Mengasah Kemampuan Anak Autisme Agar Lancar Bergaul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/10/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua tentu ingin anaknya bergaul dengan lancar di luar sana. Namun, hal itu akan jauh lebih sulit jika diterapkan bagi anak dengan kondisi autisme. Terlebih jika harus melatih dan membantu anak austisme bersosialisasi di sekolah, komunitas, dan sebagainya. Adakah cara-cara tertentu yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak autisme bersosialiasi dengan baik dan mendiri? Simak tipsnya berikut ini.

Cara orangtua membantu anak autisme bersosialisasi dan bergaul

Kabar baiknya, ada beberapa strategi atau cara yang didukung penelitian untuk mempraktikkan keterampilan sosial anak dengan autisme. Caranya tentu saja lewat kegiatannya sehari-hari.

Langkah-langkah ini umumnya bisa dibantu dengan bahasa tubuh atau penyelesaian masalah yang bisa ditiru anak dengan autisme. Berikut merupakan beberapa hal yang bisa membantu anak autisme membaur dan bergaul dengan orang-orang di lingkungannya.

1. Beri contoh yang jelas

Anak-anak biasanya sering memperagakan dan mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya. Tidak terkecuali dengan anak yang memiliki autisme. Memperagakan apa yang harus dilakukan saat bersosialisasi dirasa penting karena dalam bersosialisasi, memeragakan aksi sangatlah diperlukan.

Misalnya, Anda mengantarkan anak ke taman bermain. Di situ Anda dan si kecil bertemu dengan anak sebayanya. Yang harus Anda lakukan adalah mencontohkan bagaimana caranya berkenalan. Yaitu dengan menawarkan jabat tangan, bersalaman sambil memperkenalkan nama, dan tersenyum. Anda harus melakukan hal ini dulu dengan anak tersebut, baru kemudian minta buah hati Anda untuk meniru apa yang baru saja Anda lakukan.

Sertakan juga penjelasan verbal lewat cerita atau skenario untuk menjelaskan mengapa aksi sosialisasi penting dilakukan. Cara yang satu ini membutuhkan banyak waktu dan latihan guna mencapai hasil yang maksimal terhadap anak Anda.

Jadi mulailah sedini mungkin dan jangan menyerah bila anak menolak untuk mengikuti contoh yang Anda berikan. Lama-lama ia akan belajar sendiri dan mulai terbiasa dengan proses ramah-tamah tersebut.

2. Bantu dengan skenario atau bercerita

Selain memperagakan aksi bersama anak, Anda juga bisa membantu anak dengan autisme bersosialisasi lewat skenario atau cerita. Anda bisa menyajikan skenario di atas kertas yang dapat Anda diskusikan dan pelajari bersama anak Anda. Dengan cara ini, Anda tidak perlu menunggu contoh kehidupan nyata untuk memberi tahu anak apa arti sosialisasi yang sebetulnya.

Gunakan cerita yang mendeskripsikan masalah atau cara bergaul. Buat seolah ada tanya jawab di dalamnya, dan ajarkan cara anak untuk merespon sesuatu hal jika ia sedang bergaul atau bermain bersama teman-temannya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan media visual seperti komik, kartun, atau film guna mengajarkan anak bersosialisasi.

3. Mainkan peran

Saat membantu anak autisme bergaul, pastinya ada hambatan yang terjadi. Salah satu cara lain yang bisa Anda lakukan saat kedua cara sebelumnya mulai terhambat adalah dengan mencoba memainkan peran.

Berlatihlah dengan membuat anak seolah-olah berlaku seperti teman atau bahkan menjadi dirinya sendiri. Tunjukkan bagaimana cara membedakan respon dalam berperilaku. Latih juga bagaimana Anda ingin anak bersikap ketika dihadapkan dalam situasi tertentu.

Misalnya, Anda bisa berperan sebagai teman sekelasnya. Jangan takut untuk mencoba memainkan situasi-situasi yang bisa membuat anak kurang nyaman, misalnya tak sengaja menyenggol badan si kecil.

Perhatikan reaksinya ketika tiba-tiba tersenggol oleh Anda (sebagai teman sekelasnya). Dari situ, Anda bisa mengarahkan bagaimana sebaiknya anak bereaksi dalam situasi negatif. Ini bisa jadi kesempatan yang sangat bagus untuk melatih kepekaan sosial anak.

4. Orangtua bisa meminta tolong bantuan dari luar

Sebagai orangtua yang memiliki anak dengan kondisi autisme, keberhasilan dari latihan bersosialisai ini pada dasarnya akan bergantung pada kesabaran melatih dan pemahaman Anda tentang keterampilan sosial anak.

Menurut Pshycology Today, para orangtua bisa membantu anak lewat teman-teman, komunitas, atau suatu lembaga yang bisa membantu mereka mendiskusikan kesulitannya. Sembari menemukan komunitas, teman, atau lembaga pendukung, Anda bisa mempelajari berbagai strategi atau tips yang bisa dilakukan anak autisme  untuk bersosialisasi lewat konsultasi ke terapis.

Percayakan bahwa si kecil bisa bergaul secara mandiri

Semua strategi di atas tidak akan berhasil kalau Anda tidak bisa memercayai anak untuk bergaul. Ya, Anda sendiri juga harus mempercayakan pada anak bahwa ia mampu dan bisa bersosialisasi dengan baik di luar sana.

Jika Anda malah ragu dengan potensi yang anak Anda miliki, mungkin sekian banyak usaha yang Anda lakukan menjadi kurang maksimal hasilnya.

Ketahui juga, kalau setiap anak punya gaya, potensi, dan respon yang berbeda untuk bersosialisasi. Latih dan terapkan sebaik mungkin bagaiaman cara bersosialisasi yang baik. Tunjukkan pada dunia kalau kelebihan yang anak Anda miliki bukanlah suatu hal menghambat keterampilan sosialnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit