Awas! Mencegah Kejang Pada Bayi Dengan Meminumkan Kopi Bisa Picu Aritmia Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi setiap hari sebenarnya sehat bagi orang dewasa. Tapi jangan sekali-kali meminumkan kopi untuk bayi, meski katanya minum kopi bisa mencegah kejang pada bayi.

Tidak jelas apa yang menjadi dasar alasan kenapa orangtua harus meminumkan bayinya kopi untuk mencegah atau mengobati kejang. Tapi yang pasti, kopi tidak dapat mencegah, apalagi mengobati kejang pada bayi. Meminumkan kopi pada anak justru akan membahayakan kesehatannya. 

Kafein dalam kopi bisa memicu jantung bayi berdetak tidak normal

Kejang terjadi akibat kelainan sinyal listrik pada otak sehingga terjadi gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau perilaku ganjil tanpa disadari si empunya tubuh. Otak manusia terdiri dari triliunan sel saraf yang saling terhubung dengan sinyal listrik yang disebut neurotransmitter. Sinyal listrik ini tidak hanya terjadi di otak, tapi juga di otot sehingga otak dapat memerintahkan tubuh untuk bergerak. Gangguan pada neurotransmitter menyebabkan kejang.

Nah, kafein dalam kopi pada dasarnya berfungsi sebagai obat stimulan, untuk merangsang sistem saraf pusat yang bisa membuat seseorang merasa lebih melek dan energik. Ini sebabnya orang dewasa yang jarang mengonsumsi kopi bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Tubuh anak kecil belum sematang tubuh orang dewasa, oleh karena itu tidak butuh banyak kafein untuk menghasilkan efek ini. Sesendok teh kopi yang biasanya diminumkan orangtua untuk mencegah atau mengobati kejang pada bayi, bisa menampakkan efek yang sama seperti orang dewasa.

Masih mau minumkan kopi untuk mengatasi kejang pada bayi?

Jika “tradisi” ini diteruskan dalam waktu lama, tidak menutup kemungkinan bahwa efeknya akan meningkat. Ketika jantung anak berdenyut lebih cepat dari biasanya, ini disebut dengan takikardia. Bayi yang mengalami takikardia biasanya memiliki denyut jantung lebih dari 160 detak per menit (bpm) ketika ia sedang berdiam diri. Padahal, denyut jantung normal pada bayi seharusnya tidak melebihi 140 bpm. Ini bisa berlangsung selama detik, menit, atau bahkan berjam-jam. Gejala takikardia meliputi rasa pusing, lemah, dan rasa tidak nyaman di dada. Namun kadang bisa sulit untuk membedakan gejala takikardia pada anak dengan keluhan lainnya yang lebih umum. Kafein dosis tinggi justru bisa membuat gangguan jantung dan saraf anak semakin parah, dalam hal ini kejang yang dialaminya.

Tak hanya itu, kafein juga bisa membuat si kecil makin gelisah, sulit tidur, dan moodnya memburuk. Kafein dosis rendah sekalipun bahkan bisa membuat anak sakit kepala, sakit perut, atau bahkan diare. Kafein juga bisa membuat anak Anda mengalami dehidrasi karena adanya peningkatan buang air kecil. Padahal kejang pada anak biasanya disebabkan oleh demam tinggi. Selain memperburuk kejangnya, segala efek kafein ini juga dapat memperburuk kondisi yang mendasarinya.

Minumkan kopi untuk menangani kejang pada bayi akan membuatnya tersedak

Katanya, orangtua harus meminumkan satu-dua sendok kopi jika anak kejang. Namun ini adalah saran yang menyesatkan. Jangan menaruh apapun di mulut orang yang sedang kejang, karena ini justru berbahaya.

Seseorang yang sedang kejang tidak memiliki kontrol penuh atas dirinya. Perlu diingat juga bahwa kejang tak selalu kelojotan. Beberapa orang yang sedang kejang bisa diam mematung, sekujur tubuhnya kaku. Sendok yang Anda masukkan ke dalam mulut bayi dapat menyebabkan gusi terluka hingga rahang dan gigi patah. Gigi yang patah bisa masuk ke dalam saluran napas dan menyumbat saluran napas.

Memberikan makanan atau minuman dapat menyebabkan bayi yang kejang jadi tersedak sehingga saluran napas tersumbat dan berujung pada henti napas. Ini karena cairan kopi yang diberikan saat anak sedang kejang tidak akan masuk ke lambung untuk dicerna, tapi justru masuk ke paru-paru. Nantinya kopi akan menimbulkan reaksi yang bisa menyebabkan terjadinya peradangan di paru-paru.

Kopi tidak mencegah atau menyembuhkan kejang pada bayi. Menurut para ahli, anak sebenarnya baru boleh minum kopi jika usianya sudah menginjak 18 tahun ke atas. Klik tautan berikut untuk cari tahu cara yang benar menangani anak yang kejang dan yang kejang demam.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

Saat bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan disisakan sedikit. Tak perlu bingung, berikut perawatan tali pusat yang bisa dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

TBC Pada Anak: Ketahui Gejala, Perbedaan dengan Orang Dewasa, dan Pengobatannya

Banyak kasus TBC atau TB pada anak terlambat ditangani karena gejalanya sering kali bukan batuk-batuk. Apa saja gejala yang biasanya muncul pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat es kopi lebih sehat daripada kopi panas

Es Kopi atau Kopi Panas: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit