Apa Saja Gejala Epilepsi pada Anak? Ini Penjelasannya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menyaksikan si kecil kejang untuk pertama kalinya pasti membuat Anda khawatir. Pasalnya, kejang sering kali dikaitkan dengan kondisi epilepsi. Apakah kejang selalu jadi pertanda epilepsi pada anak? Kapan kejang pada anak itu dinyatakan sebagai kondisi epilepsi? Cari tahu jawaban mengenai apa gejala epilepsi pada bayi maupun anak berikut ini.

Gejala epilepsi pada anak

gejala epilepsi pada anak

Epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan aktivitas otak jadi tidak normal.

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, kondisi merupakan gangguan sistem saraf yang paling umum dan cukup banyak dialami bayi maupun anak.

Saat epilepsi muncul, maka gejala utama yang pertama kali terlihat adalah kejang. Namun, tidak semua kejang itu menandakan kondisi epilepsi.

Anak tanpa kondisi epilepsi pun kemungkinan besar pernah mengalami kejang. Hal ini karena kejang disebabkan oleh adanya letupan listrik pada otak sehingga mengganggu aktivitas otak.

Sebagian besar anak-anak pernah mengalami kejang, normalnya hanya sekali. Biasanya kejang ini terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Saat kondisi ini terjadi, anak bisa melakukan gerakan, seperti entakkan tangan dan kaki serta hilang kesadaran sekitar 30 detik atau lebih lama sekitar 2 menit.

Gejala epilepsi lainnya pada anak adalah ketika ia mengalami dua kali atau lebih kejang secara berulang tanpa penyebab yang diketahui.

Gangguan yang terjadi akibat gejala epilepsi pada anak

Ada dua jenis epilepsi yang bisa dialami anak yang berpengaruh pada tipe kejang, yaitu:

  • Kejang primer, melibatkan kedua sisi otak
  • Kejang fokal, melibatkan satu sisi otak tetapi bisa menyebar ke sisi lainnya

Hal ini lah yang membuat gejala epilepsi pada anak pun bervariasi karena bergantung dengan bagian otak mana yang terpengaruh.

Berikut gangguan yang bisa terjadi akibat gejala epilepsi pada anak, seperti:

  • Gangguan sensorik: kesemutan, mati rasa, perubahan pada indera
  • Gangguan abnormal: postur tubuh menjadi kaku, hilang kesadaran dan pernapasan
  • Perilaku abnormal: kebingungan, terlihat takut

Kapan kejang didiagnosis sebagai gejala epilepsi?

Kejang yang terjadi tanpa sebab dan lebih dari satu kali bisa dipertimbangkan sebagai gejala epilepsi pada anak.

Selain melakukan hentakkan kaki atau tangan, kejang juga bisa ditandai dengan tatapan kosong yang terfokus pada satu titik.

Mungkin Anda sering melihat bahwa kejang sebagai gejala atau tanda epilepsi juga akan membuat mulut anak mengeluarkan busa.

Namun, tidak semua orang akan mengalami gejala epilepsi yang sama. Ini tergantung bagian mana yang terjadi gangguan otak.

Kemudian, kejang juga tidak selalui ditandai dengan entakan kaki atau tangan.

Ada banyak variasi kejang sebagai ciri-ciri atau tanda epilepsi yang mungkin terjadi pada anak, seperti:

  • Anggota badan jadi kaku seolah tak bisa digerakkan
  • Muncul sensasi kedutan di sebelah mata atau sebagian wajah
  • Anak tampak bengong atau melamun beberapa saat kemudian hilang kesadaran
  • Anak tiba-tiba terjatuh seperti kehilangan tenaga
  • Mengalami gangguan pernapasan bahkan sampai berhenti

Bagaimana mendiagnosis gejala epilepsi pada anak?

Saat Anda melihat anak mengalami gejala epilepsi seperti kejang pertama kalinya, bawa anak ke dokter.

Anak akan mendapatkan perawatan yang tepat dan kemungkinan berbagai hal yang tidak diinginkan dapat dicegah.

Selain itu, Anda tentu jadi lebih tenang setelah melakukan konsultasi dengan ahlinya.

Pemberian obat antikejang mungkin akan diresepkan jika anak berisiko mengalami kejang kembali.

Si kecil mungkin direkomendasikan untuk melakukan tes kesehatan lebih lanjut, seperti:

  • Tes darah. Memeriksa adanya tanda-tanda infeksi, kondisi genetik, atau kemungkinan penyakit lain selain epilepsi.
  • Pemeriksaan neurologis (saraf). Menguji kemampuan motorik, fungsi mental, dan perilaku anak untuk menentukan jenis epilepsi.
  • Elektroensefalogram (EEG). Tes paling umum mendiagnosis epilepsi dengan cara menempelkan elektroda ke kulit kepala untuk melihat aktivitas otak.
  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI. Tes ini dilakukan untuk menentukan area otak mana yang mengalami masalah.

Tes kesehatan tersebut dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan diagnosis, tapi juga menentukan jenis obat epilepsi, jenis epilepsi, dan prognosis penyakit.

Jika si kecil dinyatakan posistif memiliki epilepsi, ia harus minum obat antikejang.

Menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebagian besar gejala epilepsi pada anak memerlukan pengobatan selama 2 tahun hingga akhirnya bebas kejang.

Dijelaskan pula bahwa angka kekambuhan kejang akan semakin kecil jika si kecil minum obat 2 hingga 3 tahun.

Apabila pada pemeriksaan ulang EEG masih terdapat gelombang kejang, maka pengobatan harus diteruskan hingga bebas kejang.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Penyakit Saraf pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Penyakit saraf termasuk kasus yang cukup banyak ditemukan pada usia anak-anak. Kenali jenis-jenis penyakit saraf pada anak yang paling umum, plus gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 12 Oktober 2018 . Waktu baca 10 menit

Mengulas Obat dan Prosedur untuk Mengobati Penyakit Epilepsi

Pengobatan untuk epilepsi meliputi konsumsi obat dan atau menjalani prosedur medis lanjutan. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 6 Oktober 2018 . Waktu baca 8 menit

Bahaya yang Terjadi Bila Mengganjal Mulut Pakai Sendok Saat Kejang

Banyak orang percaya bahwa mengganjal lidah dengan sendok saat kejang dapat membantu menangani kejang. Tapi cara ini tidak disarankan. Bahayanya bisa fatal.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Otak dan Saraf 28 September 2017 . Waktu baca 4 menit

Awas! Mencegah Kejang Pada Bayi Dengan Meminumkan Kopi Bisa Picu Aritmia Jantung

Jangan sekali-kali meminumkan kopi untuk bayi, meski katanya minum kopi bisa mencegah dan mengobati kejang pada bayi. Ini bahayanya jika bayi minum kopi.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit
kejang demam pada anak

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
epilepsi tidak boleh berenang

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
epilepsi pada anak

Epilepsi pada Anak: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit