Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ibu pasti tak pernah absen memberikan susu pada si kecil. Susu membantu pemenuhan vitamin dan mineral di dalam tubuhnya. Ada beragam produk susu di pasaran, mulai dari protein susu sapi maupun soya. Keduanya sama-sama sehat, tetapi ada perbedaan yang perlu Ibu ketahui dari susu sapi dan susu soya.

Mengenal perbedaan kandungan protein susu sapi dan susu soya

Susu memiliki peranan penting dalam pemenuhan nutrisi si kecil. Saat ia masih bayi, susu diperoleh secara langsung melalui air susu ibu (ASI). Seiring pertumbuhannya ketika si Kecil mencapai usia 1 tahun, ia sudah dapat diberikan produk susu formula sapi atau formula soya untuk mendukung asupan nutrisinya bila diperlukan.

Lantas, apa perbedaan antara protein susu sapi dan susu soya?

Kandungan protein susu sapi

anak minum susu sapi

Pada dasarnya, susu ini menggunakan bahan baku susu sapi yang diolah sehingga mengandung semua zat gizi termasuk protein hewani dari sapi. Banyak orang mulai dari dewasa maupun anak-anak mengonsumsi susu sapi.

Beragam zat gizi yang terdapat di dalam susu sapi membantu kecukupan nutrisi si kecil sehingga dapat membantu optimalkan tumbuh kembangnya.

Susu sapi memiliki dua protein utama yang bisa dilihat sebagai berikut.

Kasein

Kasein merupakan protein yang terdapat di dalam susu sapi. Kandungan ini berperan penting untuk mendukung kemampuan tubuh dalam menurunkan kadar kolesterol darah, melindungi tubuh dari kanker di kemudian hari, dan melindungi gigi dari risiko gigi berlubang.

Protein whey

Protein whey yang terdapat di dalam susu sapi juga mendukung pertumbuhan anak. Protein whey mengandung tinggi asam amino, seperti leusin, isoleusin, dan valin. Protein whey dapat memberi manfaat untuk menstabilkan tekanan darah dan mendukung suasana hati anak. Protein ini juga menunjang perkembangan otot anak.

Protein susu soya

protein untuk anak saat puasa

Susu soya biasa, mengandung protein dan lemak nabati, mengandung lemak yang lebih rendah dibandingkan susu sapi.

Selain itu, kandungan lemak di dalam susu nabati lebih rendah dibandingkan susu hewani. Berdasarkan studi Comparison of Nutritional and Chemical Parameters of Soymilk and Cow Milk menyebutkan, susu sapi memiliki kandungan lemak hampir dua kali lipat dan asam lemak dibandingkan susu soya.

Namun, untuk anak yang masih dalam tahap tumbuh-kembang, lebih cocok dibantu dengan pemberian susu formula soya. Kandungan dari susu formula soya telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak.

Susu formula soya memiliki kandungan yang tak kalah baik dengan formula sapi dalam mendukung tumbuh kembang anak. Formula soya mengandung protein nabati termasuk sembilan asam amino esensial yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

Asam amino esensial dalam susu formula soya mirip seperti susu sapi, yang juga memiliki manfaat dalam memperkuat sistem imun si kecil.

Selain itu, formula soya yang diperkaya dengan frukto oligosakarida (FOS) inulin, bermanfaat sebagai serat prebiotik. Berdasarkan British Journal of Nutrition, FOS inulin merupakan prebiotik yang mampu menjaga pencernaan si kecil tetap lancar. Selain itu, ini juga bisa menjaga bakteri baik di dalam usus tetap sehat. seperti Bifidobacteria. Sistem pencernaan yang sehat membantu anak BAB tetap lancar, sehingga terhindar dari sembelit.

Untuk anak usia 1 tahun, Ibu bisa memberikan formula soya yang diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Yuk, kenali lebih jauh nutrisi apa saja yang terkandung dalam susu formula soya.

Mengenal kandungan isolat protein soya pada formula soya

Berbeda dengan susu soya biasa yang mengandung air, soya, dan gula, susu formula soya diperkaya dengan beragam nutrisi tambahan. Lebih lengkapnya, ada formula soya yang memiliki kandungan minyak ikan, omega-3, dan 6. Kandungan tersebut dapat mendukung perkembangan otak si kecil dalam mendorong daya pikir selama masa belajarnya. Formula soya juga ada yang dirancang khusus mengandung tinggi serat dan prebiotik FOS (frukto oligosakarida) inulin untuk mengoptimalkan kesehatan perut anak.

Susu formula soya mengandung isolat protein soya yang diperkaya dengan kandungan nutrisi untuk melengkapi kebutuhan gizi anak. Formula soya sudah disesuaikan kandungannya agar mudah dicerna dalam perut anak. Kandungan asam amino esensial yang difortifikasi mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Di dalam jurnal Pediatrics yang dilakukan Andres dan tim peneliti, mengatakan bahwa konsumsi susu formula soya memiliki dampak perkembangan yang sama baiknya dengan formula sapi. American Academy Pediatrics juga menyatakan pemberian susu formula soya juga efektif dan aman untuk dikonsumsi anak.

Selain itu, ditambah dengan vitamin dan mineral yang terkandung di dalam formula soya mampu dukung pertumbuhan optimal si Kecil yang hebat. Melalui kandungan nutrisi lengkap di dalam formula soya dan asupan nutrisi hariannya, tentu bisa membantu tingkatkan kecerdasan kognitifnya sekaligus kesehatan si Kecil.

Kapan sebaiknya si kecil diberikan formula soya?

Pada umumnya, ada beragam susu formula soya yang diformulasikan berdasarkan usia anak. Ibu bisa memberikan formula soya yang sesuai dengan usianya dan dilengkapi dengan nutrisi yang lengkap untuk bantu memenuhi kecukupan gizi si kecil. Agar lebih tepat, sebaiknya ibu konsultasikan dengan dokter anak lebih dahulu.

Tak perlu cemas, formula soya memiliki kebaikan yang sama dengan formula sapi dalam melengkapi kebutuhan nutrisinya. Kandungan formula soya juga tak kalah dengan formula sapi, karena dirancang khusus dengan nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Formula soya juga dapat menjadi alternatif bagi anak yang memiliki alergi susu sapi dengan gejala ringan hingga sedang. Gejala alergi susu sapi yang timbul, di antaranya kolik, sulit bernapas, mata berair, dan lainnya. Bila Ibu menemukan gejala alergi susu sapi pada si kecil, lebih baik konsultasikan ke dokter sebelum memutuskan untuk beralih ke susu formula soya.

Walau demikian, susu formula soya dapat dikonsumsi siapa saja. Tidak terbatas untuk anak dengan alergi susu sapi saja. Jika si kecil tumbuh dalam keluarga dengan pola makan vegetarian atau plant based, susu formula soya cocok diberikan sebagai pemenuhan nutrisi dalam masa tumbuh kembangnya. Susu formula soya pun bisa jadi pilihan untuk anak yang tidak menyukai rasa susu formula sapi. Dengan begitu, asupan nutrisi si kecil bisa terbantu secara optimal melalui formula soya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Markus, C., Olivier, B., Panhuysen, G., Van der Gugten, J., Alles, M., & Tuiten, A. et al. (2000). The bovine protein α-lactalbumin increases the plasma ratio of tryptophan to the other large neutral amino acids, and in vulnerable subjects raises brain serotonin activity, reduces cortisol concentration, and improves mood under stress. The American Journal Of Clinical Nutrition71(6), 1536-1544. doi: 10.1093/ajcn/71.6.1536

Holt, C., Carver, J., Ecroyd, H., & Thorn, D. (2013). Invited review: Caseins and the casein micelle: Their biological functions, structures, and behavior in foods. Journal Of Dairy Science96(10), 6127-6146. doi: 10.3168/jds.2013-6831

Battistini, C., Gullón, B., Ichimura, E., Gomes, A., Ribeiro, E., & Kunigk, L. et al. (2018). Development and characterization of an innovative synbiotic fermented beverage based on vegetable soybean. Brazilian Journal Of Microbiology, 49(2), 303-309. doi: 10.1016/j.bjm.2017.08.006

Stunting in a nutshell. (2020). Retrieved 11 May 2020, from https://www.who.int/nutrition/healthygrowthproj_stunted_videos/en/

Semba, R., Shardell, M., Sakr Ashour, F., Moaddel, R., Trehan, I., & Maleta, K. et al. (2016). Child Stunting is Associated with Low Circulating Essential Amino Acids. Ebiomedicine6, 246-252. doi: 10.1016/j.ebiom.2016.02.030

Gorissen, S., Crombag, J., Senden, J., Waterval, W., Bierau, J., Verdijk, L., & van Loon, L. (2018). Protein content and amino acid composition of commercially available plant-based protein isolates. Amino Acids50(12), 1685-1695. doi: 10.1007/s00726-018-2640-5

Brill, H. (2008). Approach to milk protein allergy in infants. Canadian Family Physician54(9), 1258. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2553152/

bones, C. (2020). Calcium and bones: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 11 May 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002062.htm

Hodges, J., Cao, S., Cladis, D., & Weaver, C. (2019). Lactose Intolerance and Bone Health: The Challenge of Ensuring Adequate Calcium Intake. Nutrients11(4), 718. doi: 10.3390/nu11040718

Milk Allergy in Infants (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 11 May 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/milk-allergy.html


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto