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 11 January 2022, from https://kidshealth.org/en/teens/enuresis.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Jan 17
    Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A
    Next article: