Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jumlah bayi dan balita yang mengalami kulit sensitif dan alergi meningkat dari tahun ke tahun. Belum diketahui secara pasti penyebabnya namun diduga akibat penggunaan bahan kimia untuk pakaian dan produk sehari-hari lainnya di rumah.

Menurut para ahli, struktur kulit bayi sangat tipis dengan pH yang mencapai antara 6-7. Sedangkan kulit orang dewasa memiliki pH sekitar 4,5-6. pH kulit adalah potensial hidrogen atau derajat keasaman pada kulit. Sifat asam ini terbentuk secara alami di kulit kita.

Selain berfungsi menjaga kelembaban kulit, sifat asam ini juga menghambat pertumbuhan kuman, jamur, dan bakteri. Karena alasan itulah, kulit bayi sensitif dan rentan sekali iritasi. Misalnya saja seperti ruam popok, bintik merah, dan gatal-gatal.

Apa penyebab kulit bayi sensitif?

Bayi yang mengalami masalah dengan kesehatan kulit seperti kulit alergi dan sensitif pasti merasa sangat tidak nyaman. Penyebab kulit bayi sensitif pada si kecil sangat bermacam-macam. Berikut ini adalah penyebabnya:

  • Pemakaian popok
  • Makanan
  • Penggunaan sabun, sampo, lotion dan deterjen
  • Bakteri pada pakaian
  • Air yang kurang bersih
  • Debu dan udara yang kurang bersih.

Jika bayi Anda mengalami ruam berulang kali dan kulitnya kering. Anda harus ekstra mengambil tindakan pencegahan dengan menghindari hal-hal yang menjadi penyebab kulit bayi sensitif. Ruam atau bintik merah merupakan bentuk peradangan dan perubahan warna yang terjadi pada kulit manusia.

Bayi dengan kulit sensitif sangat mudah mengalami iritasi akibat penggunaan sabun, lotion, dan deterjen tertentu. Anda juga harus memperhatikan seberapa sering si kecil boleh mandi. Perubahan temperatur cuaca atau ruangan pun bisa menjadi penyebab kulit bayi menjadi sensitif.

Bagaimana merawat kulit bayi sensitif?

Sebagai seorang ibu, kesehatan kulit bayi pasti menjadi perhatian untuk Anda. Jika bayi Anda memiliki kulit sensitif, ada beberapa hal yang wajib diketahui untuk merawat kulit buah hati Anda agar ia merasa nyaman. Berikut 4 tipsnya untuk Anda.

1. Pilihlah produk yang tepat

Perhatikan kandungan produk yang digunakan untuk bayi Anda. Hindari produk yang menggunakan wewangian atau fragrance. Menurut penelitian, banyak produk yang menggunakan wewangian menjadi penyebab teratas atas reaksi kulit yang alergi dan iritasi, terutama untuk kulit sensitif.

Hindari juga sabun antibakteri yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti triclosan. Jika Anda menggunakannya, jangan gunakan secara berlebihan.

2. Gunakan produk secukupnya saja

Jangan menggunakan sabun dan sampo untuk membersihkan bayi Anda secara berlebihan. Cukup sedikit penggunaan sabun atau sampo akan lebih baik untuk kulit bayi Anda, terutama bayi yang baru lahir.

Bayi Anda secara alami memiliki perlindungan alami di tubuhnya. Jika Anda memandikannya terlalu sering dengan sabun dan sampo, justru akan menghilangkan pertahanan alami ini. Anda cukup memandikan si kecil yang sensitif dua sampai tiga hari sekali.

3. Rajin mengganti popok

Hal ini untuk menghindari ruam atau bintik merah pada si kecil. Gantilah popok 6 sampai 12 kali dalam sehari, tergantung pada usia bayi. Jangan lupa untuk membersihkan dan mengeringkannya secara tepat dengan menggunakan kain lembut dari katun dan air hangat. Selain itu, biarkan bayi Anda beberapa saat tanpa menggunakan popok terlebih dahulu saat mengeringkannya. Hal ini bermanfaat untuk mencegah ruam.

4. Pakaian yang tepat

Pilihlah bahan pakaian yang nyaman untuk kulit bayi. Pilih pakaian yang terbuat dari kain linen atau katun, karena bahan ini bisa membuat kulit bayi Anda bernapas. Hindari menggunakan pakaian yang ketat atau berlapis karena dapat membuat si kecil tidak nyaman. Hal tersebut berlaku pula saat bayi Anda tidur.

Merawat kulit sensitif si buah hati memang butuh perhatian lebih dari Anda. Kenyamanan si kecil menjadi prioritas utama Anda sebagai orang tua. Jika bayi Anda mengalami gejala ruam dan eksim yang cukup parah, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk mencegahnya bertambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Eksim numular, dikenal juga sebagai dermatitis numularis atau eksim discoid, adalah kondisi kronis yang menyebabkan bercak berbentuk koin pada kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Eksim yang Menghitam?

Eksim tidak hanya menyebabkan gatal hebat, tapi juga bisa menimbulkan bekas di kulit. Cari tahu cara menghilangkan bekas eksim di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Kulit, Dermatitis 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Peradangan oleh eksim bisa menyebabkan kulit menjadi kering atau luka terbuka yang basah. Apa saja jenis obat eksim yang yang tepat untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Obat Tradisional yang Ampuh untuk Mengatasi Eksim

Kulit gatal dan panas meradang? Bisa jadi eksim Anda kambuh. Untungnya ada banyak pilihan obat eksim tradisional untuk meredakannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengobati eksim di kaki

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit