Mengenal Lanugo, Bulu-bulu Halus yang Muncul Pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat baru lahir, beberapa bayi kadang memiliki bulu-bulu halus yang terdapat di bagian tubuhnya. Kondisi tubuh bayi yang dipenuhi bulu-bulu halus ini biasa disebut sebagai lanugo.

Hal ini terbilang sering membuat para orangtua panik mengenai kondisi tubuh bayi mereka yang baru lahir. Apakah bulu berlebih yang ada pada tubuh bayi itu normal dan bisa hilang? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini agar Anda tidak khawatir lagi.

Apa itu lanugo?

Lanugo adalah sejenis rambut halus yang tumbuh di tubuh janin saat masih di dalam rahim. Rambut atau bulu halus ini pada umumnya bisa hilang seiring dengan perkembangan bayi. Namun, dalam beberapa kasus ada juga yang bisa mengalaminya sampai dewasa.

Lanugo yang tidak berpigmen (berwarna) ini tumbuh sejak bayi berada di dalam kandungan, terutama setelah melewati usia janin empat bulan. Menjelang kelahiran, sebagian bulu halus yang disebut vellus ini akan berguguran dan digantikan dengan bulu halus seperti pada anak-anak dan orang dewasa pada umumnya.

Para ahli sebetulnya belum sepenuhnya memahami apa peran bulu-bulu yang muncul saat masih di dalam janin. Akan tetapi, para ilmuwan memastikan bahwa rambut lanugo berhubungan dengan zat lilin yang disebut vernix caseosa. Gunanya untuk menutupi tubuh janin.

Lalu, seperti yang dilaporkan dalam penelitian dari Department of Hospital Pediatrics, St. Petersburg State Pediatric Medical Academy di Rusia, kombinasi antara rambut lanugo dan vernix ini ada kemungkinan berperan dalam produksi hormon yang berbeda pada janin.

Apakah lanugo pada bayi bisa disembuhkan?

Pada dasarnya hadirnya bulu-bulu halus pada bayi ini sendiri bukanlah kondisi medis, tapi bisa dikatakan merupakan respons biologis alami terhadap kondisi kesehatan dan tahapan hidup tertentu. Maka, itu bukan sesuatu yang membutuhkan perawatan langsung. Pada bayi, lanugo biasa terjadi dan tidak menimbulkan dampak negatif lainnya. Bayi akan kehilangan rambut secara alami selama beberapa hari atau minggu setelah kelahiran. 

Lanugo pada orang dewasa

Jika bulu-bulu halus masih saja tumbuh di beberapa bagian tubuh pada orang dewasa, hal itu bisa ditandai sebagai salah satu kondisi kesehatan yang serius. Karena pada umumnya, lanugo pada orang dewasa terbilang sangat jarang terjadi. Bila terjadi, hampir beberapa kasus selalu disebabkan akibat gangguan makan stadium lanjut, salah satunya adalah anoreksia nervosa.

Ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa lanugo dapat muncul sebagai efek samping dari kondisi kesehatan lainnya, termasuk jenis kanker tertentu dan penyakit Celiac. Penelitian tentang hubungan tersebut masih sedikit dan belum valid, namun tidak menutup kemungkinan kalau beberapa penyakit serius memicu munculnya bulu-bulu halus di sekujur tubuh

Sedangkan munculnya bulu halus pada dewasa secara alami akan hilang sendiri bila kondisi yang memicunya sembuh atau hilang. Bagi orang yang mengalami anoreksia, rambut akan hilang saat mereka pulih melalui nutrisi yang lebih baik.

Lanugo pada orang dewasa juga diprediksi bukan wujud dari rambut vellus seperti pada bayi. Namun dapat dikenali sebagai rambut baru dan halus yang tumbuh dalam jumlah yang lebih banyak di area tubuh yang tak terduga. Pertumbuhan bulu pada orang dewasa bisa dianggap sebagai upaya tubuh untuk menghangatkan diri saat merespons kondisi yang berdampak negatif terhadap suhu tubuh.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Baby Gym, Olahraga untuk Melatih dan Mendukung Perkembangan Si Kecil

Mengajak bayi berolahraga bisa dilakukan sejak dini, misalnya dengan baby gym. Apa saja manfaat dan bagaimana gerakan senam bayi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tak Hanya dari Fisik, Kenali 10 Ciri-Ciri Bayi yang Sehat

Mengetahui berat dan tinggi badan saja tidak cukup akurat untuk menyimpulkan bayi tumbuh sehat. Apa lagi tanda yang bisa dijadikan patokan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 3 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
growth spurt pada bayi

Mengenal Growth Spurt, Peningkatan Perkembangan Bayi yang Cukup Pesat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit