Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tetap Sehat Walau Si Kecil Suka Main Kotor-kotoran, Ini Tipsnya!

Tetap Sehat Walau Si Kecil Suka Main Kotor-kotoran, Ini Tipsnya!

Si Kecil akan mulai bergerak aktif apabila sudah bisa merangkak pada usia 9-12 bulan. Saat periode ini, sebagian besar orangtua pasti tidak mau si Kecil terkena kuman atau bakteri ketika bermain kotor-kotoran. Namun, Ibu tidak perlu melarang si Kecil apabila bermain di luar ruangan meski menyebabkan mereka kotor. Hal yang lebih penting diperhatikan adalah mengetahui bagaimana cara menjaga si Kecil agar tetap sehat dan aman. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan anak yang perlu Ibu ketahui.

Tips menjaga kesehatan anak dengan mengerti cara kerja kuman

Orangtua pasti dipusingkan dengan kuman yang dengan mudah dapat menyerang si Kecil. Wajar saja, karena kuman dapat menyebabkan penyakit serius yang berbahaya bagi si kecil. Namun, Ibu perlu mengerti dan sadar bahwa si Kecil memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang kuat, mungkin lebih kuat dari yang Ibu pikir.

Paparan kuman merupakan bagian dari tumbuh kembang. Menjaga si Kecil tidak senantiasa harus benar-benar menjauhkan si Kecil dari kuman. Bahkan sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa si Kecil yang terpapar kuman di awal kehidupan akan lebih tahan terhadap serangan penyakit, seperti alergi dan asma di masa yang akan datang.

Ketika si Kecil terpapar sebuah kuman atau virus, daya tahan tubuh akan belajar membangun perlindungan agar kelak tubuh dapat melawan kuman tersebut, sehingga menjaga si Kecil dari infeksi.

Mengajarkan untuk terbiasa mencuci tangan

Daripada terlalu khawatir akan paparan kuman, sebaiknya Ibu melakukan tindakan pencegahan sederhana. Kuman paling sering menyebar melalui sentuhan sehingga sulit untuk menghindarinya.

Namun, Ibu dapat mengurangi tingkat penyebarannya dengan sering mencuci tangan. Orangtua dan si Kecil sama-sama harus menerapkan kebiasaan ini untuk mencegah penyebarannya.

Setelah si Kecil bermain pasir atau melakukan aktivitas di luar ruangan, ajak untuk mencuci tangan bersama. Dengan demikian, Ibu dapat mengurangi risiko si Kecil mengalami penyakit atau infeksi akibat kuman.

Memandikan si Kecil lebih sering dari sebelumnya

Ketika menginjak usia 6 sampai 12 bulan, si Kecil mulai banyak bergerak dan dapat mulai mengonsumsi makanan padat. Masa ini merupakan tantangan bagi orangtua dalam menjaga si Kecil. Kedua aktivitas tersebut dapat dengan mudah membuat si Kecil kotor.

Sebelum menginjak usia ini, si Kecil memang disarankan untuk tidak terlalu sering mandi. Namun, dengan jumlah aktivitas yang bertambah, Ibu perlu mulai memandikan si Kecil lebih sering.

Menjaga kesehatan si Kecil dengan memandikannya ini perlu dilakukan dengan menggunakan sabun berformula ringan, khusus untuk si Kecil yang masih berusia di bawah satu tahun. Sabun khusus untuk bayi memiliki kandungan yang lebih aman dan tidak akan mengiritasi kulit.

Menjaga si Kecil dengan mengontrol lingkungan

Sekali-kali, Ibu pasti ingin membawa si Kecil untuk bermain di luar ruangan. Namun, Ibu perlu memerhatikan beberapa hal berikut agar si Kecil tetap terhindar dari serangan virus atau cedera saat melakukan aktivitas.

  • Membatasi kontak dengan orang lain
  • Membawa tisu basah yang bersifat antiseptik saat makan di luar
  • Ketika bermain di taman, lakukan di tempat teduh atau yang terdapat penutup.
  • Kenakan pakaian yang layak untuk melindungi kulit si Kecil dari iritasi
  • Pastikan area bermain bebas dari kerikil atau benda-benda berbahaya yang dapat melukai si Kecil

Ibu mungkin akan kesulitan untuk menjaga paparan kuman saat berada di tempat seperti mal atau kotak pasir di taman bermain. Hal yang perlu Ibu lakukan adalah kembali ke dasar, yaitu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer (pembersih tangan).

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Griffin, R. M. (n.d.). Healthy Baby: Protecting Babies and Toddlers From Germs at Home. Retrieved February 19, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/parenting/features/germs-at-home#1

When can I start using regular soap on my baby? | BabyCenter. (2020). Retrieved February 19, 2020, from BabyCenter website: https://www.babycenter.com/404_when-can-i-start-using-regular-soap-on-my-baby_1368465.bc

Zamosky, L. (n.d.). Are We Too Clean? Letting Kids Get Dirty and Germy. Retrieved February 19, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/parenting/features/kids-and-dirt-germs#1

Sand Pits | Kids Health. (n.d.). Retrieved February 19, 2020, from kidshealth.schn.health.nsw.gov.au website: https://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/sand-pits

How Often Should You Bathe Your Baby? (n.d.). Retrieved February 19, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/baby/how-often-should-you-bathe-a-newborn#6-12-months


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 10/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x