4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit orangtua yang mengalami kebingungan mengenai kebiasaan makan anakn mengemut makanan berjam-jam, tanpa menelannya. Anak dapat mengemut makanannya dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tentu dapat menguji kesabaran orangtua, padahal kemarahan orangtua dapat menimbulkan trauma tersendiri bagi anak. Selain itu, terlalu sering menimbun makanan di mulut dapat meningkatkan risiko tersedak dan bisa memengaruhi kesehatan gigi anak. Untuk itu Anda perlu mencari cara untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

Tips mengatasi kebiasaan anak mengemut makanan

Psikolog klinis Rachael Tan, mengatakan, hal terpenting yang perlu Anda lakukan pertama kali untuk mengatasi masalah ini ialah mengidentifikasi kenapa anak Anak lebih suka mengemut makanannya ketimbang menelannya. Cara terbaik untuk menemukan jawabannya ialah mengamati apa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah makan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi anak yang memiliki kebiasaan mengemut makanan tanpa menelannya:

1. Perhatikan kebiasaan makan anak

Jika beberapa jam sebelum makan anak mengonsumsi makanan ringan, mungkin penyebab anak mengemut makanannya ialah karena ia merasa terlalu kenyang untuk menelan makanan lagi pada saat aktivitas makan besar dimulai. Coba batasi asupan camilan anak sebelum makan besar dan lihat perbedaannya.

Kemudian, perhatikan kebiasaan anak saat makan. Coba sadari, apakah Anda sering mengajaknya berbicara ketika ia sedang makan? Jika iya, mungkin ini salah satu alasan anak terus mengemut makanannya karena merasa tidak fokus terhadap aktivitas makannya. Tidak semua anak bisa melakukan dua hal sekaligus.

Sebagai contoh, ketika anak sedang menonton TV dan Anda mengajaknya berbicara, mungkin perhatiannya akan lebih tertuju pada TV ketimbang mendengarkan Anda berbicara. Walaupun anak mungkin menatap Anda, tetapi tidak berarti ia mendengarkan apa yang Anda bicarakan. Begitupun ketika Anda mengajaknya berbicara ketika makan.

Untuk menguji dugaan ini, cobalah untuk mengajaknya mengobrol hanya saat anak telah menelan makanannya. Jangan lupa berikan pujian saat anak berhasil menelan makanannya. Jika anak termotivasi dengan perhatian serta pujian yang Anda berikan, dia akan belajar bahwa dengan menelan makanan ia akan mendapatkan lebih banyak pujian ketimbang menyimpannya lama-lama di dalam mulut. Anak juga belajar untuk tidak berbicara ketika mulut penuh makanan.

Terakhir,  coba ingat-ingat, adakah hal yang biasanya Anda perintahkan setelah makan yang kira-kira tidak disukai anak Anda? Misalnya, mandi atau membersihkan bekas makannya sendiri. Jika iya, mungkin ini alasan anak Anda memperpanjang waktu makannya denga mengemut makanan, yaitu untuk menghindari tugas tersebut.

Cobalah untuk merancang aktivitas yang kurang disukai dan sangat disukainya setelah makan. Lihat perbedaannya begitu Anda menerapkan kedua hal ini. Anda dapat menggunakan aktivitas yang disukainya dalam beberapa waktu untuk mendorong anak mematuhi tugas lain yang tidak ingin dia lakukan, termasuk soal makan. Bicara perlahan pada anak dan berikan penguatan positif agar anak termotivasi dan mengikuti instruksi Anda.

2. Aajak anak berbelanja makanan yang ingin dimakannya

Mintalah anak untuk menemani Anda berbelanja bahan makanan. Biarkan anak memilih makanan baru yang mungkin disukainya, walaupun mungkin anak akan tertarik hanya karena warna dan bentuknya. Membuatnya berpartisipasi memilih makanan yang akan ia makan mungkin akan menjadi cara ampuh untuk mengurangi kebiasaannya mengemut makanan tanpa menelannya.

3. Tentukan durasi makan

Anda bisa berdiskusi dengan anak secara perlahan untuk menentukan durasi makan. Pasang timer atau alarm dan katakan pada anak jika alarm berbunyi tandanya waktu makan sudah habis. Bukan bermaksud untuk memburu-burunya, hal ini membantu mengajarkan anak bahwa ada batas yang ditentukan berapa lama dia harus duduk untuk menghabiskan makanannya.

4. Pancing anak untuk menelan makanannya dengan makan bersama

Cara lain untuk menstimulasi anak menelan makanan dan menghindari mengemut makanan ialah dengan makan bersama. Ajak anak untuk makan bersama-sama dengan Anda dan coba untuk menunjukkan bahwa Anda menikmati makanan dengan menggigit, mengunyah, dan menelannya untuk mendorong anak melakukan hal yang sama.

Jika cara-cara di atas tidak berhasil mungkin ini saatnya Anda berkonsultasi dengan psikolog anak untuk membantu Anda memecahkan masalah ini.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit