Anak Sering BAB di Celana? Bisa Jadi Gejala Enkopresis Fungsional

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Enkopresis fungsional atau disebut juga dengan inkontinensia fekal adalah keluarnya feses secara tidak sengaja. Hal ini disebabkan feses berkumpul di usus besar dan rektum, sehingga usus menjadi penuh dan feses cair keluar atau bocor. Akhirnya, feses yang tertahan dapat menyebabkan perut mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen) dan kehilangan kendali untuk buang air besar.

Encopresis biasanya terjadi pada anak di atas usia 4 tahun. Pada usia tersebut, umumnya anak sudah belajar menggunakan toilet. Dalam kebanyakan kasus, enkopresis adalah gejala sembelit kronis. Namun, pada kasus lain yang lebih jarang terjadi, enkopresis mungkin disebabkan oleh masalah pertumbuhan atau masalah emosional.

Sekitar 16-37 persen anak usia sekolah menghadapi sembelit. Sembelit dengan enkopresis memengaruhi setidaknya empat persen anak prasekolah dan satu hingga dua persen anak usia sekolah. Pada anak usia sekolah, enkopresis paling mungkin memengaruhi anak laki-laki.

Apa saja gejala enkopresis?

  • Sembelit dengan feses yang kering dan keras
  • Pengeluaran feses dalam bentuk cair (biasanya di celana)
  • Menghindari buang air besar
  • Lama tidak buang air besar
  • Nafsu makan berkurang
  • Sakit perut

Jika anak Anda sudah terlatih menggunakan toilet dan memiliki salah satu atau lebih gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter.

Apa yang menyebabkan terjadinya enkopresis?

Sembelit

Umumnya kondisi ini terjadi akibat sembelit kronis. Ketika sembelit, feses anak Anda sulit keluar, kering dan mungkin akan menyakitkan untuk dikeluarkan. Akibatnya, anak Anda akan menghindar untuk pergi ke toilet, hal inilah yang akan semakin memperburuk kondisi. Semakin lama feses terkumpul dalam usus besar, semakin sulit mendorong feses untuk keluar. Usus besar akan meregang, dan akhirnya memengaruhi saraf yang bertugas memberi sinyal untuk pergi ke toilet. Saat usus besar menjadi terlalu penuh, feses cair dapat keluar secara tiba-tiba atau tanpa disengaja.

Penyebab umum terjadinya sembelit adalah kurangnya mengonsumsi makanan berserat, kurangnya cairan tubuh atau jarang mengkonsumsi produk susu. Terkadang, seorang anak dengan intoleransi susu sapi mungkin juga mengalami sembelit, meskipun intoleransi susu lebih sering menyebabkan diare daripada sembelit.

Masalah emosional

Stres emosional dapat memicu enkopresis. Seorang anak mungkin mengalami stres akibat

pelatihan penggunaan toilet yang terlalu dini atau perubahan dalam kehidupan anak, seperti perubahan pola makan, mulai masuk sekolah atau mengalami perceraian orang tua atau kelahiran saudara kandung

Faktor risiko enkopresis

Faktor risiko ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya encopresis:

Bagaimana mencegah terjadinya enkopresis pada anak?

Hindari sembelit

Bantu anak Anda terhindar dari sembelit dengan memberikan nutrisi seimbang yang tinggi serat. Jangan lupa, dorong anak Anda untuk minum cukup air setiap hari.

Pelajari teknik latihan toilet yang efektif

Hindari memulai latihan menggunakan toilet terlalu dini atau terlalu keras. Tunggu sampai anak Anda siap, dan kemudian gunakan dorongan positif untuk membantu anak Anda membuat kemajuan. Konsulltasikan dengan dokter mengenai latihan menggunakan toilet yang efektif.

Tangani enkopresis sesegera mungkin

Pengobatan dini, termasuk bimbingan dari dokter anak atau profesional kesehatan mental Anda, dapat membantu mencegah dampak sosial dan emosional dari enkopresis. Konsultasi tindak lanjut dengan dokter Anda dapat membantu mengidentifikasi masalah yang sedang berlangsung atau berulang sehingga penyesuaian dalam perawatan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab Paling Umum Sakit Perut Sebelah Kanan

Beberapa dari Anda mungkin sering merasakan sakit perut sebelah kanan. Hati-hati karena ini bisa menjadi tanda suatu penyakit pada organ di rongga perut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Rekomendasi Ragam Makanan yang Ampuh Sebagai Pelancar BAB

Cara mengatasi sembelit paling ampuh adalah memilih makanan sehat berserat tinggi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 3 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit gejala usus buntu

Cara Membedakan Sakit Perut Gejala Usus Buntu dan Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit maag adalah

Maag (Dispepsia)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
ilustrasi cara mengatasi perut kembung

11 Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung yang Cepat dan Ampuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit