Adik yang Nakal, Benarkah Karena “Ketularan” Kenakalan Kakaknya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering dengar atau bahkan Anda sendiri sering mengatakan kepada orang lain, “Pantas adiknya begitu, kakaknya saja begitu”. Secara tidak langsung, Anda beranggapan bahwa perilaku anak bersaudara di dalam satu keluarga mirip karena sifat baik-nakal bisa “menular” dari kakak ke adik-adiknya. Nyatanya, sifat dan perilaku seseorang tidaklah menular layaknya infeksi bakteri atau virus. Lantas, kenapa sifat kakak-adik bisa begitu mirip?

Perilaku anak berbeda antara satu dengan yang lainnya

Faktanya, setiap anak mengembangkan perilaku yang unik dan berbeda-beda walaupun sesama saudara kandung dan dibesarkan di dalam keluarga yang sama. Pasalnya, karakteristik seseorang dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sekitarnya sejak masih kecil, dengan cara yang berbeda pula. Walaupun mungkin Anda sebagai orangtua yakin sudah memperlakukan setiap anak dengan adil dan merata, tapi anak mungkin menerima hal tersebut sebagai sesuatu yang berbeda.

Hal ini pun telah dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology. Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa lingkungan mempunyai peran penting dalam membentuk perilaku anak. Lingkungan yang tidak sama yang diterima anak membuat adanya perbedaan perilaku antar anak dalam satu keluarga.

Perbedaan lingkungan yang diterima antar anak dalam keluarga bahkan juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan kognitif anak, selain kepribadian atau perilaku anak. Faktor urutan kelahiran dan jenis kelamin ternyata hanya memengaruhi perilaku anak dalam porsi yang sangat kecil, sekitar 1-5%. Tak heran, anak kembar pun pasti memiliki perilaku yang berbeda.

Penelitian lain yang dilakukan baru-baru ini oleh Tel Aviv University juga menyebutkan bahwa perilaku anak yang nakal atau suka mengganggu tidak membuat saudara laki-laki atau perempuannya otomatis ingin meniru hal yang serupa.

Pada masa kanak-kanak, sebenarnya anak lebih cenderung untuk belajar mengenai mana perilaku yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Bukan bermaksud untuk mengganggu, melakukan kekerasan, atau menjadi anak yang tidak penurut. Jadi, anak hanya perlu dibimbing dan diberi pengertian lebih lagi.

Lingkungan teman, saudara, dan asuhan orangtua: mana yang paling berpengaruh membentuk karakteristik anak?

Teman, saudara, dan orangtua sama-sama mempunyai pengaruh kuat dalam perkembangan perilaku anak. Walaupun tidak tinggal bersama dan hanya bertemu beberapa jam, namun pengaruh teman kepada perilaku anak cukup besar. Tak heran jika anak Anda menginginkan barang yang sama seperti yang dimiliki teman-temannya.

Saudara kandung pun memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Terlebih, interaksi antar anak dengan saudara kandungnya pasti lebih lama dibandingkan dengan temannya. Namun, pengaruh yang paling besar adalah tetap orangtua. Orangtua memberi pelajaran yang paling melekat bagi anak.

Perlu Anda ketahui, satu tahun pertama kehidupan anak sangat memengaruhi ikatan antar anak dengan orangtuanya. Bahkan, hal ini dapat memengaruhi kepercayaan diri anak, tingkat kepercayaan anak pada orangtua, dan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain.

Nah, untuk itu sebaiknya optimalkan pengasuhan Anda ke anak pada tahun pertama kehidupannya. Walaupun mungkin Anda menganggap anak di usia yang masih sangat kecil tersebut belum mengerti apa-apa, tapi ternyata kedekatan Anda dengan anak pada masa ini sangat memengaruhi ikatan Anda dengan anak dalam waktu yang sangat lama.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apakah Benar Sifat Pemarah Anak Menurun dari Ayahnya?

Banyak orang yang mengatakan bahwa kecerdasan anak berasal dari ibunya, sedangkan anak mewarisi emosi dari sifat ayah mereka. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Apa yang bisa dilihat bayi baru lahir berbeda dengan yang dilihat oleh anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, kapan bayi bisa melihat dengan jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pada remaja

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat baca buku untuk anak

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
cara meningkatkan daya ingat anak

5 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit