Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali 5 Macam Perbedaan Laktosa dan Sukrosa

    Kenali 5 Macam Perbedaan Laktosa dan Sukrosa

    Saat mengonsumsi minuman kemasan, mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah laktosa dan sukrosa. Meskipun sama-sama jenis gula, ternyata ada perbedaan laktosa dan sukrosa yang jarang diketahui.

    Perbedaan laktosa dan sukrosa

    Gula merupakan bentuk karbohidrat sederhana yang terdiri atas monosakarida dan disakarida.

    Pada dasarnya, laktosa dan sukrosa adalah bentuk disakarida karbohidrat.

    Kedua gula ini bisa menjadi kandungan alami makanan atau pemanis tambahan dalam produk makanan dan minuman.

    Meskipun demikian, ada perbedaan laktosa dan sukrosa dalam memberikan pengaruh bagi kesehatan.

    1. Proses metabolisme

    makanan dan minuman manis

    Umumnya, sukrosa disebut juga gula meja dan terasa lebih manis daripada laktosa.

    Sementara itu, laktosa sering kita temukan dalam kandungan susu dan produk olahannya.

    Laktosa dibentuk oleh dua jenis gula monosakarida, yaitu glukosa dan galaktosa.

    Saat Anda mengonsumsi sumber makanan mengandung laktosa, tubuh akan memecahnya menjadi pembentuk asalnya.

    Sementara itu, sukrosa dibentuk oleh glukosa dan fruktosa.

    Sukrosa harus dipecah terlebih dahulu di dalam usus halus oleh enzim beta-fruktosidase sebelum diserap oleh tubuh.

    2. Manfaat untuk tubuh

    Mengidentifikasi kandungan laktosa atau sukrosa dalam produk makanan yang dikonsumsi sangat penting untuk mengetahui manfaatnya.

    Laktosa dapat memberi manfaat yang baik bagi tubuh seperti berikut.

    • Meningkatkan penyerapan kalsium sehingga dapat menguatkan tulang, termasuk selama proses pertumbuhan.
    • Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan karena laktosa mendukung kerja mikrobiota usus atau bakteri baik di dalam pencernaan.
    • Meningkatkan kekebalan tubuh.

    Di sisi lain, sukrosa memiliki beberapa manfaat pada tubuh seperti berikut.

    • Salah satu sumber energi untuk tubuh.
    • Sebagai gula tambahan pada obat untuk menghilangkan rasa pahit.
    • Membentuk tekstur dan memberikan variasi rasa makanan.

    3. Sumber makanan

    anak minum susu

    Sukrosa secara alami dapat ditemukan pada sayuran dan buah-buahan.

    Gula jenis ini menjadi produk utama fotosintesis ketika tumbuhan mengubah energi matahari menjadi makanan.

    Tanaman yang mengandung banyak gula sukrosa adalah tebu dan bit.

    Banyak produk yang memanfaatkan tanaman tersebut untuk mendapatkan gulanya. Gula kemudian diproses lagi dan dikristalisasi.

    Proses ini akan menghasilkan produk akhir gula meja sukrosa yang nantinya digunakan sebagai pemanis untuk kue, minuman dan makanan kaleng, permen, dan lainnya.

    Berikut ini sumber makanan yang mengandung tinggi sukrosa:

    Di sisi lain, laktosa secara alami ditemukan dalam ASI maupun susu sapi.

    Sukrosa juga dapat ditemukan pada susu bayi. Namun, satu yang menjadi perbedaan dengan laktosa, sukrosa memberikan rasa manis yang kuat.

    Berikut beberapa sumber makanan tinggi laktosa:

    • susu,
    • es krim,
    • yoghurt, dan
    • krim kopi.

    4. Dampak pada kesehatan

    Gula tambahan yang ada pada kue, minuman bersoda, permen, dan lainnya, dapat memicu karies atau gigi berlubang.

    Gula tambahan pada makanan inilah adalah sukrosa. Seperti yang sudah dijelaskan, gula ini memiliki rasa yang lebih manis daripada laktosa.

    Itulah mengapa sukrosa lebih berisiko menyebabkan gigi berlubang dibandingkan laktosa. Meski begitu, asupan keduanya tetap perlu dibatasi.

    Menurut WHO, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung sukrosa atau laktosa berkaitan erat dengan bertambahnya berat badan anak dan meningkatkan risiko obesitas pada anak.

    5. Gangguan metabolisme

    Perbedaan laktosa dan sukrosa selanjutnya berkaitan dengan masalah metabolisme, yaitu intoleransi laktosa dan intoleransi sukrosa.

    Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa.

    Hal ini disebabkan oleh produksi laktase yang tidak mencukupi. Laktase adalah enzim yang digunakan untuk mencerna laktosa.

    Sementara itu, defisiensi sukrase atau kekurangan enzim yang mencerna sukrosa, dapat menyebabkan intoleransi sukrosa.

    Situs National Institutes of Health mencatat bahwa defisiensi sukrase bersifat genetik.

    Meski demikian, intoleransi terhadap keduanya memiliki beberapa efek yang mirip seperti:

    Anda mungkin memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah memiliki intoleransi terhadap laktosa atau sukrosa.

    Kesimpulan

    • Perbedaan laktosa dan sukrosa terletak pada proses metabolisme, manfaat, sumber makanan, dan dampaknya untuk kesehatan.
    • Sukrosa cenderung lebih manis daripada laktosa.
    • Jumlah orang yang memiliki intoleransi laktosa lebih banyak daripada intoleransi sukrosa.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Making Sense of Sugar – FructoseFacts. (2016). Retrieved 23 November 2020, from http://fructosefacts.org/making-sense-sugar/

    14.6: Disaccharides – Chemistry LibreTexts. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://chem.libretexts.org/Courses/Sacramento_City_College/SCC%3A_Chem_309_-_General_Organic_and_Biochemistry_(Bennett)/Text/14%3A_Carbohydrates/14.6%3A_Disaccharides

    Yogurt in Nutrition (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.worldgastroenterology.org/UserFiles/file/YINI/WGOF_180206_WGO-YINICampaign_QA_English.pdf

    Lactose – an overview | ScienceDirect Topics. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/lactose

    Carbohydrates – Sucrose. (2020). Retrieved 23 November 2020, from http://chemistry.elmhurst.edu/vchembook/546sucrose.html

    Reducing consumption of sugar-sweetened beverages to reduce the risk of childhood overweight and obesity. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.who.int/elena/titles/ssbs_childhood_obesity/en/

    Carbohydrates and Sugar (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/sugar.html

    Calcium and Your Child – Johns Hopkins All Children’s Hospital . (2020). Retrieved 23 November 2020, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Calcium-and-Your-Child

    Vighi, G., Marcucci, F., Sensi, L., Di Cara, G., & Frati, F. (2008). Allergy and the gastrointestinal system. Clinical & Experimental Immunology153, 3-6. doi: 10.1111/j.1365-2249.2008.03713.x

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan