Anak Tidak Mengunyah Makanannya, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/02/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makan merupakan suatu proses belajar yang sudah dimulai sejak masih bayi. Pada usia 6 bulan, umumnya bayi sudah mulai bisa dikenalkan dengan makanan padat pendamping ASI (MPASI). Lalu seiring berjalannya waktu, anak secara bertahap akan belajar mengenal tekstur, konsistensi, rasa, bau, dan jenis makanan sesuai dengan perkembangannya. Sayangnya, beberapa orangtua mungkin mengalami kendala di mana anak susah makan, makannya diemut, atau anak makan tidak dikunyah. Lantas, bagaimana cara menghadapi anak yang bersikap demikian? Cari tahu tipsnya dalam artikel ini.

Penyebab anak makan tidak dikunyah

Anak mungkin memilih untuk langsung menelan makannya begitu saja, tanpa dikunyah. Atau anak hanya mengunyah seadanya, kemudian langsung ditelan. Ada banyak penyebab anak makan tidak dikunyah. Beberapa yang paling umum di antaranya:

  • Terbiasa dengan makanan lembut seperti bubur bayi sehingga saat diberikan makanan padat yang bertekstur kasar atau kering, ia mengalami kesulitan untuk mengunyah.
  • Makanan yang diberikan kurang “menantang” untuk dikunyah karena makanan yang dikonsumsinya bercita rasa yang itu-itu saja, misalnya kurang berbumbu atau hambar.
  • Anak trauma karena orangtua terlalu memaksakan anak menelan makanan yang tidak mereka sukai.
  • Anak tidak fokus saat makan. Misalnya karena makan sambil menonton televisi atau gadget, atau terganggu akibat kegiatan orang lain yang menarik perhatian anak. Bisa juga karena anak terbiasa makan sambil bermain, jalan-jalan, atau berlarian.
  • Anak memiliki masalah gigi dan mulut, misalnya sakit gigi, gigi ompong, sariawan, atau lain sebagainya.

Apa akibatnya jika anak keseringan makan tidak dikunyah?

Sebagai orangtua, Anda harus waspada jika anak Anda sering tidak mengunyah makannya dengan baik. Pasalnya, ada beragam masalah yang bisa ditimbulkan akibat anak sering menelan makannya tanpa dikunyah lebih dulu.

Masalah medis yang paling serius adalah penyumbatan jalan napas, yang mana bisa mengakibatkan kematian akibat tersedak. Menurut Journal of Pediatric Health, anak-anak yang berusia 1-3 tahun paling rentan mengalami masalah ini.

Selain itu, anak juga akan lebih rentan mengalami masalah pencernaan seperti sembelit (susah buang air) dan juga malnutrisi (kurang gizi) karena nutrisi dari makanan tidak terserap secara sempurna oleh tubuh.

anak makan

Tips menghadapi anak yang tidak mau mengunyah makanannya

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan supaya anak tidak lagi langsung menelan makannya tanpa dikunyah terlebih dulu.

  • Variasi menu makanan. Sajikan beragam menu makanan untuk anak dan jangan cepat hilang akal jika anak Anda menolak. Jika anak tidak suka makan bertekstur keras, Anda bisa menyajikan nasi tim atau makan berkuah sehingga bisa memudahkannya mengunyah. 
  • Bangun suasana makan yang nyaman. Saat anak makan, jauhkan anak dari sumber gangguan, misalnya makan di depan TV atau sambil main. 
  • Sedikit tapi sering. Batasi waktu makan anak agar tidak lebih dari 30 menit meskipun ia belum menghabiskan makannya. Tidak masalah jika anak makan dalam porsi sedikit. Asalkan Anda bisa pastikan ia makan lebih sering. Anda bisa membiasakan anak makan secara konsisten, yaitu tiga kali makan berat dengan dua kali selingan camilan sehat.
  • Jangan memaksa. Semakin santai Anda menghadapi perilaku anak ini, kerewelan dari anak perlahan pasti akan berkurang. Jadi, tunggulah sebentar dan coba lagi dengan sikap yang bahagia dan positif.
  • Periksa ke dokter. Jika Anda mencurigai anak tidak mengunyah makanan karena adanya gangguan kesehatan tertentu, segeralah berkunjung ke dokter spesialis anak agar si kecil bisa mendapatkan diagnosis yang tepat.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi susah makan

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit
penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit