home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Payudara Kendur Setelah Menyusui, Kenapa Bisa?

Payudara Kendur Setelah Menyusui, Kenapa Bisa?

Bentuk dan ukuran payudara dapat terus berubah sepanjang hidup Anda, terutama selama kehamilan dan menyusui. Besar ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang terkandung di dalamnya. Saat payudara memproduksi susu, jaringan lemak akan memadat sehingga payudara akan terlihat membesar. Lalu, mengapa payudara kendur begitu Anda tak lagi memproduksi ASI?

Yang terjadi pada payudara ibu setelah menyusui

Payudara tidak mengandung otot sama sekali, murni jaringan lemak. Buah dada Anda melekat pada otot-otot dinding dada dengan bantuan pita tipis (ligamen Cooper). Ligamen ini tidak begitu kencang menahan beban, sehingga payudara Anda bisa ikut bergerak saat Anda melompat atau berlari.

Ketika Anda hamil, ligamen dan kulit yang mendukung payudara akan meregang mengikuti pertumbuhan payudara yang semakin penuh dan berat demi mempersiapkan ruang untuk produksi ASI, sementara warna puting dan kulit di sekitar payudara (areola) akan menggelap. Setelah buah hati lahir ke dunia, suplai darah meningkat ke payudara Anda untuk memproduksi susu. Saat Anda menyusui, payudara Anda akan menjadi lebih penuh dan lebih berat lagi guna menjaga persediaan susu tetap mengalir.

Segera setelah Anda berhenti menyusui, struktur payudara Anda mulai secara bertahap mengganti jaringan penghasil susu dengan jaringan lemak untuk memungkinkan payudara kembali ke awal. Perubahan ini adalah proses alami, yang memakan waktu kurang lebih enam bulan setelah Anda berhenti menyusui. Peregangan inilah yang mungkin menyebabkan payudara Anda mungkin tidak terasa sekencang dahulu. Perubahan ini akan tetap terjadi terlepas dari apakah Anda menyusui bayi Anda atau tidak sama sekali.

Sebagai kesimpulan, menyusui membuat payudara kendur dan menurun adalah mitos belaka. Perubahan payudara setelah melahirkan lebih dipengaruhi oleh hormon kehamilan, bukan akibat menyusui.

Payudara kendur lebih mungkin terjadi jika Anda merokok

“Perempuan mungkin enggan untuk menyusui karena dihantui mitos payudara kendur,” kata Brian Rinker, dokter bedah plastik sekaligus peneliti dari University of Kentucky, dilansir dari Live Science. “Sekarang, ibu hamil dapat bersantai setelah mengetahui bahwa menyusui tidak akan mengorbankan penampilan payudara mereka.”

Payudara kendur dapat dipicu oleh faktor lain di luar menyusui, termasuk kelebihan berat badan, genetik, riwayat jumlah kehamilan yang Anda miliki, payudara Anda aslinya memang besar, dan jika Anda merokok. Racun rokok yang terserap dalam tubuh akan memecah protein dalam kulit yang disebut elastin, yang membuat kulit terlihat muda dan mendukung payudara.

Tips mencegah payudara kendur

Wajar jika jaringan payudara melorot seiring dengan bertambahnya usia, terlepas dari apakah seorang wanita pernah meahirkan atau tidak. Namun ini bukan berarti Anda tidak bisa mencegah atau memperlambat proses pengenduran payudara. Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti tips di bawah ini, demi memelihara penampilan payudara tetap kenyal dan kencang selama mungkin.

  • Kenakan bra kehamilan yang pas badan dan nyaman guna melindungi payudara dari kemungkinan kendur yang dimulai sebelum bayi lahir.
  • Pantau berat badan Anda selama kehamilan. Kenaikan berat badan 11-15 kilogram adalah jumlah yang ideal untuk menjaga berat badan sehat selama hamil. Kelebihan berat badan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk payudara. Semakin besar payudara bertumbuh selama kehamilan, semakin melorot nantinya, karena kelebihan berat badan dan kulit yang meregang.
  • Jaga kulit tetap lembap ternutrisi dengan baik. Merawat tubuh dengan pelembap akan memelihara struktur jaringan kulit tetap liat dan lentur walaupun teregang.
  • Setelah Anda melahirkan, berinvestasilah membeli bra baru. Jika Anda menyusui, payudara akan terus berkembang sehingga Anda mungkin akan perlu gonta-ganti ukuran bra. Saat bayi Anda mulai lepas dari ASI, payudara Anda akan mulai kembali ke ukuran sebelum hamil. Jika Anda tidak menyusui, jangan berharap payudara Anda akan kembali normal dengan segera. Anda mungkin dapat langsung beralih dari bra menyusui Anda ke bra standar, tapi kami sarankan untuk membeli ukuran yang berbeda untuk berjaga-jaga guna menyediakan dukungan yang paling tepat.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does Breastfeeding Make Breasts Sag? http://www.livescience.com/32741-does-breastfeeding-make-breasts-sag.html accessed Nov 25 2016

Breast Problems After Breastfeeding http://www.webmd.com/parenting/baby/after-nursing#1-2 accessed Nov 25 2016

How to Prevent Breast Sagging After Pregnancy http://www.livestrong.com/article/23355-prevent-breast-sagging-after-pregnancy/ accessed Nov 25 2016

Will breastfeeding change how my breasts look? http://www.babycentre.co.uk/x543044/will-breastfeeding-change-how-my-breasts-look accessed Nov 25 2016

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila pada 06/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x