backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Fakta tentang Sifat Anak Ketiga, Benarkah Selalu Manja?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    10 Fakta tentang Sifat Anak Ketiga, Benarkah Selalu Manja?

    Apakah Anda punya tiga anak atau lebih? Jika ya, coba perhatikan sifat dan karakter anak-anak Anda. Pasti berbeda, bukan? Ini termasuk untuk anak ketiga Anda.

    Meski sering dianggap lebih manja, si Kecil yang lahir ketiga ini disebut memiliki kemampuan sosial yang lebih baik dibandingkan yang lahir pertama atau kedua.

    Namun, benarkah demikian? Untuk mengetahui fakta menarik seputar si Kecil yang lahir ketiga ini, yuk, simak ulasan berikut. 

    Fakta tentang karakter anak ketiga yang perlu diketahui 

    Dalam keluarga, anak ketiga sering kali menempati posisi yang cukup menarik perhatian. Pasalnya, ia bisa saja merupakan anak terakhir atau bungsu

    Namun, bila ia masih memiliki saudara atau adik, ia juga bisa dianggap sebagai anak tengah dalam keluarga. Hal ini tentu dapat memengaruhi sifat dan karakter yang terbentuk nantinya.

    Meski setiap anak tentu memiliki sifat, watak, dan karakter yang berbeda-beda, berikut ini adalah beberapa fakta tentang anak ke-3 yang perlu orangtua ketahui. 

    1. Kemampuan sosial yang kuat 

    daycare depok

    Si Kecil yang lahir ke-3 cenderung memiliki kemampuan sosial yang kuat. Hal ini karena mereka sudah belajar untuk berinteraksi dengan saudara-saudaranya sejak dini. 

    Bahkan, melansir The Journal of Genetic Psychology, anak ketiga dapat lebih mudah untuk membaur atau bersosialisasi dengan orang lain. 

    2. Jiwa kompetitif yang tinggi 

    Mereka yang terlahir ketiga juga dipercaya memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, terutama bila menjadi anak tengah. Pasalnya, mereka berada di antara saudara-saudara yang lebih tua dan muda. 

    Mereka cenderung merasa perlu melakukan suatu hal yang menonjol untuk mendapatkan perhatian dari orangtua. 

    Dengan jiwa kompetitif yang tinggi, termasuk dalam mencapai keberhasilan atau prestasi tertentu, ia memiliki pemikiran bahwa cara ini akan menarik perhatian dari orangtuanya. 

    3. Kreatif dan inovatif 

    Selain memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, karakter anak ke-3 juga cenderung lebih kreatif dan inovatif.

    Mereka sering kali mencari cara baru untuk menjadi lebih menonjol di antara saudara mereka. 

    Keinginan untuk menjadi unik dan berbeda inilah yang memacu kreativitasnya dalam berbagai aspek kehidupan. 

    4. Suka memberontak 

    Sifat anak ketiga selanjutnya adalah suka memberontak.

    Hal ini mungkin terjadi karena mereka merasa kurang mendapatkan perhatian atau merasa tersingkirkan akibat adanya kehadiran saudara baru

    Mereka cenderung melakukan pemberontakan karena merasa harus menonjol di antara saudara-saudara lainnya. 

    5. Cenderung lebih manja 

    Bila anak-anak ketiga ini adalah anak terakhir atau bungsu, mereka akan memiliki sifat yang lebih manja bila dibandingkan dengan kakak-kakaknya. 

    Hal ini terjadi karena mereka mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh dari orangtua dan kakak-kakaknya. 

    6. Bisa memecahkan masalah secara efektif

    mengajarkan anak teman baik

    Si Kecil yang lahir ketiga ini juga kerap dianggap sebagai mediator alami. Pasalnya, mereka sering kali menjadi pemecah konflik yang efektif di dalam keluarga. 

    Ini berkat kemampuan kreativitas dan berpikirnya, sehingga mereka dapat menjadi anggota keluarga yang tepat dalam mencari solusi untuk berbagai masalah dalam keluarga. 

    7. Mampu mengelola emosi lebih baik 

    Bila anak ketiga ini sebagai anak tengah, mereka cenderung akan lebih bisa mengelola emosinya. Hal ini karena mereka dituntut untuk mengalah pada si adik maupun kakak. 

    Tidak hanya itu, mereka mungkin juga merasa perlu menjadi penengah dalam konflik keluarga. Hal ini dapat mengasah kemampuan mereka dalam mengelola emosi dirinya. 

    8. Berjiwa bebas 

    Sifat umum dari anak ke-3 yang selanjutnya adalah berjiwa bebas. Hal ini biasanya terjadi pada si Kecil yang menjadi anak terakhir. 

    Ini terjadi karena ia biasanya tidak diberikan tanggung jawab tertentu, seperti si Kecil yang lahir pertama. Hal inilah yang membuat mereka menjadi pribadi yang lebih bebas. 

    9. Egois 

    Fakta lainnya, yaitu kecenderungan bersifat egois. Biasanya, mereka cenderung dimanjakan oleh anggota keluarganya, terutama oleh kakak-kakaknya. 

    Mereka mungkin sering kali mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus bersaing dengan saudara-saudara mereka.

    Hal ini membuat mereka terbiasa menjadi prioritas dan mungkin mengembangkan sikap egois. 

    10. Sulit berencana 

    Karakter lainnya yang mungkin dimiliki anak ke-3 adalah mereka cenderung tidak memiliki kemampuan untuk menyusun rencana.

    Ini biasanya terjadi karena mereka terbiasa untuk menerima sesuatu secara instan dari kakaknya. 

    Ditambah lagi, mereka biasanya dimanjakan oleh anggota keluarga lain, terutama oleh orangtuanya. Inilah yang mebuat dirinya kesulitan saat harus membuat suatu rencana. 

    Itulah beberapa fakta seputar anak ketiga yang penting untuk diketahui. Namun, perlu diingat kembali bahwa buah hati Anda mungkin tidak memiliki sifat dan karakter yang sama persis seperti di atas.

    Pasalnya, pola asuh yang terapkan oleh orangtualah yang sebenarnya akan menentukan kepribadiannya kelak.

    Dengan pola asuh yang tepat, anak tentu dapat tumbuh dan berkembang dengan sifat dan karakter yang baik. 

    Kesimpulan

    Meski tak selalu tepat dan sama, anak ketiga punya sifat atau karakter yang umumnya khas ketimbang kakak-kakak atau adiknya, seperti  memiliki kemampuan sosial dan kompetitif yang kuat, kreatif, bisa menjadi pemecah masalah, mampu mengelola emosi dengan baik, serta berjiwa bebas. Namun, mereka juga cenderung lebih manja, egois, suka memberontak, dan sulit membuat perencanaan.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan