home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suhu Tubuh Anak Rendah, Haruskah Saya Khawatir?

Suhu Tubuh Anak Rendah, Haruskah Saya Khawatir?

Sejak lahir, manusia memiliki sistem bernama homeostasis yang bertugas untuk menjaga suhu tubuh agar tetap berada dalam kisaran yang normal. Maka, jika suhu tubuh anak Anda tiba-tiba meningkat atau menurun di luar kisaran normalnya, ini berarti ada sesuatu yang salah dalam sistem tubuh si buah hati. Anda mungkin sudah tahu bahwa suhu tubuh anak meningkat hingga demam biasanya menandakan terjadinya infeksi bakteri, virus, atau kuman. Akan tetapi, bagaimana dengan suhu tubuh yang menurun hingga kulit si kecil terasa dingin saat disentuh? Apakah ini hal yang wajar atau justru harus diwaspadai?

Suhu tubuh normal anak

Selama telapak tangan dan kaki atau permukaan kulit anak Anda tidak terasa terlalu dingin atau membeku ketika Anda sentuh, suhu tubuhnya masih tergolong normal. Namun, jika terasa dingin sebaiknya Anda mengukur suhu tubuh anak dengan termometer di mulut, telinga, ketiak, atau anus. Dalam keadaan sehat dan normal, suhu tubuh anak berkisar pada 36,5 sampai 37 derajat Celsius. Angka ini akan terus berubah-ubah sepanjang hari, misalnya di malam hari saat anak tidur, pada sore hari setelah mandi, atau sehabis anak Anda melakukan aktivitas fisik tertentu.

BACA JUGA: 5 Nutrisi untuk Otak Anak yang Bermanfaat Meningkatkan Kecerdasan

Mengapa suhu tubuh anak saya rendah?

Meskipun setiap orang memiliki suhu tubuh yang berbeda-beda, perhatikan jika suhu tubuh anak Anda sering kali atau selalu berada di bawah 36,5 derajat Celsius. Suhu tubuh rendah bisa menandakan berbagai kondisi kesehatan seperti berikut ini.

1. Kurang aktivitas fisik

Jika anak Anda kurang bergerak dan melakukan aktivitas fisik, risikonya adalah suhu tubuh rendah. Hal ini terjadi karena tubuh yang pasif biasanya akan mengakibatkan melambatnya sistem metabolisme, yaitu proses pembakaran kalori menjadi energi. Beraktivitas fisik adalah salah satu cara untuk memicu proses pembakaran tersebut. Maka, semakin anak Anda kurang gerak, tubuhnya akan semakin dingin, lemas, dan pucat.

2. Asupan nutrisi

Pola makan dan asupan nutrisi yang seimbang akan membantu menjaga agar suhu tubuh anak Anda tetap berada dalam kisaran normal. Kalau anak Anda lapar, suhu tubuhnya akan berkurang. Begitu juga dengan kekurangan asupan nutrisi tertentu seperti kalori, iodin, dan zat besi. Asupan nutrisi yang tidak seimbang bisa menurunkan suhu tubuh si kecil. Maka, pastikan bahwa Anda selalu menjaga agar pola makan anak teratur dan seimbang.

3. Kurang darah

Kurang darah (anemia defisiensi besi) atau sirkulasi darah yang tidak lancar bisa memengaruhi suhu inti (organ-organ dalam) dan suhu tubuh anak. Kalau anak Anda tampak pucat, lemas, sulit bernapas, kesemutan, dan badannya terasa dingin, anak Anda mungkin kekurangan darah. Selain itu, anak yang kurang darah juga biasanya mudah diserang infeksi sampai jatuh sakit. Tanda lainnya adalah rentang perhatian (attention span) yang singkat dan pertumbuhan yang lebih lambat dari anak-anak seusianya. Hati-hati karena kurang darah pada anak bisa menyebabkan gangguan belajar dan perkembangan mental.

BACA JUGA: Pertanyaan Umum Seputar Anemia pada Anak-anak

4. Gejala penyakit ringan

Biasanya suhu tubuh anak akan menurun kalau mau sakit, misalnya masuk angin atau influenza. Suhu tubuh rendah sering dialami anak-anak justru sebelum muncul demam. Ini karena virus, bakteri, dan kuman akan paling ganas menyerang tubuh yang suhunya rendah. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh akan melawannya dengan cara meningkatkan suhu inti dan suhu tubuh sehingga si kecil jadi panas dan demam. Setelah mengonsumsi obat penurun panas, anak Anda juga mungkin mengalami penurunan suhu tubuh.

BACA JUGA: Pengetahuan Dasar Mengenai Flu Pada Anak-anak

5. Penyakit serius

Suhu tubuh anak yang rendah bisa jadi gejala penyakit serius. Beberapa penyakit kronis seperti penyakit autoimun, hipertiroid, atau multiple sclerosis ditandai dengan menurunnya suhu tubuh dan rasa lemas sepanjang hari. Gangguan saraf pada anak juga terkadang ditunjukkan dengan suhu tubuh rendah.

Kapan saya harus bawa anak ke dokter?

Kalau suhu tubuh anak Anda masih berkisar pada 36 sampai 37 derajat Celsius, Anda tak perlu khawatir. Untuk meningkatkan suhu tubuh anak, cobalah untuk mengatur suhu ruangan agar tak terlalu dingin dan memakaian baju yang cukup hangat. Anda juga bisa memberikan minuman dan makanan hangat misalnya jahe untuk membantu meningkatkan suhu inti tubuhnya.

Akan tetapi, kalau suhu anak turun sampai 35 derajat Celsius, sebaiknya segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat. Konsultasikan dengan dokter dan tenaga kesehatan supaya bisa mendapat penanganan yang terbaik. Jika dokter mencurigai adanya masalah kesehatan tertentu, anak Anda mungkin akan diminta untuk menjalani serangkaian pemeriksan medis. Tetap tenang dan dampingi anak selama pemeriksaan berlangsung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Causing My Toddler’s Low Body Temperature? http://www.livestrong.com/article/527573-what-is-causing-my-toddlers-low-body-temperature/ Diakses pada 30 November 2016.

Low Temperature in Children. http://www.newhealthadvisor.com/Low-Temperature-in-Children.html Diakses pada 30 November 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x