home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Tidak sedikit orangtua yang mengalami kebingungan mengenai kebiasaan makan anakn mengemut makanan berjam-jam, tanpa menelannya. Anak dapat mengemut makanannya dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tentu dapat menguji kesabaran orangtua, padahal kemarahan orangtua dapat menimbulkan trauma tersendiri bagi anak. Selain itu, terlalu sering menimbun makanan di mulut dapat meningkatkan risiko tersedak dan bisa memengaruhi kesehatan gigi anak. Untuk itu Anda perlu mencari cara untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

Tips mengatasi kebiasaan anak mengemut makanan

Psikolog klinis Rachael Tan, mengatakan, hal terpenting yang perlu Anda lakukan pertama kali untuk mengatasi masalah ini ialah mengidentifikasi kenapa anak Anak lebih suka mengemut makanannya ketimbang menelannya. Cara terbaik untuk menemukan jawabannya ialah mengamati apa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah makan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi anak yang memiliki kebiasaan mengemut makanan tanpa menelannya:

1. Perhatikan kebiasaan makan anak

Jika beberapa jam sebelum makan anak mengonsumsi makanan ringan, mungkin penyebab anak mengemut makanannya ialah karena ia merasa terlalu kenyang untuk menelan makanan lagi pada saat aktivitas makan besar dimulai. Coba batasi asupan camilan anak sebelum makan besar dan lihat perbedaannya.

Kemudian, perhatikan kebiasaan anak saat makan. Coba sadari, apakah Anda sering mengajaknya berbicara ketika ia sedang makan? Jika iya, mungkin ini salah satu alasan anak terus mengemut makanannya karena merasa tidak fokus terhadap aktivitas makannya. Tidak semua anak bisa melakukan dua hal sekaligus.

Sebagai contoh, ketika anak sedang menonton TV dan Anda mengajaknya berbicara, mungkin perhatiannya akan lebih tertuju pada TV ketimbang mendengarkan Anda berbicara. Walaupun anak mungkin menatap Anda, tetapi tidak berarti ia mendengarkan apa yang Anda bicarakan. Begitupun ketika Anda mengajaknya berbicara ketika makan.

Untuk menguji dugaan ini, cobalah untuk mengajaknya mengobrol hanya saat anak telah menelan makanannya. Jangan lupa berikan pujian saat anak berhasil menelan makanannya.

Jika anak termotivasi dengan perhatian serta pujian yang Anda berikan, dia akan belajar bahwa dengan menelan makanan ia akan mendapatkan lebih banyak pujian ketimbang menyimpannya lama-lama di dalam mulut. Anak juga belajar untuk tidak berbicara ketika mulut penuh makanan.

Terakhir, coba ingat-ingat, adakah hal yang biasanya Anda perintahkan setelah makan yang kira-kira tidak disukai anak Anda? Misalnya, mandi atau membersihkan bekas makannya sendiri. Jika iya, mungkin ini alasan anak Anda memperpanjang waktu makannya denga mengemut makanan, yaitu untuk menghindari tugas tersebut.

Cobalah untuk merancang aktivitas yang kurang disukai dan sangat disukainya setelah makan. Lihat perbedaannya begitu Anda menerapkan kedua hal ini.

Anda dapat menggunakan aktivitas yang disukainya dalam beberapa waktu untuk mendorong anak mematuhi tugas lain yang tidak ingin dia lakukan, termasuk soal makan. Bicara perlahan pada anak dan berikan penguatan positif agar anak termotivasi dan mengikuti instruksi Anda.

2. Aajak anak berbelanja makanan yang ingin dimakannya

Mintalah anak untuk menemani Anda berbelanja bahan makanan. Biarkan anak memilih makanan baru yang mungkin disukainya, walaupun mungkin anak akan tertarik hanya karena warna dan bentuknya. Membuatnya berpartisipasi memilih makanan yang akan ia makan mungkin akan menjadi cara ampuh untuk mengurangi kebiasaannya mengemut makanan tanpa menelannya.

3. Tentukan durasi makan

Anda bisa berdiskusi dengan anak secara perlahan untuk menentukan durasi makan. Pasang timer atau alarm dan katakan pada anak jika alarm berbunyi tandanya waktu makan sudah habis. Bukan bermaksud untuk memburu-burunya, hal ini membantu mengajarkan anak bahwa ada batas yang ditentukan berapa lama dia harus duduk untuk menghabiskan makanannya.

4. Pancing anak untuk menelan makanannya dengan makan bersama

Cara lain untuk menstimulasi anak menelan makanan dan menghindari mengemut makanan ialah dengan makan bersama. Ajak anak untuk makan bersama-sama dengan Anda dan coba untuk menunjukkan bahwa Anda menikmati makanan dengan menggigit, mengunyah, dan menelannya untuk mendorong anak melakukan hal yang sama.

Jika cara-cara di atas tidak berhasil mungkin ini saatnya Anda berkonsultasi dengan psikolog anak untuk membantu Anda memecahkan masalah ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How do I Get My Child to Stop Hoarding Food in His Cheeks and Try New Foods?

https://www.parents.com/advice/toddlers-preschoolers/toddler-feeding-and-nutrition/how-do-i-get-my-child-to-stop-hoarding-food-in-his-cheeks-and-try-new-foods/ accessed on January 11 2018

“Help! My Child Stores Food in Her Mouth Without Swallowing… What do I Do?”

https://sg.theasianparent.com/child-stores-food-in-her-mouth/ accessed on January 11 2018

Feeding and Swallowing Problems in Children

https://www.asha.org/uploadedFiles/FeedingandSwallowingProblemsinChildren.pdf accessed on January 11 2018

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 3 minggu lalu
x