home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Beberapa ibu memilih susu soya sebagai sumber tambahan asupan nutrisi untuk anak setiap harinya. Wajar saja, susu formula berbasis kedelai sudah dipergunakan dan dipercaya oleh orang tua sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Namun, sebagian ibu mungkin masih belum familier dengan susu jenis ini. Untuk itu, Anda perlu tahu beberapa fakta dan tips sebelum menentukan atau memilih produk susu soya untuk anak. Apa saja di antaranya?

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih susu soya untuk anak

susu formula whey protein untuk anak

Demi tumbuh kembang anak yang optimal, si kecil membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhannya, Ibu dapat memberikan susu soya.

Sebelumnya, Ibu tentu harus teliti dan cermat agar susu soya dapat memberikan manfaat seperti yang diharapkan. Untuk itu, berikut beberapa hal yang sebaiknya Ibu perhatikan:

Jenis protein dan nutrisi pada susu soya

Susu soya mengandung protein yang berbeda dengan protein lain. Protein yang terdapat pada susu soya adalah protein isolat.

Pada susu yang mengandung soya protein isolat, kandungan proteinnya lebih tinggi. Selain itu, susu jenis ini tidak mengandung laktosa karena digantikan oleh senyawa yang berasal dari jagung, sehingga aman untuk anak dengan intoleransi laktosa.

Kualitas isolat protein soya juga berbanding dengan sumber protein yang berasal dari hewan, seperti misalnya putih telur dan daging. Selain itu, karena berasal dari sumber nabati, susu formula soya rendah akan lemak jenuh dan bebas kolesterol juga.

Pilih susu formula dengan isolat protein soya yang sudah melalui proses penambahan nutrisi seperti kandungan mineral, seperti zat besi, serta vitamin K, D, B12, dan serat.

Jumlah nutrisi yang sebaiknya terdapat pada susu soya

Idealnya, susu soya yang hendak Ibu pilih harus mengandung nutrisi yang sesuai kebutuhan anak berdasarkan usianya. Dalam artian, cakupan kebutuhan makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak terpenuhi.

Sebagai panduan, Ibu dapat mengikuti anjuran Angka kebutuhan Gizi (AKG) 2019 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, yaitu:

  • Usia 1-3 tahun; 20 gram protein, 45 gram lemak, 215 gram karbohidrat, dan 19 gram serat.
  • Usia 4-6 tahun; 25 gram protein, 50 gram lemak, 220 gram karbohidrat, dan 20 gram serat.

Oleh karena itu, pastikan Ibu membaca kandungan gizi yang tertera pada kemasan produk susu soya agar sesuai dengan kebutuhan anak.

Memiliki kandungan yang bermanfaat bagi daya pikir dan pertumbuhan otak

Alasan perlu mempertimbangkan susu soya yang telah melalui proses penambahan nutrisi (fortifikasi) salah satunya adalah dibutuhkannya asupan yang dapat mendukung tumbuh kembang otak.

Penambahan kandungan pada susu formula isolat protein soya seperti asam alpha-linoleat omega-3 berguna untuk menghambat kerusakan membran sel, kolin untuk mendukung perkembangan sel, dan menjaga kesehatan sistem saraf.

Mengandung serat yang cukup untuk menjaga kesehatan saluran cerna

Seperti yang tertera pada angka kecukupan gizi di atas, serat merupakan salah satu asupan yang perlu dipenuhi anak setiap hari.

Formula soya pada dasarnya memang mengandung serat. Akan tetapi, dikutip dari sebuah kajian dari Universitas Indonesia tahun 2020, kandungan serat dalam susu soya saja berada pada angka yang cukup rendah.

Oleh karena itu, Anda dapat memilih susu formula dengan isolat protein soya karena telah melalui proses penambahan gizi dan nutrisi, termasuk serat.

Penambahan serat pada formula isolat protein soya diharapkan membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak.

Menurut penelitian tahun 2011, perbandingan Serat FOS (Fructooligosakarida) berbanding inulin 1:1 mendukung kesehatan saluran cerna anak, dengan cara mempertahankan konsistensi feses agar tetap lunak dan menstimulasi pertumbuhan bakteri baik yaitu Bifidobakteria dalam saluran cerna.

Pastikan si kecil cocok dengan produk yang dipilih

Ibu perlu memperhatikan apakah si kecil menunjukkan gejala alergi terhadap sebuah produk. Anak mungkin memiliki alergi pada sebuah alergen (penyebab alergi) tertentu yang sebaiknya diketahui sebelum memberikan susu soya ataupun produk lainnya.

Gejala yang cukup umum terjadi ketika anak tidak cocok dengan susu soya seperti:

  • Diare
  • Ruam merah pada kulit
  • Sesak napas

Sebagian anak bahkan dapat memiliki alergi terhadap susu soya dan juga susu sapi secara bersamaan. Untuk mengatasi hal ini, Ibu masih bisa memberikan si kecil susu formula isolat protein pada kondisi alergi yang ringan dan sedang.

Jika ragu atau tidak yakin mengenai alergi yang dialami si kecil, Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, dokter dapat merekomendasikan jenis produk (dalam hal ini susu) jenis apa yang terbaik dan cocok untuk anak.

Mengapa ibu harus mempertimbangkan susu soya sebagai tambahan asupan nutrisi anak?

protein untuk anak saat puasa

Formula soya mengandung lemak yang berasal dari tumbuhan dan juga mudah diserap oleh tubuh.

Selain itu, seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, soya atau kedelai merupakan sumber makanan nabati sehingga secara alami mengandung serat yang baik untuk kesehatan saluran cerna anak. Hal ini cocok bagi Ibu yang ingin memulai menerapkan gaya hidup vegetarian sejak dini.

Pastikan untuk memberi si kecil susu formula soya yang sudah melalui proses fortifikasi atau penambahan jumlah nutrisi dan bukan susu soya biasa.

Berdasarkan kajian yang ditulis oleh Astawan dan Prayudani (IPB, 2020), susu formula soya secara keseluruhan mengandung jumlah nutrisi yang lebih baik dibandingkan dari susu soya yang dibuat dari kacang kedelai yang direndam atau tepungnya.

Kandungan seperti asam amino esensial, serat, vitamin dan mineral pada formula soya diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan harian anak.

Susu formula soya dapat diberikan pada anak sekalipun tidak memiliki kondisi kesehatan apapun karena tetap bisa mendukung tumbuh kembang anak.

Asupan nutrisi yang baik merupakan bagian dari cara orangtua agar anak memiliki tumbuh kembang yang optimal. Mulai dari usia satu tahun, si kecil dapat mulai mengonsumsi berbagai jenis asupan, termasuk susu.

Selain itu, otak berkembang sangat pesat pada usia antara satu sampai lima tahun. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa seringkali susu formula diberikan.

Dengan berbekal pengetahuan setelah membaca penjelasan di atas, pastikan susu formula yang diberikan pada anak mengandung berbagai gizi dan nutrisi penting serta sesuai dengan kebutuhan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2014). Rekomendasi Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi. Retrieved June 2, 2020, from https://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/rekomendasi-diagnosis-dan-tatalaksana-alergi-susu-sapi

Hong, SJ. Types of Special Infant Formulas Marketed in Korea and Their Indications. Pediatric Gatroenterol Hepatol Nutrition 2018. July 21 (3):155-162

Vandenplas, Y., & Hegar, B. (2020). Benefit and Challenge of Soy Plant-based Formula in Infant and Children. Retrieved June 2, 2020, from https://www.researchgate.net/publication/341192023_Benefit_and_Challenge_of_Soy_Plant-based_Formula_in_Infant_and_Children

Latest Study of Soy Formula on Children: Challenge and Benefit. Disampaikan pada IDAI Siang Klinik Online 17 Mei 2020

Bhatia, & Greer. (2008, May 1). Use of Soy Protein-Based Formulas in Infant Feeding. Retrieved June 2, 2020, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18450914/

http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Veereman-Wauters, G., Staelens, S., Van de Broek, H., Plaskie, K., Wesling, F., Roger, L. C., … Assam, P. (2011). Physiological and bifidogenic effects of prebiotic supplements in infant formulae. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 52(6), 763–771. https://doi.org/10.1097/MPG.0b013e3182139f39 

Bardosono, S., & Sunardi, D. (2020). Soy Plant-based Formula with Fiber: From Protein Source to Functional Food. World Nutrition Journal, 4(1), 18. https://doi.org/10.25220/wnj.v04.s1.0004 

Facts for Life – Child Development and Early Learning. (2019). Retrieved from http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html 

Astawan, M., & Prayudani, A. P. G. (2020). The Overview of Food Technology to Process Soy Protein Isolate and Its Application toward Food Industry. World Nutrition Journal, 4(1), 12–17. https://doi.org/10.25220/WNJ.V04.S1.0003

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Reza Abdussalam, SpA Diperbarui 16/06/2021
x