Kapan Sebaiknya Anak Mulai Minum Susu Pakai Gelas?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Botol susu bisa dibilang sebagai “teman baik” anak. Biasanya, anak akan mencari botol susu sebelum tidur. Tak heran, beberapa anak ada yang tidak bisa lepas dari botol susu sampai umurnya beranjak besar. Bahkan, ada anak yang masih minum susu pakai botol saat sudah masuk sekolah. Tentu, ini kurang baik. Nah, sebaiknya saat usia berapa anak sudah diperkenalkan minum susu pakai gelas? Ini jawabannya.

Mengapa anak harus beralih minum susu pakai gelas?

Anak yang masih minum susu pakai botol di saat usianya sudah beranjak besar dianggap tidak baik. Tapi, kenapa dianggap seperti itu? Memang apa bahayanya jika anak masih minum susu dengan botol?

  1. Memicu kerusakan gigi pada anak. Biasanya anak minum susu botol sambil tidur. Hal ini menyebabkan air susu yang mengandung gula menggenang di gigi anak sehingga memicu bakteri berkembang biak. Akibatnya, gigi anak bisa berlubang. Tak hanya itu, minum susu di botol sambil tidur juga dapat menyebabkan produksi air liur (yang membersihkan sisa makanan di gigi) menjadi lebih sedikit sehingga memungkinkan bakteri lebih mudah berkembang biak.
  2. Meningkatkan risiko kegemukan. Anak yang terbiasa minum susu pakai botol biasanya lebih sering minum susu walaupun mereka sudah banyak makan. Hal ini bisa jadi karena botol susu memberi kenyamanan tersendiri baginya. Penelitian pun membuktikan bahwa anak yang masih menggunakan botol susu di usianya dua tahun cenderung akan mengalami obesitas pada saat usianya 6 tahun.
  3. Penggunaan botol bisa mengubah senyumnya. Terus-menerus mengisap dot dapat mengubah posisi gigi anak, serta memengaruhi perkembangan langit-langit dan otot wajah. Hal ini kemudian dapat memengaruhi garis senyum anak.

Kapan sebaiknya anak diajarkan minum susu pakai gelas?

Tidak mudah memang meminta anak untuk beralih dari botol ke gelas. Namun, tentu tidak baik jika Anda terus membiarkannya. Anak perlu diajarkan sejak dini agar lebih mudah bagi anak untuk membiasakannya. Jangan takut jika selepas dari botol, asupan anak akan berkurang. Ini bisa Anda siasati dengan menambah porsi makan anak.

Seperti dilansir dari WebMD, American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak meninggalkan botol susunya sebelum usia 18 bulan. Beberapa ahli lainnya juga ada menyarankan agar anak lepas dari botol sebelum usianya menginjak 2 tahun atau lebih cepat lebih baik. Jika Anda menunggu terlalu lama untuk meminta anak lepas dari botol, justru ini akan membuat anak lebih sulit.

Kenalkan anak dengan gelas secara bertahap sedikit demi sedikit. Mulai dengan mencontohkan ke anak bagaimana caranya minum dengan gelas. Anak pandai meniru sehingga ia akan lebih cepat bisa jika ia sering melihatnya. Cobalah mendorong anak untuk minum susu pakai gelas di siang hari karena akan lebih sulit untuk mengganti botol dengan gelas saat minum susu di malam hari.

Jika anak belum ingin minum susu pakai gelas, cobalah untuk menawarkan anak minum air putih atau jus pakai gelas terlebih dulu. Jika anak sudah bisa, perkenalkan anak minum susu pakai gelas dan mulai tingkatkan frekuensi anak minum pakai gelas. Lama-kelamaan, anak akan terbiasa minum dengan gelas. Ini mungkin tidak akan mudah dan secepat yang Anda kira, tapi yang terpenting adalah terus mencobanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit