Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Umur 5 Tahun Masih Ngompol, Wajar Atau Pertanda Masalah Kesehatan?

Umur 5 Tahun Masih Ngompol, Wajar Atau Pertanda Masalah Kesehatan?

Anak-anak suka mengompol, itu sudah menjadi masalah biasa. Anda pun sebagai orangtua pasti sudah punya cara untuk mengajarkan anak agar berhenti mengompol. Namun, bagaimana kalau anak masih ngompol meski sudah menginjak usia lima atau enam tahun? Apakah masih bisa dibilang normal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sampai usia berapa mengompol masih wajar?

Mengompol (enuresis) merupakan gangguan yang sering dijumpai pada anak-anak. Gangguan ini bukanlah hal yang sengaja dilakukan oleh anak maupun bentuk kemalasan pada anak. Kebiasaan mengompol sejatinya akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Sebelum usia lima tahun, kebiasaan mengompol pada anak masih dapat dianggap normal. Hal ini diawali secara bertahap, mulai usia di atas tiga tahun umumnya anak sudah tidak lagi mengompol pada siang hari.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dikatakan tidak normal untuk mengompol bila kebiasaan ini terjadi secara terus menerus atau menetap di atas usia lima tahun.

Ini sebabnya anak yang masih ngompol harus mendapat penanganan yang benar karena dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, menyebabkan stres, dan kurang percaya diri pada anak.

Bagaimana jika anak usia lima tahun masih ngompol?

Meskipun nantinya anak akan mampu mengendalikan kandung kemihnya sendiri, hal ini akan terjadi pada usia yang berbeda-beda.

Dilansir dari National Sleep Foundation, kebiasaan mengompol pada anak usia lima tahun atau lebih perlu mendapatkan pengawasan dari dokter anak bila terjadi lebih dari 2-3 kali per bulan atau mengompol di siang dan malam hari secara rutin.

Kebiasaan mengompol bisa memengaruhi kehidupan sosial anak mulai usia enam atau tujuh tahun. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi malu dan kurang percaya diri saat berada di lingkungan sosialnya.

Ambil contoh, mereka akan merasa malu karena diejek “tukang ngompol” oleh kakak atau adiknya. Bila harus menginap di rumah teman, mereka akan cemas karena takut tertangkap basah mengompol.

Sebenarnya, ada banyak penyebab ngompol pada anak, di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Anak tidak bangun saat kandung kemihnya penuh
  • Beberapa anak memproduksi urine berlebih saat tidur
  • Beberapa anak memiliki kandung kemih yang tidak dapat menampung urine yang lebih banyak daripada anak lainnya

Mulai dari usia tiga tahun, anak akan mulai belajar pergi ke kamar mandi pada siang dan malam hari begitu tubuh mereka mulai menghasilkan zat yang disebut hormon antidiuretik (ADH).

Hormon inilah yang menghambat produksi urine. Semakin bertambahnya usia, anak-anak akan lebih peka untuk menahan urine sehingga lebih mudah untuk mencegah ngompol.

Bila setelah usia lima tahun anak masih ngompol, maka kemungkinan karena anak masih belum cukup memproduksi hormon ADH pada waktu yang tepat dan belum mampu menangkap sinyal dari otak bahwa kandung kemihnya telah penuh dengan urine.

Akibatnya, anak tidak terbangun atau hanya bermimpi pergi ke kamar mandi sehingga akhirnya mengompol di tempat tidur.

penyebab ngompol pada orang dewasa

Apakah anak masih ngompol karena ada masalah kesehatan?

Sederhananya, mengompol merupakan tanda anak belum cukup matang untuk mengendalikan fungsi-fungsi tubuhnya.

Pasalnya, menahan urine merupakan proses yang melibatkan koordinasi otot, saraf, sumsum tulang belakang, dan otak. Fungsi-fungsi ini akan semakin matang seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, ngompol juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan seperti penyumbatan saluran kemih, sembelit, diabetes, atau kurang minum air. Misalnya, ketika anak mengalami sembelit, usus besar akan penuh sehingga menekan kandung kemih.

Nah, untuk mengetahui apakah anak mengalami sembelit, Anda bisa mengawasi intensitas buang air besar anak. Intensitas buang air besar yang normal berkisar antara tiga kali dalam sehari sampai empat kali dalam seminggu.

Lantas, bagaimana cara membedakan mengompol yang disebabkan oleh fungsi tubuh yang belum matang atau masalah kesehatan? Hal ini bisa dilihat dari seberapa sering anak mengompol.

Bila terjadi setiap hari secara berturut-turut, maka kebiasaan ngompol ini disebabkan karena ketidakmatangan fungsi tubuh. Sedangkan mengompol yang dipicu masalah kesehatan biasanya lebih jarang, biasanya terjadi setelah anak sudah tidak mengompol selama enam bulan atau lebih.

Walaupun hanya sesekali, bila anak masih ngompol di usia lima sampai tujuh tahun, Anda perlu memeriksakan anak ke dokter.

Jika memang disebabkan karena adanya masalah kesehatan, maka harus menjalani tes urine untuk melihat apakah ada masalah ginjal atau infeksi saluran kemih.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ngompol pada Anak. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/ngompol-pada-anak. Diakses pada 21 Desember 2017.

When Bed-Wetting Becomes a Problem. http://www.kidneykids.org/images/bedwetting.pdf. Accessed 21/12/2017.

Bedwetting: What Causes It? https://www.webmd.com/children/features/bedwetting-causes#1. Accessed 21/12/2017.

Bed-Wetting Myths Debunked. https://www.webmd.com/parenting/features/bed-wetting-myths-debunked#1. Accessed 21/12/2017.

Bedwetting. https://sleepfoundation.org/sleep-disorders-problems/bedwetting-and-sleep. Accessed 21/12/2017.

Enuresis (Bedwetting). https://familydoctor.org/enuresis-bed-wetting/. Accessed 21/12/2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x