home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Alasan Mengapa Ibu Harus Makan Lebih Banyak Saat Menyusui

Ini Alasan Mengapa Ibu Harus Makan Lebih Banyak Saat Menyusui

Tidak hanya pada masa kehamilan, ibu juga masih harus memperhatikan nutrisi yang dimakannya pada saat menyusui. Mengapa? Karena nutrisi yang ibu makan pada masa menyusui berpengaruh pada nutrisi yang didapatkan bayi dan juga berpengaruh pada kecukupan nutrisi tubuh ibu sendiri. Jadi, pada masa menyusui, Anda juga harus mencukupi kebutuhan nutrisi bayi selain mencukupi kebutuhan nutrisi Anda sendiri. Jadi, seberapa penting ibu menyusui makan banyak setelah melahirkan?

Mengapa sebaiknya ibu menyusui makan banyak?

Setelah melahirkan, banyak ibu yang berpikir untuk mengurangi asupan makannya agar berat badan berlebih yang didapatkan saat kehamilan mulai menghilang. Namun, apa benar diet setelah melahirkan adalah ide yang bagus?

Mungkin tidak, karena justru setelah melahirkan ibu masih membutuhkan energi dan nutrisi tambahan. Hal ini karena ibu masih harus memberikan ASI yang cukup untuk bayinya selama 6 bulan.

Baiknya, ibu harus mendengarkan kebutuhan tubuh akan energi dan nutrisi. Setelah melahirkan, nafsu makan ibu mungkin meningkat. Ikuti saja! Tubuh Anda memunculkan respon yang disesuaikan oleh kebutuhan tubuh Anda sendiri. Anda mungkin akan merasa cepat lapar, ini merupakan respon tubuh agar Anda mendapatkan energi dan nutrisi yang tubuh butuhkan.

Jangan takut gemuk jika ibu menyusui makan banyak, karena energi yang masuk melalui makanan juga akan dipakai oleh tubuh untuk menghasilkan ASI. Jadi, energi yang masuk tidak menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Justru, membatasi asupan makan Anda selama menyusui dapat membawa dampak buruk bagi Anda dan bayi. Anda bisa mengalami kekurangan beberapa nutrisi tertentu dan produksi ASI pun bisa menurun sehingga bayi tidak cukup menerima ASI.

Makanan apa yang sebaiknya dimakan selama menyusui?

Sebaiknya memang Ibu menyusui makan banyak. Pasalnya ibu menyusui mungkin membutuhkan tambahan kalori sekitar 400-500 kalori per hari. Untuk mendapatkan kalori tambahan ini, Anda bisa memilih makanan yang tinggi nutrisi, seperti roti, gandum, nasi, telur, susu, yogurt, pisang, apel, atau buah-buahan lainnya.

Makanan sehat diperlukan untuk membantu mendorong produksi ASI yang lebih banyak, sehingga bayi menerima ASI dalam jumlah cukup. Pastikan ada makanan sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral di piring setiap Anda makan.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang baik bagi tubuh. Anda bisa mendapatkan karbohidrat dari nasi, mie, pasta, roti, oat, dan gandum. Selain itu, protein juga penting untuk membangun dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Contoh makanan sumber protein, yaitu ayam, daging, ikan, telur, susu, keju, yogurt, tempe, tahu, dan kacang-kacangan lainnya.

Mengonsumsi berbagai macam sayuran dan buah-buahan juga diperlukan untuk mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Setiap sayuran dan buah-buahan mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang berbeda, sehingga Anda perlu mengonsumsi banyak jenis sayuran dan buah-buahan yang berbeda untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

Makanan kaya kalsium sangat dibutuhkan saat Anda menyusui untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang Anda. Tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda jika asupan kalsium yang Anda makan kurang.

Jadi, perbanyaklah konsumsi makanan sumber kalsium selama menyusui. Kalsium bisa Anda dapatkan dari susu, keju, yogurt, brokoli, kacang-kacangan, serta ikan bertulang, seperti ikan teri dan sarden.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bonyata, Kelly. (2018). Do breastfeeding mothers need extra calories or fluids? • KellyMom.com. [online] KellyMom.com. Available at: https://kellymom.com/nutrition/mothers-diet/mom-calories-fluids/ [Accessed 18 Mar. 2018].

Mayo Clinic. (2015). Breast-feeding nutrition: Tips for moms. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912 [Accessed 18 Mar. 2018].

Bjarnadottir, Adda. (2017). Breastfeeding Diet 101 – What to Eat While Breastfeeding. [online] Available at: https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-diet-101#section2 [Accessed 18 Mar. 2018].

Ben-Joseph, Elana Pearl. (2015). Breastfeeding FAQs: Your Eating and Drinking Habits. [online] Available at: https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-eating.html [Accessed 18 Mar. 2018].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz Diperbarui 31/12/2020
x