Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ibu, Kenali 9 Kecerdasan Majemuk yang Anak Miliki

Ibu, Kenali 9 Kecerdasan Majemuk yang Anak Miliki

Kecerdasan anak dan orang dewasa tidak hanya dari kemampuan berbahasa yang baik atau logika berpikirnya. Setidaknya, ada 9 jenis kecerdasan yang anak miliki dengan berbagai perbedaannya. Kumpulan jenis kecerdasan ini bernama kecerdasan majemuk, berikut daftarnya.

Berbagai kecerdasan majemuk pada anak

cara mengajari anak menulis

Mengutip dari Simply Psychology, teori kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan oleh Howard Gardner pada tahun 1983.

Ia memperkenalkan teori tersebut lewat buku berjudul “Frames of Mind”. Dalam buku tersebut, ia menguraikan beberapa jenis kecerdasan intelektual yang berbeda.

Ini jenis dan penjelasan seputar kecerdasan intelektual yang seseorang miliki sejak usia anak-anak.

1. Kecerdasan visual spasial

Merujuk pada teori dari Howard Gardner, kecerdasan visual spasial adalah kemampuan anak memahami dan mengenali objek yang sudah ia lihat sebelumnya.

Anak yang memiliki kecerdasan visual spasial akan sangat mudah mengingat wajah seseorang, gambar, dan gerakan yang ia lihat.

Ketika anak mengingat visual gerakan berputar pada sebuah tarian, itu termasuk dalam kecerdasan spasial.

Ciri anak yang memiliki kecerdasan majemuk tipe visual spasial yaitu:

  • memiliki kemampuan menggambar yang detail,
  • gesit saat menyusun puzzle, dan
  • mudah memahami sesuatu lewat gambar.

Anak dengan kecerdasan visual spasial lebih mudah memahami huruf dan angka lewat warna yang mencolok.

2. Kecerdasan kinestetik

Saat anak sangat aktif, sebagian ibu menganggap si kecil mengalami hiperaktif. Padahal, ada kemungkinan lain, yaitu anak memiliki kecerdasan kinestetik.

Anak dengan kecerdasan majemuk jenis kinestetik sangat menikmati aktivitas fisik. Ia lebih suka melompat, berlari, atau memanjat daripada duduk membaca buku.

Melansir dari Carleton College, setidaknya 15% anak di dunia memiliki kecerdasan kinestetik.

Tanda-tanda anak memiliki kecerdasan kinestetik yaitu:

  • senang bergerak (senam, menari, memanjat),
  • memiliki koordinasi gerak tubuh yang selaras, dan
  • hanya menyukai aktivitas duduk bila ada kesibukan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik sangat jarang menyukai aktivitas duduk manis sambil baca buku.

Ia akan lebih menyukai duduk sambil bermain puzzle, balok susun, atau bermain busy book. Permainan ini membuat tangan dan otak anak bergerak lebih aktif.

3. Kecerdasan linguistik

Seperti namanya, kecerdasan majemuk tipe linguistik ini fokus kepada kemampuan bahasa anak.

Kemampuan bahasa anak ini meliputi, membaca, bicara, menulis, dan memahami makna dari kata-kata yang ia ucapkan.

Bagi sebagian orangtua, mungkin sering merasa keteteran dengan kemampuan bahasa anak yang membuatnya cerewet.

Namun, ini adalah salah satu tipe kecerdasan yang bisa menjadi bekal untuk anak di kemudian hari.

Anak dengan kecerdasan linguistik memiliki ciri-ciri:

  • mudah mengingat kata-kata,
  • senang bercerita walau kalimat yang anak ucapkan belum jelas,
  • menyukai kegiatan membaca buku, dan
  • bisa menjelaskan sesuatu.

Untuk merangsang kecerdasan majemuk tipe linguistik, ibu bisa membacakan buku cerita, mengenalkan kata baru lewat lagu, atau meminta anak bercerita.

permainan imajinasi anak

4. Kecerdasan logis matematis

Anak dengan kecerdasan matematis sangat menggemari kegiatan yang berhubungan dengan angka dan logika.

Si kecil menyukai sesuatu yang melibatkan analisis dalam memecahkan masalah dengan angka.

Ambil contoh, anak senang memecahkan masalah saat belajar pertambahan dan pengurangan.

Ia juga menyukai sesuatu yang berhubungan dengan berhitung.

5. Kecerdasan intrapersonal

Ciri anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal terlihat dari kemampuannya memahami diri sendiri.

Ambil contoh, mengetahui keinginan dan rasa takut yang ia miliki.

Mungkin untuk anak usia di bawah 5 tahun ini masih belum terlalu terlihat, tetapi bila menelisik lebih rinci, ibu akan mengetahuinya.

Sebagai contoh, anak sudah tahu mainan kesukaannya dan konsisten hanya ingin mainan itu.

6. Kecerdasan musikal

Sesuai namanya, kecerdasan musikal adalah kemampuan anak dalam memahami melodi, nada, dan ketukan sebuah musik.

Tidak hanya sekadar memainkan alat musik atau senang mendengarkan lagu.

Lewat kecerdasan majemuk tipe musikal, anak bisa menganalisis nada bicara seseorang sampai menciptakan lagu sendiri.

Tentu lagu yang anak ciptakan dengan nada sederhana dan kata-kata yang ia pahami.

daycare atau penitipan anak

7. Kecerdasan interpersonal

Jenis kecerdasan ini memiliki nama lain keterampilan sosial. Anak dengan kecerdasan interpersonal mampu berinteraksi dengan orang lain.

Tidak hanya berkomunikasi dengan orang lain, anak juga bisa menunjukkan rasa empati dan sensitif terhadap kondisi yang ia lihat.

Bila anak terlihat lebih nyaman bermain dengan teman, berinteraksi, dan suka bersama-sama, tandanya ia memiliki kecerdasan interpersonal.

8. Kecerdasan naturalis

Jenis kecerdasan majemuk yang satu ini terlihat dari kemampuan anak dalam mengenali dan mengelompokkan flora dan fauna.

Anak dengan kecerdasan naturalis sangat tertarik dalam memahami jenis makhluk hidup yang ia lihat.

Mungkin ibu sering mendapat pertanyaan, “Ibu, itu binatang apa? Tinggalnya dimana? Makannya apa?”

Itu salah satu rasa penasaran bagi anak dengan kecerdasan naturalis.

Ibu bisa mengasahnya dengan mengajak si kecil bermain di alam, kemudian mengenalkan berbagai macam satwa dan tumbuhan.

Selain itu, ibu juga bisa memelihara binatang sambil mengasah rasa tanggung jawab terhadap sesuatu.

9. Kecerdasan eksistensi

Kemampuan yang satu ini mungkin terkesan berat untuk anak-anak, tetapi sebenarnya sangat alami dan masuk akal si kecil miliki.

Contoh dari kecerdasan majemuk jenis eksistensi yaitu, anak bertanya bagaimana ia lahir di dunia?

Anak dengan kecerdasan eksistensi juga bisa bertanya soal arti dari kematian. Terkadang kecerdasan ini berhubungan dengan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan majemuk memiliki berbagai macam tipe yang sesuai dengan minat si kecil. Jika belum terlihat, tidak perlu terburu-buru.

Seiring berjalannya waktu, anak akan menunjukan minat dan bakatnya sesuai dengan jenis kecerdasan yang ia miliki.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Gardner’s Theory of Multiple Intelligences (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://www.simplypsychology.org/multiple-intelligences.html

What Are Multiple Intelligences and How Do They Affect Learning? | Cornerstone University. (2020). Retrieved 7 July 2021, from https://www.cornerstone.edu/blog-post/what-are-multiple-intelligences-and-how-do-they-affect-learning/

Visual/spatial intelligence. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://www.teachingenglish.org.uk/article/visualspatial-intelligence

What is visual-spatial processing?. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://www.understood.org/articles/en/visual-spatial-processing-what-you-need-to-know

Kinesthetic Learning. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://serc.carleton.edu/NAGTWorkshops/mineralogy/xtlsymmetry/kinesthetics.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita