home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Laktosa dan sukrosa merupakan jenis gula yang biasanya terdapat makanan atau minuman. Meskipun keduanya sama-sama manis, sukrosa dan laktosa memiliki perbedaan yang wajib diketahui para Ibu, terutama dalam pemberiannya untuk anak.

Perbedaan laktosa dan sukrosa

Gula memiliki sifat manis yang disukai anak-anak. Jika ditelisik lebih dalam, gula merupakan bentuk karbohidrat sederhana yang terdiri atas monosakarida maupun disakarida. Biasanya, gula menjadi bahan pemanis yang ditambahkan ke dalam produk makanan dan minuman.

Namun, gula tidak mencakup satu jenis saja lho, Bu. Ada beragam jenis gula yang terdapat di sekitar kita yang digunakan sebagai bahan pemanis. Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua gula sehat untuk tumbuh kembang si Kecil.

Kali ini, kita akan membahas jenis gula laktosa dan sukrosa yang sering hadir di dalam produk susu. Pada dasarnya, keduanya adalah bentuk disakarida karbohidrat. Meskipun demikian, ada perbedaan antara laktosa dan sukrosa yang wajib Ibu ketahui.

Sukrosa

makanan dan minuman manis

Sukrosa merupakan disakarida dari gabungan karbohidrat sederhana glukosa dan fruktosa. Berdasarkan laman Chembook Elmhurst College, sukrosa secara alami dapat ditemukan pada sayuran dan buah-buahan.

Gula jenis ini menjadi produk utama fotosintesis, di mana tumbuhan mengubah energi matahari menjadi makanan. Tanaman yang mengandung banyak gula ditemukan pada tebu dan bit.

Banyak produk yang memanfaatkan tanaman tersebut untuk mendapatkan gulanya. Gula kemudian diproses lagi dan dikristalisasi, sehingga menghasilkan produk akhir gula pasir yang nantinya menjadi pemanis tambahan (sukrosa) pada produk kue, minuman kaleng, permen, dan lainnya.

Laktosa

kandungan susu soya

Walaupun berbentuk disakarida, laktosa dan sukrosa memiliki perbedaan. Laktosa merupakan bentuk disakarida gabungan dari glukosa dan galaktosa. Laktosa secara alami ditemukan dalam ASI maupun susu sapi.

Perbedaan lainnya ada pada rasa, yakni laktosa memiliki rasa manis yang lebih rendah dibandingkan sukrosa. Jika sukrosa ditemukan pada tanaman dan buah yang diproses menjadi bentuk kristal, laktosa biasanya hadir dalam produk susu, seperti es krim, yoghurt, dan susu.

Bagi kesehatan anak, laktosa berperan penting dalam membentuk mikrobiota ususnya, sehingga keseimbangan bakteri baik di dalam pencernaan pun terjaga. Keseimbangan mikrobiota usus ini akan mendukung kesehatan dan mencegah si Kecil mudah sakit.

Mana yang terbaik untuk anak, sukrosa atau laktosa?

anak minum susu

Setelah tahu perbedaan dasar antara sukrosa (gula tambahan) dan laktosa, Ibu perlu tahu mana jenis gula yang terbaik untuk si Kecil usia 1-5 tahun. Laktosa adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan sukrosa. Mengapa?

Laktosa tidak berdampak besar pada gigi berubang

Sukrosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan laktosa. Berdasarkan Kids Health, gula tambahan (sukrosa) yang ada pada kue, minuman bersoda, permen, dan lainnya, dapat memicu karies atau gigi berlubang jika dibandingkan dengan laktosa. Setidaknya, pemberian jenis gula laktosa dapat mengurangi risiko gigi berlubang, dibandingkan sukrosa.

Laktosa tidak menyebabkan obesitas

Laktosa tidak berdampak spesifik pada berat badan anak, dibandingkan sukrosa yang cenderung memiliki kalori tinggi dengan nutrisi yang rendah.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) konsumsi makanan atau minuman manis dengan kandungan sukrosa atau fruktosa, berkaitan erat dengan pertambahan berat badan anak dan berdampak pada obesitas.

Manfaat laktosa untuk kesehatan anak

perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu anak

Ibu perlu cermat mengidentifikasi kandungan laktosa dalam produk susu atau produk makanan lainnya untuk anak. Berdasarkan World Gastroenterology, tidak hanya manisnya pas, laktosa dapat memberi manfaat yang baik bagi tumbuh kembang anak yang berusia 1-5 tahun, seperti:

  • Meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh si Kecil, sehingga untuk menguatkan tulang dalam proses pertumbuhan anak.
  • Menyehatkan sistem pencernaan, karena kandungan laktosa yang mendukung mikrobiota usus dalam menyeimbangkan bakteri baik di dalam pencernaannya.
  • Melindungi kesehatan si Kecil. Menurut Clinical & Experimental Immunology sistem pencernaan berkontribusi 70 persen mendukung penguatan sistem imun anak, sehingga anak tidak mudah sakit.

Nah, kini Ibu sudah mengetahui perbedaan penting antara laktosa dan sukrosa, serta manfaatnya bagi tumbuh kembang si Kecil. Sekali lagi, pastikan Ibu memilihkan susu yang tepat bagi anak usia 1-5 tahun dengan kandungan laktosa dan tidak menggunakan gula tambahan atau sukrosa, serta diperkaya dengan nutrisi lengkap agar kesehatannya tetap terjaga dan tumbuh bahagia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Making Sense of Sugar – FructoseFacts. (2016). Retrieved 23 November 2020, from http://fructosefacts.org/making-sense-sugar/

14.6: Disaccharides – Chemistry LibreTexts. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://chem.libretexts.org/Courses/Sacramento_City_College/SCC%3A_Chem_309_-_General_Organic_and_Biochemistry_(Bennett)/Text/14%3A_Carbohydrates/14.6%3A_Disaccharides

Yogurt in Nutrition (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.worldgastroenterology.org/UserFiles/file/YINI/WGOF_180206_WGO-YINICampaign_QA_English.pdf

Lactose – an overview | ScienceDirect Topics. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/lactose

Carbohydrates – Sucrose. (2020). Retrieved 23 November 2020, from http://chemistry.elmhurst.edu/vchembook/546sucrose.html

Reducing consumption of sugar-sweetened beverages to reduce the risk of childhood overweight and obesity. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.who.int/elena/titles/ssbs_childhood_obesity/en/

Carbohydrates and Sugar (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/sugar.html

Calcium and Your Child – Johns Hopkins All Children’s Hospital . (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Calcium-and-Your-Child

Vighi, G., Marcucci, F., Sensi, L., Di Cara, G., & Frati, F. (2008). Allergy and the gastrointestinal system. Clinical & Experimental Immunology153, 3-6. doi: 10.1111/j.1365-2249.2008.03713.x

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 28/01/2021
x