Apakah Susu Terhidrolisa Ekstensif Aman untuk Bayi Alergi?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pastinya menjadi tantangan bagi para ibu untuk memberikan susu yang terbaik bagi buah hatinya. Bila anak mengalami alergi susu sapi, pemberian nutrisi adalah hal penting yang perlu dipahami. ASI adalah yang terbaik untuk bayi alergi. Namun, jika Ibu tidak memberikan ASI, maka menurut tata laksana Ikatan Dokter Anak Indonesia, susu formula terhidrolisa ekstensif sangat bisa menjadi pilihan para ibu sebagai pemberian asupan bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

Karena dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, ibu perlu memperhatikan kandungan nutrisi yang terbaik bagi bayinya. Untuk ibu yang bimbang dalam menentukan susu formula yang tepat, simak dulu penjelasan di bawah.

Alasan memilih susu alternatif bagi bayi alergi

umur bayi keluar rumah

Sebagian ibu berjuang memilihkan susu untuk anaknya agar ia tetap mendapatkan asupan penting. Contohnya ibu yang perlu memberikan susu formula karena pertimbangan kesehatan atau alasan lainnya.

Sayangnya, tak semua anak dapat menerima protein dari susu sapi karena menimbulkan alergi. Untuk mengatasi ini, orangtua sebenarnya bisa saja memberikan susu formula soya atau susu formula terhidrolisa ekstensif sebagai pengganti susu formula berbasis sapi.

Ada kalanya ibu tidak mengetahui bahwa si kecil ternyata memiliki alergi terhadap susu sapi formula. Ciri-ciri anak yang mengalami alergi protein susu sapi akan memperlihatkan gejala sebagai berikut seperti mencret atau diare, muntah, kolik, kulit gatal, tersedak. Ibu perlu kenali gejala alergi susu sapi lebih lanjut di sini.

Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh bayi menganggap protein di dalam susu sapi sebagai substansi asing. Sehingga tubuh bereaksi dengan memproduksi antibodi. Antibodi ini disebut sebagai imunoglobulin E (IgE). Sehingga setiap kali bayi minum susu sapi, tubuh mengeluarkan IgE dan histamin. Inilah yang menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

Orangtua perlu memberikan pengawasan ekstra tentang asupan bayi ketika mereka memiliki reaksi alergi susu sapi. Setidaknya anak yang mengalami alergi susu sapi di awal kehidupannya akan kembali mengalami gejala alergi susu sapi sampai dengan usia 5 tahun.

Bila Ibu masih memberikan ASI, maka Ibu harus melakukan diet eliminasi makanan produk susu sapi dan turunannya. 

Namun jika Ibu tidak memberikan ASI, maka Ibu harus memperhatikan pemilihan susu formula yang tepat. Kebanyakan orangtua memilih susu formula soya untuk memenuhi kebutuhan protein anak

Apakah susu soya terbaik untuk mengatasi alergi susu sapi pada anak?

jadwal menyusui bayi

Untuk mengatasi bayi yang memiliki alergi terhadap susu formula berbasis sapi, biasanya pilihan utama jatuh pada pemberian susu formula soya.

Namun, tak semua bayi ternyata bisa minum susu formula soya. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, setidaknya 8-14% bayi mengalami alergi protein pada soya atau kacang kedelai.

Anak dengan alergi soya bisa mengembangkan risiko enterokolitis. Kondisi ini mengacu pada peradangan pada sistem pencernaan, seperti pada usus kecil maupun usus besar.

Bila terjadi demikian, susu soya bukanlah alternatif yang bisa orangtua pilih untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Anda bisa beralih pada susu formula terhidrolisa ekstensif.

Susu formula terhidrolisa ekstensif bisa mengurangi gejala alergi

memberi susu formula untuk bayi

Susu yang termasuk hipoalergenik ini dapat melengkapi asupan bayi yang alergi terhadap protein susu sapi. Susu formula terhidrolisa ekstensif dibuat dengan memecah kasein atau protein di dalam susu sapi menjadi bagian kecil.

Metode ini dilakukan agar tubuh bayi dapat menerima protein yang masuk tanpa memandangnya sebagai alergen. 

Melalui konsumsi susu formula terhidrolisa ekstensif, bayi dapat mengurangi gejala alergi susu sapi pada bayi. Menurut laman Cochrane,  susu formula terhidrolisa ekstensif juga mengurangi angka kejadian terjadinya beragam alergi seperti asma, eksim, rhinitis, maupun alergi pada makanan.

Dengan demikian, melalui susu formula terhidrolisa ekstensif, bayi bisa memperoleh nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Protein di dalam susu tersebut mendukung pertumbuhan otak dan kognitif anak.

Selain itu, menurut tata laksana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu formula terhidrolisa ekstensif menjadi pilihan pertama untuk mengatasi gejala alergi susu sapi disertai dengan diet eliminasi makanan produks susu sapi dan turunannya.

Kini, Anda tak perlu bingung lagi dalam memilihkan susu pada bayi dengan alergi susu sapi. Susu formula terhidrolisa ekstensif menjadi salah satu opsi yang aman untuk menjawab kebutuhan nutrisi si kecil.

Hal yang perlu diingat sebelum memberikan susu formula

Mungkin Anda juga bertanya-tanya, apakah bayi saya memiliki alergi susu sapi atau tidak. Alangkah baiknya orangtua melakukan tes alergi kepada anak ke dokter spesialis anak. 

Rangkaian tes dilakukan melalui feses dan dan darah. Biasanya mereka akan melakukan tes alergi pada kulit untuk mengetahui reaksinya. 

Bila bayi terdiagnosis memiliki alergi terhadap susu sapi, dokter akan merekomendasikan perawatan atau pemberian asupan khusus. Tak ada salahnya orangtua menanyakan apakah susu formula terhidrolisa ekstensif bisa menjadi pilihan yang baik untuk bayi serta manfaat lainnya dari susu formula terhidrolisa ekstensif.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Batuk yang tidak kunjung sembuh pasti menyiksa. Agar kondisi cepat membaik, hindari beberapa makanan dan minuman pantangan yang dilarang saat batuk ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertolongan Pertama Saat Penis Terjepit Ritsleting

Saat penis terjepit ritsleting Anda sudah pasti merasakan sakit yang teramat sangat. Namun jangan panik, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat Gusi Bengkak yang Aman dan Efektif untuk Anak-Anak

Masalah gusi bengkak pada anak tentu bikin mereka rewel hingga tak nafsu makan. Penting untuk memberikan obat gusi bengkak anak yang aman. Apa sajakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek samping IUD

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tenggorokan sakit

Yakin Tenggorokan Anda Sehat? Coba Cari Tahu di Sini!

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 1 menit