home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Akibatnya Jika Kuku Anak Tidak Rutin Digunting

Ini Akibatnya Jika Kuku Anak Tidak Rutin Digunting

Anak biasanya suka menggigit kukunya, terlebih jika kukunya sedang panjang. Padahal, bisa saja di dalam kukunya ada kuman-kuman bersembunyi. Ini memungkinkan kuman-kuman di tangan dan kuku anak masuk ke dalam tubuh. Tentu, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada anak. Untuk itu, disarankan agar anak selalu menjaga kebersihan kuku.

Apa akibatnya jika kebersihan kuku anak tidak dijaga?

Anak kecil biasanya lebih banyak memegang benda-benda yang ada di sekitarnya. Kemudian, suka memasukkan tangannya yang kotor itu ke mulut, menggigit kukunya yang sudah hitam-hitam, sampai-sampai mungkin kukunya tertelan. Ini tentu dapat menjadi sumber masalah kesehatan pada anak.

Kuku merupakan lingkungan yang disukai kuman untuk berkembang biak dan hidup, terlebih lagi jika kuku anak panjang. Sehingga, menggigit atau mengemut kuku memungkinkan kuman pada kuku masuk ke dalam tubuh anak. Hal ini dapat menyebabkan anak mengalami penyakit infeksi.

Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyerang anak karena kurang menjaga kebersihan tangan dan kukunya adalah:

1. Diare

Kotoran pada kuku anak yang masuk ke dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan anak mengalami diare. Anak lebih rentan mengalami diare karena kekebalan tubuh anak pun belum sekuat orang dewasa. Diare yang parah kemudian dapat membuat anak mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Selain itu, diare juga dapat membuat anak mengalami kekurangan nutrisi. Jadi, jangan anggap sepele diare pada anak.

2. Infeksi cacing kremi

Kebersihan tangan dan kuku yang tidak dijaga juga dapat menyebabkan infeksi cacing kremi. Cacing kremi dapat menempel di kuku saat anak menggaruk daerah anaknya, setelah anak dari kamar mandi, atau setelah anak mengganti popok. Kemudian, cacing kremi dapat masuk ke dalam saluran pencernaan anak saat ia memegang makanan, menggigit kukunya, atau mengemut jarinya. Cacing kremi ini kemudian dapat tinggal di dalam usus besar dan rektum anak.

3. Infeksi kuku

Infeksi kuku bisa terjadi jika kuku anak tidak dirawat dengan baik. Ini bisa terjadi baik pada kuku tangan maupun kuku kaki. Infeksi kuku biasanya ditandai dengan pembengkakkan kulit di sekitar kuku, nyeri di sekitar kuku, atau penebalan pada kuku. Pada beberapa kasus, infeksi kuku ini bisa serius sehingga perlu penanganan dokter.

Bagaimana menjaga kebersihan kuku anak?

Penting bagi orangtua untuk memerhatikan kebersihan kuku ini. Ini merupakan salah satu upaya agar anak tidak terserang penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, atau virus. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan kuku anak adalah:

  • Menjaga kuku anak selalu pendek. Memotong kuku anak secara rutin penting dilakukan agar kuku anak tidak dibiarkan panjang dan menjadi sarang kuman penyakit. Para ahli menyarankan agar orangtua membantu anak memotong kukunya sampai anak bisa memotong kuku sendiri, kira-kira sampai berumur 9-10 tahun. Potong kuku anak setelah anak mandi, ini akan memudahkan karena kuku akan lebih lembut pada saat ini.
  • Biasakan anak cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat bagian bawah kuku anak dengan sabun dan air setiap kali anak cuci tangan.
  • Sebelum memotong kuku anak, jangan lupa untuk membersihkan gunting kuku sebelum digunakan. Hal ini terutama dilakukan bila gunting kuku dipakai oleh banyak orang.
  • Jangan biarkan anak menggigit atau mengemut kukunya.
  • Jangan biarkan anak menggaruk kulit di sekitar daerah anal.
  • Jangan memotong kutikula kuku anak, yaitu kulit keras yang ada di pinggiran kuku. Kutikula kuku merupakan penghalang kuman atau bakteri untuk masuk ke kuku. Ini berfungsi agar Anda terhindar dari infeksi.
  • Jangan biarkan anak merobek atau menggigit bintil kuku, ini akan menyakiti anak. Bintil kuku adalah kulit kecil yang terkelupas di pinggiran kuku, kulit ini terpisah dari kutikula atau kuku. Jika bintil kuku muncul, sebaiknya dipotong menggunakan gunting kuku.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC. (2009). Nail Hygiene| Handwashing | Hygiene | Healthy Water | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/hand/nail_hygiene.html [Accessed 6 Mar. 2017].

CDC. (2014). Hygiene-related Diseases| Hygiene-related Diseases | Hygiene | Healthy Water | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/disease/pinworms.html [Accessed 6 Mar. 2017].

Johnson, J. (2015). Importance of Good Hygiene in Children. [online] Available at: http://www.hygieneexpert.co.uk/importanceofgoodhygieneinchildren.html [Accessed 6 Mar. 2017].

American Academy of Dermatology. Teaching your child healthy nail care | American Academy of Dermatology. [online] Available at: https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/nail-care/child-nail-care [Accessed 6 Mar. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 13/04/2021
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x