Mengulik Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selama masa perkembangan anak di usia 6-9 tahun, ada banyak hal baru yang dipelajarinya termasuk dari segi sosial atau hubungan dengan orang lain. Penting untuk memahami setiap tahap perkembangan sosial anak di segala usia, tak terkecuali pada usia 6-9 tahun.

Agar bisa lebih memantau sejauh mana perkembangan sosial si kecil, cari tahu informasi selengkapnya melalui ulasan ini, yuk!

Apa pentingnya kemampuan sosial bagi anak?

perkembangan psikologi anak

Perkembangan sosial adalah proses saat anak belajar berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Melansir dari SCAN of Northern Virginia, perkembangan sosial biasanya merujuk pada bagaimana seorang anak mengenal dan bersahabat dengan teman-temannya.

Selain itu, perkembangan sosial yang baik juga membuat anak mampu menangani konflik dengan teman-temannya.

Selanjutnya, sebagai orangtua mungkin Anda bertanya-tanya mengenai pentingnya berbagai perkembangan di masa kanak-kanak.

Selain perkembangan fisik dan perkembangan kognitif, si kecil juga mengalami perkembangan sosial yang akan ia bawa hingga dewasa kelak.

Kemampuan sosial bagi anak penting untuk berkembang dengan baik karena dapat mempengaruhi kemampuan anak di sisi lainnya, termasuk kognitif dan emosi.

Bahkan, kemampuan sosial anak yang berkembang dengan baik membantu menumbuhkan rasa empati di dalam dirinya.

Ya, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya secara tidak langsung dapat berpengaruh pada segala hal di hidupnya.

Hal ini misalnya berpengaruh pada kemampuan anak dalam mempelajari kata-kata baru sejak kecil serta menghadapi teman-teman dengan beragam sifat dan perilaku.

Jadi, penting untuk mengetahui kemampuan sosial di masa perkembangan anak usia 6-9 tahun.

Tahapan perkembangan sosial anak usia 6-9 tahun

Kemampuan sosial anak di masing-masing usia tentu berkembang di tahapan yang berbeda-beda. Nah, berikut tahap perkembangan sosial anak di usia 6-9 tahun:

Perkembangan sosial anak usia 6 tahun

memilih sekolah untuk anak

Kebanyakan anak di usia 6 tahun sudah mengalami perkembangan sosial sebagai berikut:

  • Anak menyukai permainan yang melibatkan imajinasi dan fantasi.
  • Anak ingin menghabiskan waktu bermain dengan orangtuanya, teman, maupun guru di sekolah.
  • Anak cenderung suka bermain dengan teman-teman yang memiliki jenis kelamin sama. Misalnya anak laki-laki bermain dengan anak laki-laki, begitu pula dengan anak perempuan.
  • Anak sudah dapat mulai memahami perasaan orang lain, tentu dengan bantuan atau dorongan dari orangtua, pengasuh, atau orang lain di dekatnya.
  • Rasa humor anak sedang berkembang, contohnya dengan mulai mengerti lelucon sederhana yang mudah ia pahami dan membaca buku-buku bergambar.

Menariknya, di perkembangan anak usia 6 tahun ini kemampuan sosialnya sudah mampu mengambil sisi baik dari hubungannya dengan orang terdekat.

Anak bisa merasakan keamanan dan kenyamanan di dalam hangatnya keluarga dan teman-temannya di rumah maupun di sekolah.

Perkembangan sosial anak usia 7 tahun

aktivitas fisik anak sekolah dasar

Ada berbagai kemampuan sosial yang sudah mampu dilakukan anak di masa perkembangan usia 7 tahun, yaitu:

  • Anak menjadi lebih peka dan sadar dengan perasaan orang lain atau memiliki sifat empati.
  • Anak sudah dapat berteman akrab dengan teman-temannya yang berjenis kelamin sama.
  • Anak terkadang mau bermain berkelompok dengan teman-temannya, tetapi kadang juga ingin bermain sendiri.

Meski sebenarnya si kecil masih suka bermain dengan teman-teman sebayanya, ada kalanya ia juga menikmati saat menghabiskan waktu sendirian.

Anak bisa menghabiskan waktu sendiri dengan bermain, membaca buku, maupun melakukan kegiatan lain yang ia senangi.

Anda tak perlu khawatir karena menghabiskan waktu senggangnya sendiri kadang dapat menjadi bagian penting dari perkembangan anak.

Dengan cara tersebut, secara tidak langsung anak belajar mengenal dirinya dan hubungannya dengan orang lain.

Masih di perkembangan anak usia 7 tahun ini, kemampuan sosial anak juga terlihat saat ia mulai lebih peduli dengan pendapat dan pemikiran orang lain.

Sayangnya, sisi negatif yang mungkin diperoleh anak dari pemahamannya mengenai pendapat orang lain yakni ia rentan mengalami tekanan dari teman seusianya.

Ambil contohnya ketika ada salah satu teman yang mengejeknya, anak menjadi lebih peka dan perasa.

Hal ini tentu berpengaruh pada suasana hati (mood) anak dan pemikirannya mengenai dirinya sendiri.

Namun di sisi lain, rasa empati anak masih akan terus berkembang di usia ini. Itu sebabnya, sebagian besar anak di usia 7 tahun sudah mampu menempatkan diri seolah berada di posisi orang lain.

Perkembangan sosial usia 8 tahun

resep camilan anak

Memasuki usia 8 tahun ini, perkembangan sosial anak tentu semakin terasah dengan baik. Kemampuan sosial yang dimiliki anak di usia 8 tahun mencakup hal-hal berikut:

  • Anak mendapatkan rasa aman ketika terlibat dalam kegiatan kelompok yang ia sukai, misalnya mengikuti ekstrakulikuler olahraga, ekstrakulikuler pramuka, dan lainnya.
  • Anak senang berada di sekitar teman-temannya. Namun, hal ini membuat anak merasa bahwa pendapat teman-temannya merupakan hal yang penting dan tekanan dari teman-temannya bisa menjadi masalah.
  • Anak mulai paham dan tertarik untuk menabung.

Usia 8 tahun bisa dikatakan sebagai fase perkembangan sosial saat anak merasa senang bisa menjadi bagian dari sebuah kelompok sosial.

Secara umum, di perkembangan anak usia 8 tahun ini ia senang menikmati proses belajarnya di sekolah dan waktu saat ia bermain dengan teman-teman sebayanya.

Tak kalah penting, anak-anak di usia 8 tahun juga masih dalam tahap mengembangkan pemahaman mengenai sesuatu yang “salah” dan “benar”.

Hal ini kadang membuat si kecil berbohong maupun melakukan perilaku lain yang perlu dibimbing lebih lanjut agar ia paham mana hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh.

Anda juga perlu menerapkan cara mendisiplinkan anak sejak usia dini.

Perkembangan sosial anak usia 9 tahun

membentuk jiwa sosial anak

Sampai di usia 9 tahun ini, perkembangan sosial anak biasanya sudah mencapai berbagai hal berikut ini:

  • Anak memahami norma sosial dan perilaku yang baik untuk dilakukan.
  • Anak memiliki sahabat yang baik dan peduli padanya.
  • Anak memiliki rasa empati yang kuat sehingga mampu memahami dan peka terhadap perasaan orang lain.
  • Beberapa anak mulai tertarik ingin tahui mengenai hubungan antara anak laki-laki dan perempuan.

Menurut C.S Mott Children’s Hospital, pada perkembangan anak usia 9 tahun ini, emosi anak cenderung sudah lebih stabil ketimbang usia sebelumnya.

Anak biasanya masih mengalami perubahan suasana hati, tetapi frekuensi terjadinya tidak sesering sebelumnya di perkembangan sosial masa ini.

Sebagian besar anak di usia 9 tahun biasanya sudah memiliki teman dekat atau sahabat entah di sekolah maupun di rumah.

Persahabatan yang anak jalin membuatnya merasa senang saat teman berada di dekatnya dan kesepian saat teman dekatnya pergi, misalnya pindah sekolah atau pindah rumah.

Bahkan, anak mulai tertarik untuk memahami hubungan pertemanan antara anak laki-laki dan perempuan.

Hal ini dapat lebih menarik perhatiannya bila biasanya ia lebih sering bermain dengan teman sesama jenis kelamin.

Melalui persahabatan juga anak belajar bahwa hubungan pertemanan dekat yang ia jalin kadang memiliki perbedaan sifat, sikap, dan perilaku.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

TBC Pada Anak: Ketahui Gejala, Perbedaan dengan Orang Dewasa, dan Pengobatannya

Banyak kasus TBC atau TB pada anak terlambat ditangani karena gejalanya sering kali bukan batuk-batuk. Apa saja gejala yang biasanya muncul pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk remaja. Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada remaja, dan bagaimana cara mengenalinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Membaca merupakan kegiatan posistif bagi siapa pun, termasuk anak-anak. Apa saja manfaat baca buku untuk anak?Yuk cari tahu jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit