Kiat Jitu Melatih Si Kecil Supaya Berhenti Pakai Botol Susu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak bayi dan batita, mungkin sangat “nempel” dengan botol susunya. Namun, saat bertambah besar, buah hati Anda tentu harus beralih menggunakan gelas untuk minum susu. Sayangnya, menghentikan kebiasaan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lantas, bagaimana cara agar anak berhenti ngedot? Simak cara agar anak berhenti pakai botol dot berikut ini.

Kenapa anak harus berhenti pakai botol susu?

Melatih anak berhenti ngedot, tidak mudah dan butuh cara khusus. Kenapa? Selain memberi kemudahan bagi anak balita untuk minum, botol susu juga memberikan kenyamanan.

Itulah sebabnya, anak akan sangat lengket dengan botol dot dan akan sangat sulit untuk memisahkan keduanya.

Tentu saja, Anda tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Penggunaan botol susu dalam waktu lama dapat menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, kebiasaan ini juga bisa menyebabkan mereka minum susu lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Seiring bertambahnya usia, anak perlu beradaptasi dengan lingkungan, yaitu minum dengan memakai gelas.

Beralih dari botol susu ke gelas bayi bisa jadi tantangan tersendiri. Akan tetapi menerapkan cara yang tepat agar anak berhenti ngedot bisa membuat “perjuangan” ini menjadi lebih mudah.

Cara melatih anak supaya berhenti ngedot

beda karies rampan dan botol

Supaya Anda tidak kewalahan dan gagal menghentikan kebiasaan ngedot pada anak, ikuti beberapa caranya berikut ini:

1. Lihat kesiapan anak berdasarkan usianya

Anak-anak sudah bisa dikenalkan dengan gelas bayi ketika usianya 6 bulan. Setelah usianya mencapai 1 tahun, anak sudah bisa memegang gelas bayi sendiri dengan baik.

Pada usia inilah Anda bisa melatih anak untuk berhenti minum susu pakai botol dot.

American Academy of Pediatric menyarankan agar anak berhenti ngedot sebelum usianya 18 bulan.

Sementara, beberapa ahli lain berpendapat jika anak harus lepas dari botol dot sebelum usianya menginjak 2 tahun. Jadi, ini merupakan cara dasar jika ingin melatih anak berhenti ngedot.

Jangan mengajari anak terlalu cepat dan memaksanya karena bisa membuat anak frustrasi. Namun, ingat untuk jangan terlalu santai tidak mengenalkan gelas untuk minum susu karena akan membuat Anda sulit menghilangkan kebiasaannya untuk ngedot.

2. Ganti botol susu dengan gelas secara perlahan

anak tidak mau makan

Kemudian, cara yang selanjutnya Anda lakukan agar anak berhenti ngedot adalah melatihnya melepas botol dot dengan sabar. Lakukan hal ini secara perlahan, bukan tiba-tiba.

Misalnya, jika biasanya anak minum susu tiga kali sehari, ganti botol susu dengan gelas bayi saat minum susu di pagi hari.

Lakukan ini secara bergantian, yaitu di waktu siang atau malam di hari selanjutnya. Secara bertahap, ajari pula anak Anda untuk duduk di kursi bayi agar lebih mudah.

Mengganti botol susu dengan gelas di malam hari memang lebih sulit dibanding waktu lainnya. Pasalnya, ngedot di malam hari adalah rutinitas harian anak yang membuatnya tidur nyaman.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mengalihkan perhatian bayi dari rutinitas ngedot malam dengan aktivitas lain, seperti membacakan dongeng atau memberikan pijatan lembut yang bisa membuatnya mengantuk.

3. Beri contoh

minum susu setelah minum obat

Anak-anak belajar dengan cepat lewat melihat orang-orang di sekelilingnya. Saat waktunya minum susu, Anda bisa memperlihatkannya bahwa cara minum susu adalah dengan gelas.

Ini bisa jadi cara efektif agar anak berhenti ngedot. Anda bisa minum susu bersama dengannya. Siapkan segelas susu  untuk Anda dan susu dalam gelas bayi untuk si kecil.

Perlihatkan mudahnya minum susu dengan gelas. Jika si kecil berhasil menghabiskan susu dalam gelas bayi, jangan lupa memberinya pujian.

Pujian bisa memotivasi anak untuk melakukan yang terbaik. Bila latihan ini dilakukan dengan rutin, anak akan terbiasa dan melepas kebiasaan minum susu dengan botol dot.

4. Jauhkan botol dot dari jangkauan anak

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan agar anak berhenti pakai botol dot adalah jauhkan botol susu yang ada di rumah dari jangkauannya.

Misalnya, Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah tertutup dan diletakkan di atas lemari.

Hilangnya botol susu dari pandangan anak, bisa membantu bayi melupakan botol dot lebih cepat. Sekaligus mencegah anak merengek meminta botol dotnya kembali.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Susu, Lebih Baik Sebelum Atau Sesudah Makan?

Kebanyakan orang lebih memilih minum susu di pagi hari atau sebelum tidur. Lalu kapan waktu terbaik minum susu siang-siang: sebelum atau setelah makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mana yang Lebih Sehat, Minum Susu Kambing Atau Susu Sapi?

Baik susu kambing dan susu sapi diyakini sama-sama memiliki banyak manfaat kesehatan. Lantas, mana yang lebih baik: susu sapi atau susu kambing?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Banyak orang minum susu untuk sarapan karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar sehat ?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, mulai dari susu bubuk sampai susu UHT yang bisa langsung minum. Namun, apa susu yang tepat untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit