Tips Memilih Mainan Bayi yang Aman, Sesuai Umur Balita Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Segalanya harus dipikirkan dan dipersiapkan matang-matang untuk menunjang kesehatan serta tumbuh kembangnya. Termasuk urusan memilih mainan bayi. Masa, sih, memilih mainan untuk bayi dan anak saja harus sampai serepot itu? Toh, semua mainan sama saja.

Eits, belum tentu, lho! Bayi dan balita sering memasukkan benda apapun ke dalam mulut sebagai caranya untuk bereksplorasi. Masalahnya, banyak mainan yang bisa mudah dipreteli sehingga rentan membuat anak tersedak. Itu sebabnya Anda harus memilih mainan anak yang benar-benar aman. Berikut tipsnya yang bisa Anda contek

Tips memilih mainan untuk bayi dan anak yang aman

1. Pilih mainan sesuai usia bayi

Jangan membeli mainan hanya karena Anda menganggapnya lucu dan menggemaskan. Pilihlah yang sesuai dengan usia si kecil. Anda bisa mengeceknya di kemasan mainan tersebut. Banyak produk mainan untuk bayi yang melampirkan batas usia yang boleh memainkannya — misalnya untuk “1 tahun ke atas”, “6 bulan”, dan seterusnya.

Namun, tidak semua produk mainan bayi yang ada di Indonesia memiliki stiker ini. Jika Anda bingung, Anda bisa menanyakannya kepada karyawan toko mengenai mainan bayi yang tepat untuk anak Anda.

Anda juga bisa bertanya pada sesama orangtua lainnya untuk memastikan. Yang pasti jangan memberi mainan yang berukuran ukuran kecil atau bisa dilepas pasang dengan mudah karena bayi Anda bisa saja mengira itu makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. 

Jangan belikan balon untuk mainan anak bayi dan balita. Balon, seperti yang dilansir Babycenter, adalah penyebab utama kematian bayi karena tersedak. Balon yang tertelan dapat menghambat jalan napas anak dan membuatnya kesulitan bernapas.

2. Cek kualitasnya

Tidak semua mainan yang berkualitas harganya mahal. Anda sebagai orangtua yang harus pandai memilih mainan terbaik demi keamanan balita Anda.

Pastikan:

  • Tidak ada pewarna mainan yang mengelupas.
  • Tidak ada sisi mainan yang tajam.
  • Tidak ada sisi mainan yang mudah ditekan dengan jari bayi yang kecil.
  • Tidak terdapat bagian dengan magnet yang mudah lepas.
  • Tidak ada bagian berupa tali, benang, atau kawat panjang yang lebih dari 18 cm agar anak Anda tidak tercekik.
  • Mainan cukup kokoh sehingga tidak mudah rusak atau hancur.
  • Tidak ada baterai, kancing, dan benda-benda perintilan lain yang bisa mudah dibongkar pasang dengan tangan mungilnya.

Telusuri seluruh bagian mainan tersebut dari tombolnya hingga mungkin bagian pitanya yang mudah ditarik. Bila mainan anak bayi tersebut juga memiliki kotak baterai, Anda sebaiknya telah lebih dulu memastikan kotak baterai tersebut tidak akan mudah dibuka oleh bayi Anda. Terbukanya kotak baterai ini dapat berbahaya bagi bayi Anda.

3. Mainan bayi Anda harus besar

Sampai si kecil belum berumur 3 tahun, pastikan Anda membeli mainan yang ukurannya lebih besar dari mulutnya untuk mencegah kemungkinan tersedak. Mainan untuk bayi yang ideal seharusnya berukuran 3 cm pada lebarnya dan minimal 6 cm pada panjangnya.

Anda juga sebaiknya menghindari mainan-mainan yang mencakup bola dan koin dalam rangkaiannya. Mainan anak bayi seperti ini umumnya hanya berdiameter 4 cm, sehingga muat untuk melalui saluran pernapasan bayi Anda.

Jika ingin memastikan apakah mainan untuk bayi Anda sudah cukup aman, Anda bisa membandingkannya dengan gulungan tissue toilet yang biasanya berbentuk silinder. Jika mainan bayi yang Anda beli muat di dalam silinder karton tersebut, berarti mainan yang Anda beli kekecilan dan tidak aman untuknya.

Perhatikan juga berat mainan yang Anda pilih. Mainan yang terlalu berat bisa saja meniban dan melukai tubuh balita Anda. Cari mainan bayi yang ringan, namun tetap kokoh. Anda sendiri biasanya akan bisa merasakan apakah mainan itu terlalu berat untuk anak Anda atau tidak.

4. Pastikan bahan mainan anak Anda aman

Pastikan mainan untuk bayi Anda terbuat dari bahan yang mudah dicuci dan tidak beracun karena bayi suka memasukkan mainan ke dalam mulut. Hindari bahan kimia seperti merkuri, kadmium, arsenik, phthalate, timah, dan lainnya yang mungkin ada pada beberapa produk mainan bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Katanya, Anak Lebih Baik Main Permainan Tradisional Ketimbang Gadget?

Permainan anak tradisional atau gadget memiliki manfaat dan kekurangan. Jika dibanding, benarkah mainan tradisional lebih baik? Cari jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 09/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Buat Sendiri 3 Mainan Ini Agar Anak Makin Betah Bermain di Rumah

Tidak selalu beli, Anda bisa membuat mainan anak dengan barang-barang yang tersedia di rumah. Yuk, lihat apa saja dan bagaimana cara membuatnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 17/11/2018 . Waktu baca 4 menit

7 Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak Dengan Autisme

Memilih permainan untuk anak autisme ataupun berkebutuhan khusus memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Cari tahu tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 29/01/2018 . Waktu baca 4 menit

Fidget Spinner, Benarkah Bermanfaat Buat Kesehatan?

Mungkin Anda membeli fidget spinner karena percaya mainan ini bisa menghilangkan stres. Apa benar bermanfaat, atau jangan-jangan cuma iklan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 03/08/2017 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mainan anak untuk ngabuburit menunggu buka puasa

5 Permainan Bersama Anak untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 4 menit
mainan anak laki-laki / permainan anak laki-laki

Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
membersihkan mainan anak

Tips Membersihkan Mainan Si Kecil agar Tidak Jadi Sarang Kuman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya mainan slime

Ortu Perlu Tahu: Mainan Slime Timbulkan Risiko Gangguan Pencernaan Pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2019 . Waktu baca 3 menit