Mengapa Anak Sering Batuk dan Pilek?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak sering batuk dan pilek yang berkepanjangan, sampai-sampai mungkin Anda bosan mengatasinya? Ya, anak kecil memang lebih rentan untuk tertular penyakit. Sistem kekebalan tubuh anak yang belum matang mungkin membuat virus atau kuman lebih mudah untuk membuatnya sakit. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan anak sering batuk dan pilek?

Apa yang menyebabkan anak sering batuk dan pilek?

Batuk dan pilek biasa bisa disebabkan karena infeksi virus pada hidung, tenggorokan, dan sinus. Anak kecil bisa lebih sering mengalami batuk dan pilek daripada anak yang lebih tua dan orang dewasa karena anak kecil belum mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kuat. Anak kecil belum membangun kekebalan tubuh ke lebih dari 100 virus berbeda yang menyebabkan batuk-pilek.

Sebelum usia 7 tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum kuat sepenuhnya. Selain itu, saluran pernapasan atas anak (termasuk telinga dan bagian sekitarnya) belum sepenuhnya berkembang sampai setelah usia sekolah. Sehingga, hal ini memungkinkan bakteri dan virus lebih bisa menyerang imunitas anak Anda.

Namun, jika anak sering mengalami batuk dan pilek, jangan langsung beranggapan bahwa anak Anda mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada saat ia terkena batuk dan pilek, ia hanya sedang terpapar dengan banyak virus. Jika pilek sering menyebabkan masalah yang lebih serius, mungkin sistem kekebalan tubuh anak sedang menurun.

Anak bisa mendapatkan batuk dan pilek karena tertular dari orang sekitarnya, seperti saudara, orang tua, anggota keluarga, teman, dan lainnya. Anak yang sering bermain dengan temannya, mungkin akan lebih sering mengalami batuk dan pilek. Anak kecil biasanya tidak menutup mulut mereka saat batuk atau bersin, sehingga memudahkan penyebaran kuman ke temannya yang lain. Selain itu, anak kecil juga sering memegang hidung dan mulut, kemudian memegang benda-benda di sekitarnya, sehingga virus dan kuman bisa lebih menyebar.

Musim penghujan juga dapat memengaruhi batuk dan pilek pada anak. Pada musim ini, anak bisa lebih sering mengalami batuk dan pilek. Anak usia balita bisa mengalami batuk dan pilek sampai 9 kali setiap tahun. Sedangkan, orang dewasa bisa terkena batuk sebanyak 2-4 kali dalam setahun.

Saat anak sudah pernah terkena virus yang menyebabkan batuk dan pilek, maka sistem kekebalan tubuh anak akan mengenalinya sehingga kekebalan tubuh anak pun menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, frekuensi batuk dan pilek akan menurun pada anak yang lebih tua.

Apakah batuk dan pilek bisa menjadi tanda dari penyakit serius?

Batuk dan pilek biasanya diiringi dengan demam dan berlangsung sekitar 1-2 minggu. Beberapa virus pernapasan yang menyebabkan batuk-pilek pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius saat virus tersebut menginfeksi bayi dan balita. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut adalah:

  • Croup (laringotrakeobronkitis), dengan gejala suara serak, mengeluarkan suara saat bernapas, batuk berat
  • Bronkiolitis, dengan gejala mengi, kesulitan bernapas
  • Sakit mata
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan pada kelenjar di leher

Bagaimana agar anak terhindar dari batuk dan pilek?

Anak biasanya terkena batuk dan pilek karena tertular, bisa dari orang sekitarnya atau dari benda-benda yang terkontaminasi dengan virus batuk dan pilek. Biasanya, anak sering memegang benda-benda di sekitarnya, ia tidak mengetahui apakah benda-benda di sekitarnya itu bersih atau tidak. Setelah memegang benda tersebut, kemudian anak memegang anggota tubuhnya atau memasukkan jarinya ke mulut atau ke hidung.

Oleh karena itu, untuk mencegah batuk dan pilek pada anak, Anda bisa mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangannya. Biasakan anak untuk selalu cuci tangan setelah dari kamar mandi, sebelum dan setelah makan, serta setelah bermain. Jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun agar kuman-kuman yang menempel di tangan anak mati dan pastikan semua bagian tangan sudah terkena sabun dan air. Ini merupakan hal kecil, tetapi bisa memengaruhi kesehatan anak.

Jika anak Anda sedang mengalami batuk dan pilek, ajarkan anak untuk selalu menutup mulutnya saat bersin dan batuk. Anak bisa menutup mulutnya dengan tisu atau dengan lengan bajunya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan virus ke orang-orang sekitarnya.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Sudah tahu peran keseimbangan mikrobiota usus dalam mencegah alergi anak? Cari tahu faktanya berdasarkan penelitian terbaru di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus
Kesehatan Anak, Parenting 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Penggunaan Ibuprofen untuk Anak di Masa Pandemi, Apakah Aman?

Penggunaan Ibuprofen untuk anak dalam mengatasi nyeri, misalnya demam telah terbukti aman diminum di tengah pandemi COVID-19. Berikut penjelasan lengkapnya.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Tips Parenting 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
memaksa anak olahraga

Memaksa Anak Jago Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan dahak pada anak

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit